Chapter 1

255 145 124
                                        


Typo bertebaran

Jangan lupa tinggalkan jejak

Please vote and comment 🙏🙏


Happy reading 🌞
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Kringg...

Kringg...

Kringg...

Bel istirahat akhirnya berbunyi, menandakan berakhirnya pelajaran Matematika yang sejak tadi membuat sebagian siswa mengeluh.

Suasana kelas XI IPA 1 langsung berubah ramai. Beberapa siswa bergegas keluar kelas menuju kantin, sementara yang lain masih sibuk membereskan buku dan alat tulis mereka.

Di tengah keramaian itu, seorang gadis masih duduk tenang di bangkunya.

Tangannya bergerak rapi memasukkan buku pelajaran ke dalam tas. Wajahnya datar seperti biasa, tanpa ekspresi berlebihan.

Aluna Zayara Narendra.

Salah satu murid paling berprestasi di SMA Pelita Jaya.

Namanya selalu menghiasi papan peringkat akademik sekolah. Nilainya hampir sempurna di setiap mata pelajaran dan prestasinya sudah tidak terhitung lagi.

Sayangnya, semua itu tidak membuatnya memiliki banyak teman.

Bukan karena orang lain tidak ingin mendekatinya.

Justru sebaliknya.

Terlalu banyak orang yang ingin berteman dengannya.

Hanya saja Aluna tidak pernah memberi kesempatan.

" Kantin nggak, Luna?"

Suara ceria Meyka berhasil membuyarkan lamunannya.

Aluna mengangkat kepala.

" Iya."

" Syukurlah. Gue kira lu mau bertapa lagi di kelas."

" Berisik."

" Dih."

Meyka menjulurkan lidah.

Sebagai sahabat Aluna sejak SD, Meyka sudah kebal dengan sikap dingin gadis itu.

Mereka berdua kemudian berjalan keluar kelas menuju kantin.

Di sepanjang perjalanan, Meyka tidak berhenti mengobrol.

" Eh, tadi gue denger gosip."

" Hm."

" Katanya minggu depan kita bakal kedatangan murid baru."

" Terus?"

" Gue berharap cowok."

Aluna menoleh sekilas.

" Buat apa?"

" Nambah stok cogan sekolah lah."

Aluna menghela napas pelan.

" Cogan mulu isi otak lu. Belajar sana biar nilai Fisika lu nggak merah terus."

" Ah, lu nggak seru."

" Syukurlah."

Meyka langsung cemberut.

Kadang dia heran bagaimana bisa dirinya berteman dengan manusia sedingin Aluna.

Painful MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang