Typo bertebaran
Please vote and comment 🙏
Happy reading 🌞
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
" Halo semuanya."
Suara salah satu murid baru itu langsung membuat suasana kelas menjadi lebih tenang.
Perhatian seluruh siswa tertuju ke depan kelas.
Gadis berambut panjang itu tersenyum ramah sebelum memperkenalkan dirinya.
" Perkenalkan, nama gue Kanya Ballezaquel. Salam kenal semuanya. Semoga kita bisa berteman dengan baik."
Beberapa siswa langsung bertepuk tangan.
Tidak sedikit juga yang mulai berbisik-bisik karena wajah Kanya yang cukup menarik perhatian.
Setelah itu, gadis di sampingnya maju selangkah.
" Halo semuanya. Nama gue Ashana Callie. Kalian bisa panggil gue Hana. Mohon bantuannya selama gue sekolah di sini."
" Wih sopan banget."
" Cantik juga ya."
" Anak baru kali ini cewek semua."
Bisik-bisik mulai terdengar dari berbagai sudut kelas.
Bu Ratna berdeham pelan.
" Baik, kalian berdua bisa duduk di bangku yang masih kosong."
" Terima kasih, Bu."
jawab mereka bersamaan.
Saat berjalan menuju tempat duduk, tanpa sadar Hana sempat melirik ke arah Aluna.
Tatapan mereka bertemu sepersekian detik.
Entah kenapa.
Hana merasa pernah melihat gadis itu.
Namun ia tidak tahu di mana.
Sementara Aluna juga merasakan hal yang sama.
Perasaan aneh yang sulit dijelaskan.
Seolah wajah Hana dan Kanya bukanlah wajah yang benar-benar asing baginya.
" Baik, anak-anak. Kita lanjutkan materi minggu lalu tentang Hukum Newton II."
Pelajaran kembali berlangsung seperti biasa.
Namun sesekali Aluna masih mencuri pandang ke arah dua murid baru itu.
Mencoba mengingat.
Mencoba mencari tahu.
Tapi hasilnya tetap nihil.
Kring...
Kring...
Kring...
Bel istirahat berbunyi.
Seisi kelas langsung berubah ramai.
" Oke, sampai di sini dulu materi kita."
Bu Ratna menutup bukunya.
" Minggu depan kita akan mengadakan ulangan harian. Jadi jangan lupa belajar dan mengerjakan PR."
Seketika terdengar suara keluhan.
" Yahh, Bu..."
Meyka langsung menyandarkan kepalanya ke meja.
" Kok ulangan lagi sih?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Painful Memories
FanfictionAluna seorang gadis yang tidak tahu tentang dirinya sendiri, banyak hal yang di sebunyikan orang tuanya dari darinya. ia harus melalui segala macam peristiwa yang mengguncang kejiwaanya, disamping itu ia selalu mendapatkan kejutan yang tidak pernah...
