James memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah sakit. Langkahnya cepat diiringi Alice yang dipenuhi wajah cemas dan pipinya yang masih terlihat basah.
Di sepanjang perjalanan yang ditempuh, Alice terus diselimuti oleh ketakutan dan air matanya terus menetes. Kabar yang didapatkan dari rumah sakit tak elak sontak mengejutkan keduanya dalam sekejap. Seharusnya disaat seperti ini bukankah hal baik yang terus diharapkan? Tapi jika kenyataan mendadak datang dan manusia tak bisa mencegah, maka harapan hanya sekadar harapan.
Keylie kesayangan Alice kini nampak tergeletak lemah di atas ranjang pasien. Tubuhnya yang lincah pun nampak telah dipasangi beberapa alat yang melekat di beberapa bagian tubuhnya. Wajahnya yang selalu nampak cerah kini terlihat pucat dan terlelap dengan selang dan alat bantu napas di mulutnya.
Alice teringat bagaimana sang dokter memberi keterangan pada mereka di beberapa waktu lalu. Semua gamblang. Bahkan gerak sang dokter yang menunjukkan bagian keretakan di tulang tengkorak Keylie pun tak bisa dilupakan. Semua masih teringat jelas di kepala keduanya. Bukan hanya bagian tulang tengkorak yang retak, tapi juga penggumpalan darah di otak kecil yang bisa mengancam nyawanya.
Keylie dinyatakan sempat sadar dan terus berusaha menyampaikan sesuatu, tapi disayangkan, semua usahanya gagal. Semakin wanita itu memaksakan diri, maka kesadarannya pun semakin melemah. Dan sampai akhirnya ia menyerah pada takdir. Ia kehilangan kesadaran dan memasuki kondisi kritis. Itulah berita yang baru saja diterima Alice di depan ruang ICU.
“Apa yang bisa dilakukan untuk menyembuhkannya, Dok?”
Pria paruh baya dengan stetoskop di tangannya itu tersenyum dan menjawab dengan tenang, “Kita bisa saja melakukan operasi. Tapi, melihat kondisi pasien saat ini kami mengkhawatirkan hal terburuk. Kecuali kondisinya telah stabil baru kita bisa melakukan penanganan selanjutnya.”
Alice tak sanggup berkata-kata. Melihat Keylie dari kaca saja membuatnya lemah. Ia tak ingin hal buruk terjadi pada sahabatnya. Ia ingin Keylie kembali bersamanya. Memulai hidup baru dan menemaninya membuka bisnis bersama.
“Kondisi pasien masih dalam pantauan, saya harap masa kritisnya segera berakhir.” Sejenak kalimatnya berhenti dan mencoba menghela napas dalam-dalam. “Ada satu hal yang sepertinya perlu kalian ketahui, bahwa Nona Keylie sepertinya mendapat pukulan di belakang kepalanya hingga penggumpalan darah itu terjadi. Setelah pengecekan ulang, ternyata ditemukan adanya memar di leher belakang. Dan—saya rasa ia memiliki suatu hal penting yang ingin disampaikannya juga. Hingga saat otaknya bekerja dengan keras untuk mengumpulkan informasi yang diingatnya, mengakibatkan kondisi fisiknya menurun drastis.”
Dokter terus menjelaskan semuanya, membuat kesimpulan bahwa Keylie mendapat penyerangan fisik dari Cedric selama wanita itu bersamanya sebelum Keylie dibawa menuju penampungan kapal.
Semua informasi dikumpulkan dan James segera melanjutkannya kepada Anthony, selaku pemegang kasus di kantor kepolisian.
“Apa yang ingin disampaikan Keylie sesungguhnya?” James mendudukkan diri. Matanya memandang lurus dan sejenak menggigit ujung jarinya. Ia penasaran, tapi sama halnya seperti Alice yang sebelumnya tak mengetahui apapun darinya. Ia sadar, ini bukan hal yang menyenangkan. Otaknya terus memutar semua kemungkinan, tapi nihil. Tak ada yang diketahuinya sedikitpun tentang apa yang ingin disampaikan Keylie.
“James, apa mungkin Keylie memiliki rahasia besar tentang Cedric?” Alice menengok pada suaminya dengan bibirnya yang memucat.
Pria itu menggeleng dan mengusap sisi wajah istrinya dengan lembut. Meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja setelah ini. Meyakinkan bahwa Keylie mungkin saja hanya ingin menanyakan tentang keadaan mereka, bukan sebuah rahasia seperti apa yang dipikirkan Alice. Meski sesungguhnya bukan Alice saja yang berpikir ke arah tersebut, melainkan juga dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARCANE [End]
Fiksi PenggemarJames Arthur telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya. Membuat pria itu merasakan kehilangan yang sanggup menghancurkannya dalam waktu sekejap. Namun siapa sangka jika dia menemukan hal lain setelah mendapati sebuah surat di balik lukisan...
![ARCANE [End]](https://img.wattpad.com/cover/302961131-64-k853988.jpg)