Please vote and comment 🙏🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak
Typo bertebaran
Happy reading 🌞
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****
"Dia itu musuh bebuyutan geng Vargos."
Suara Aluna terdengar dingin.
Koridor yang tadinya ramai mendadak menjadi lebih sunyi.
Beberapa siswa yang sejak tadi memperhatikan mereka langsung saling berpandangan.
Musuh bebuyutan geng Vargos?
Bukan hal yang sering mereka dengar.
Apalagi jika yang mengatakannya adalah Aluna sendiri.
"Dan juga musuh gw."
Kalimat terakhir Aluna membuat suasana semakin tegang.
Meyka yang berdiri di sampingnya langsung menoleh dengan tatapan terkejut.
"Musuh lu?"
Aluna mengangguk pelan.
Tatapannya masih tertuju pada laki-laki yang berdiri beberapa meter di depan mereka.
Laki-laki itu hanya tersenyum tipis.
Seolah menikmati perhatian yang sedang tertuju kepadanya.
"Namanya Arvian Delviero."
Aluna mengepalkan tangannya.
"Mantan anggota geng Vargos."
Bisikan mulai terdengar di berbagai sudut koridor.
Nama itu cukup dikenal oleh sebagian siswa.
Meskipun sudah lama menghilang, beberapa orang masih mengingat sosok Arvian.
Terutama anak-anak kelas atas.
Meyka mengernyit.
Ia merasa pernah mendengar nama itu.
Tapi tidak terlalu ingat.
"Trus kenapa dia jadi musuh lu?"
"Kan lu gak ada sangkut pautnya sama geng Vargos."
Tanya Meyka penuh rasa penasaran.
Arvian justru tertawa pelan sebelum Aluna sempat menjawab.
"Tentu aja ada."
"Karena dia yang bikin gw terusir dari Vargos."
Tatapan Arvian berubah dingin.
Untuk sesaat senyumnya menghilang.
Menyisakan ekspresi penuh dendam.
"Kalau aja dia gak bocorin rencana gw waktu itu..."
"...mungkin sekarang Stevano dan Raja udah hancur."
Beberapa siswa langsung menahan napas.
Sementara Meyka membelalakkan matanya.
"Lu serius?"
Arvian mengangkat bahu santai.
"Sayangnya ada pengkhianat."
"Dan pengkhianat itu adalah Aluna."
KAMU SEDANG MEMBACA
Painful Memories
FanfictionAluna seorang gadis yang tidak tahu tentang dirinya sendiri, banyak hal yang di sebunyikan orang tuanya dari darinya. ia harus melalui segala macam peristiwa yang mengguncang kejiwaanya, disamping itu ia selalu mendapatkan kejutan yang tidak pernah...
