Chapter 5

141 130 34
                                        

Please vote and comment 🙏

Jangan lupa tinggalkan jejak

Typo bertebaran

Happy reading 🌞
.
.
.
.
.
.
.
.

***

Ada sesuatu yang aneh.

Meyka menyadarinya bahkan sebelum mobil Aluna benar-benar meninggalkan halaman rumahnya.

Tiga mobil mewah berwarna hitam terparkir rapi di depan rumah.

Beberapa orang yang mengenakan pakaian formal terlihat keluar masuk melalui pintu utama.

Bahkan Pak Ujang, satpam yang biasanya santai dan suka bercanda dengannya, kini berdiri tegak seperti sedang menjaga tamu penting.

"Makasih ya udah nganterin gue pulang."

Meyka melepas sabuk pengamannya lalu menoleh ke arah Aluna.

Aluna hanya mengangguk kecil.

"Santai aja."

"Ya kali aja gue ganggu."

"Kalau ganggu, dari tadi udah gue tinggal."

Meyka terkekeh kecil.

"Nah itu baru Luna yang gue kenal."

"Hati-hati."

"Iya."

Mobil Aluna perlahan menjauh meninggalkan halaman rumah Mahendra.

Namun bukannya langsung masuk, Meyka justru berdiri beberapa saat memperhatikan rumahnya.

Entah kenapa...

Perasaannya tidak enak.

Seperti ada sesuatu yang sedang menunggunya.

Sesuatu yang tidak akan ia sukai.

Dan firasatnya jarang sekali salah.

"Ah, paling gue kebanyakan mikir."

Ia menggeleng pelan lalu melangkah masuk ke dalam rumah.

Begitu pintu utama terbuka, aroma berbagai masakan langsung menyambutnya.

Meyka berhenti.

Matanya menyapu seluruh ruangan.

Meja makan yang biasanya sederhana kini dipenuhi berbagai hidangan.

Beberapa ART tampak mondar-mandir membawa nampan.

Lampu ruang tamu menyala lebih terang dari biasanya.

Suasana rumah terasa jauh lebih sibuk dibanding hari-hari biasa.

Aneh.

Sangat aneh.

"Assalamualaikum."

"Wa'alaikumussalam."

Painful MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang