Jangan lupa tinggalkan jejak
Please vote and comment 🙏
Typo bertebaran
Happy reading 🌞
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Langit sore mulai berubah jingga ketika sebuah motor sport hitam memasuki halaman sebuah bangunan tua yang cukup besar di pinggiran kota.
Bangunan itu terlihat biasa dari luar.
Namun bagi sebagian orang, tempat itu sangat terkenal.
Basecamp Vargos.
Tempat berkumpulnya anggota geng motor paling disegani di Jakarta.
Suara tawa, musik, dan percakapan para anggota terdengar bahkan sebelum Stevano benar-benar memasuki area parkir.
Hari itu seharusnya sama seperti hari-hari biasanya.
Tapi entah kenapa suasana hatinya terasa jauh lebih buruk.
Sejak beberapa hari terakhir, pikirannya terus dipenuhi oleh satu orang yang sama.
Aluna.
Nama yang seharusnya sudah ia lupakan sejak tiga tahun lalu.
Namun nyatanya, semakin ia mencoba melupakan, semakin jelas sosok gadis itu memenuhi pikirannya.
Bruk.
Vano menurunkan helmnya lalu berjalan santai menuju pintu masuk basecamp.
Namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang berjalan keluar dari arah dalam gedung.
Raja.
Sahabatnya itu terlihat berbeda.
Biasanya Raja memang dingin.
Sangat dingin.
Tapi hari ini ekspresinya jauh lebih buruk dari biasanya.
Rahangnya mengeras.
Tatapannya tajam.
Dan yang paling aneh...
Ia mengenakan pakaian formal.
Kemeja hitam.
Celana bahan.
Sepatu pantofel.
Penampilan yang sangat jarang digunakan Raja.
"Mau ke mana, Bro?"
Raja menghentikan langkahnya.
Tatapannya beralih ke arah Vano.
"Ketemu klien bokap."
Jawabannya singkat.
Terlalu singkat.
Seolah ia tidak ingin melanjutkan percakapan lebih lama.
"Oh."
Vano mengangguk.
"Sendirian?"
"Iya."
"Hati-hati."
"Hm."
Dan begitu saja Raja pergi meninggalkannya.
Vano hanya bisa menatap punggung sahabatnya itu.
"Dasar batu es."
gumamnya.
"Tiap hari makin dingin aja."
"Kadang manusia juga nggak sadar diri."
KAMU SEDANG MEMBACA
Painful Memories
FanfictionAluna seorang gadis yang tidak tahu tentang dirinya sendiri, banyak hal yang di sebunyikan orang tuanya dari darinya. ia harus melalui segala macam peristiwa yang mengguncang kejiwaanya, disamping itu ia selalu mendapatkan kejutan yang tidak pernah...
