Chapter 9

124 95 17
                                        

Please vote and comment🙏🙏

Jangan lupa tinggalkan jejak

Typo bertebaran

Happy reading 🌞
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

****

Pagi Senin.

Hari yang paling dibenci oleh hampir seluruh siswa SMA Pelita Jaya.

Bukan karena pelajarannya yang sulit ataupun tugas yang menumpuk, melainkan karena mereka harus memulai minggu dengan kegiatan yang sama setiap pekan-upacara bendera.

Bagi sebagian siswa, upacara hanyalah rutinitas. Namun bagi yang terlambat...

Itu adalah mimpi buruk.

Sayangnya, pagi itu mimpi buruk tersebut benar-benar menghampiri Aluna.

Di kamar bernuansa putih miliknya, gadis itu masih tertidur pulas sambil memeluk guling kesayangannya. Selimut menutupi hampir seluruh tubuhnya, sementara sinar matahari yang menembus sela-sela gorden sama sekali tidak berhasil membangunkannya.

Jam digital di samping tempat tidur menunjukkan pukul 06.30.

Biasanya pada jam segitu Aluna sudah berada di jalan menuju sekolah.

Namun hari ini berbeda.

Tok... tok... tok...

"Aluna, bangun sayang. Udah pagi."

Suara lembut mamanya terdengar dari balik pintu.

Aluna hanya menggeliat pelan.

"Iya, Mah..." gumamnya dengan suara serak, lalu kembali memejamkan mata.

Di luar kamar, sang mama menggeleng pelan.

Beliau sebenarnya sudah beberapa kali membangunkan putri semata wayangnya sejak setengah jam yang lalu. Namun setiap kali dibangunkan, jawaban Aluna selalu sama.

"Iya, Mah..."

Tetapi setelah itu tidur lagi.

Merasa ada yang tidak beres, sang mama akhirnya membuka pintu kamar.

"Aluna..."

Kali ini suaranya sedikit lebih keras.

"Bangun, Nak. Nanti kamu telat sekolah."

"Hmm..."

Aluna mengusap matanya malas.

Tangannya meraba-raba meja kecil di samping tempat tidur, mencari ponselnya yang entah berpindah ke mana semalam.

Begitu layar ponsel menyala...

Mata Aluna langsung membelalak.

"YA AMPUN!"

Ia spontan bangkit dari tempat tidur.

"Pukul enam lewat tiga puluh?!"

Painful MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang