Chapter 6

131 107 27
                                        

Please vote and comment 🙏

Jangan lupa tinggalkan jejak

Typo bertebaran

Happy reading 🌞

*
*
*
*
*
*
*
*
*

****

Meyka memasuki kelas dengan langkah gontai.

Biasanya gadis itu akan datang dengan suara paling berisik di antara teman-teman sekelasnya. Entah mengeluh soal tugas yang menumpuk, mengomentari kantin yang kehabisan makanan favoritnya, atau mengganggu Aluna yang sedang fokus membaca buku.

Tapi pagi ini berbeda.

Sangat berbeda.

Sejak duduk di bangkunya, Meyka hanya diam.

Tatapannya kosong mengarah ke luar jendela. Buku pelajaran yang terbuka di depannya bahkan belum disentuh sama sekali.

Beberapa teman sekelas mulai menyadari perubahan itu.

"Eh, Meyka sakit ya?"

"Gak biasanya diem."

"Biasanya paling ribut sendiri."

Bisikan-bisikan kecil mulai terdengar dari berbagai sudut kelas.

Namun Meyka sama sekali tidak peduli.

Pikirannya masih tertinggal pada kejadian semalam.

Kejadian yang berhasil menghancurkan ketenangan hidupnya hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Tunangan.

Kata itu terus berputar-putar di kepalanya.

Tunangan.

Dan lebih parahnya lagi...

Dengan Andra.

Musuh bebuyutannya sendiri.

Mengingat wajah menyebalkan laki-laki itu saja sudah membuat tekanan darahnya naik.

Apalagi harus bertunangan dengannya.

Meyka kembali menghela napas panjang.

"Huft..."

Aluna yang sedari tadi memperhatikan akhirnya menutup buku yang sedang ia baca.

Ia menoleh ke arah sahabatnya.

"Kenapa lu?"

Meyka hanya diam.

"Gw gak papa."

Aluna mengangkat sebelah alis.

"Lu yakin?"

"Iya."

"Kebohongan paling jelek yang pernah gw denger."

Painful MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang