Jangan lupa tinggalkan jejak
Please vote and comment
Typo bertebaran
Happy reading guys 🌞
.
.
.
.
.
.
.
****
Tidak terasa sudah tiga hari Aluna menjalani perawatan di rumah sakit. Selama tiga hari itu pula, Meyka hampir tidak pernah meninggalkannya sendirian. Gadis itu selalu datang pagi-pagi, menemani Luna mengobrol, bahkan beberapa kali memaksa Luna menghabiskan makanan rumah sakit yang menurut mereka sama sekali tidak menggugah selera.
Hari ini akhirnya dokter mengizinkan Luna pulang.
Keputusan itu menjadi kabar paling membahagiakan bagi Luna sejak dirawat.
"Akhirnya... gue bebas juga dari bau obat-obatan ini," keluh Luna sambil menarik napas panjang.
Dokter yang sedang memeriksa hasil terakhirnya hanya terkekeh pelan.
"Bebas boleh, tapi jangan langsung memaksakan diri. Kondisi kamu memang sudah membaik, tapi tubuh kamu masih butuh istirahat. Jangan begadang, jangan telat makan, dan jangan terlalu banyak pikiran."
Luna mengangguk patuh.
"Iya, Dok."
Dokter melirik ke arah tiga gadis yang berdiri di belakang Luna.
"Saya titip pasiennya sama kalian."
"Siap, Dok!" jawab Meyka, Ashana, dan Kanya serempak.
Luna hanya bisa memutar bola matanya.
"Padahal yang sakit gue, kenapa malah mereka yang dikasih amanah?"
"Soalnya kamu bandel," sahut dokter santai.
Ruangan itu pun dipenuhi tawa.
Setelah dokter keluar, mereka mulai membereskan barang-barang Luna.
Meyka sibuk mengecek isi tas.
"Kabel charger udah?"
"Udah."
"Dompet?"
"Udah."
"Obat?"
"Udah."
"Jangan sampai ada yang ketinggalan. Gue males balik lagi ke sini."
Luna mendengus pelan.
"Iya, Bu Meyka."
Ashana yang sejak tadi berdiri di dekat jendela mengangkat kedua tangannya.
"Kalau udah selesai semua, ayo buruan keluar. Gue udah gak tahan sama bau rumah sakit. Tiga hari di sini rasanya paru-paru gue ikut bau obat."
"Dasar bocah," gumam Kanya sambil menggeleng geli.
Saat mereka hendak melangkah keluar, Meyka tiba-tiba berhenti.
"Eh... bentar."
Langkah ketiganya ikut terhenti.
"Kenapa?" tanya Luna heran.
Meyka menggigit bibir bawahnya. Wajahnya tampak ragu.
"Sebenarnya... ada yang mau gue omongin."
Ashana langsung menyipitkan mata.
"Jangan bilang lo hamil."
"ASHANA!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Painful Memories
Fiksi PenggemarAluna seorang gadis yang tidak tahu tentang dirinya sendiri, banyak hal yang di sebunyikan orang tuanya dari darinya. ia harus melalui segala macam peristiwa yang mengguncang kejiwaanya, disamping itu ia selalu mendapatkan kejutan yang tidak pernah...
