Chapter 2

167 136 66
                                        

Typo bertebaran

Jangan lupa tinggalkan jejak

Please vote and comment 🙏🙏



Happy reading 🌞




Setelah kepergian orang misterius yang memperhatikannya dari dalam mobil hitam, Aluna langsung mengendarai mobilnya pulang menuju rumah.

Sepanjang perjalanan, pikirannya masih dipenuhi berbagai hal.

Tentang kejadian di kantin.

Tentang Feby.

Tentang Meyka.

Dan entah kenapa, tentang kedua orang tuanya.

Sudah beberapa hari ini mereka berjanji akan meluangkan waktu untuknya.

Hari ini bahkan mereka berjanji akan makan malam bersama.

Sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam hidup Aluna.

Karena itulah, meskipun berusaha terlihat biasa saja, jauh di dalam hatinya ia sebenarnya menunggu.

Sangat menunggu.

At Home

Mobil Aluna memasuki halaman rumah mewah bergaya modern yang berdiri megah di kawasan elit Jakarta.

Rumah itu besar.

Sangat besar.

Terlalu besar untuk ditinggali oleh seseorang yang hampir selalu sendirian.

Aluna turun dari mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam rumah.

" Aku pulang."

Suara langkah kaki langsung terdengar dari arah dapur.

" Eh, Non Luna udah pulang?"

Bi Inah muncul sambil mengusap tangannya yang masih basah oleh air.

Wanita paruh baya itu sudah bekerja di rumah keluarga Narendra sejak Aluna masih kecil.

Bisa dibilang, Bi Inah adalah salah satu orang yang paling sering menemaninya di rumah.

" Mau makan apa, Non? Sebentar lagi bibi masakin."

Aluna menggeleng pelan.

" Aku udah makan tadi, Bi."

" Oalah, kirain belum."

Aluna meletakkan tasnya di atas sofa.

Matanya tanpa sadar menyapu seluruh ruangan.

Sepi.

Tidak ada suara.

Tidak ada tanda-tanda keberadaan kedua orang tuanya.

" Bi..."

" Iya, Non?"

" Mama sama Papa udah pulang?"

Pertanyaan itu membuat Bi Inah terlihat ragu sesaat.

Seolah sedang memikirkan bagaimana cara menyampaikan sesuatu.

"Tadi sebenarnya Tuan sama Nyonya sempat pulang."

Aluna menatap Bi Inah.

"Lalu?"

"Tapi siang tadi mereka langsung berangkat lagi ke Amerika."

Jantung Aluna seolah berhenti sesaat.

" Berangkat lagi?"

Bi Inah mengangguk pelan.

Painful MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang