Takdir (5)

753 144 21
                                        

"Ayah pulang..." Seru Yunho dengan bernada. Saat itu hari sudah menjelang malam. Kepulangannya disambut oleh putri kecilnya seperti biasa, dan satu lagi gadis cilik mengikuti Seulgi di belakangnya. "Loh, ada Joohyun juga!" Serunya dengan senyum lebar.

"Malam, Oom." Sapa Joohyun sopan. Yunho mengelus kepalanya, membuat Joohyun tersenyum senang.

Setelah masuk ke dalam rumahnya, baru lah Yunho menyadari ada tamu lain di sana; Victoria. Dia bisa menebak kalau Joohyun baru saja bertemu dengan 'calon' keluarga lainnya. Biasanya, Joohyun akan bercerita dengan mereka sehabis pertemuan dengan 'calon' keluarganya.

Soojin sedikit 'memaksa' Victoria untuk tinggal dan makan malam bersama mereka. Beres makan, mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Kedua gadis cilik tengkurap di karpet, kompak mewarnai buku bergambar mereka. Soojin melihat keduanya tampak menggemaskan, ujung lidah Seulgi terjulur sedikit, sedangkan kening Joohyun mengkerut. Keduanya berkonsentrasi penuh agar krayon mereka tidak keluar jalur.

"Joohyun, nggak ada yang mau diceritain?" Yunho memulai pembicaraan.

"Hmm?" Joohyun merespon dengan gumaman, dia masih sibuk mewarnai gambar.

"Nggak usah takut karena ada aku di sini, Joohyun." Ujar Victoria. "Kamu bebas cerita sama keluarga Kang tentang orang-orang yang kita temui."

"Oh! 'Calon' keluargamu, Hyun?" Seulgi tersenyum. "Joohyun selalu cerita kok." Ujarnya. "Mereka baik nggak?"

"Baik kok." Jawab Joohyun. "Mereka tinggal nggak jauh dari sini."

"Yang bener? Siapa namanya?" Tanya Yunho.

"Changmin dan Yeonhee." Jawabnya.

"Oh, aku kenal mereka! Changmin orang yang baik. Dia guru SD, kemungkinan dia bisa jadi gurunya Seulgi taun depan pas Seulgi masuk sekolah." Ujar Yunho. "Istrinya juga baik kan ya, Bun?"

"Yeonhee baik juga kok." Ujar Soojin. "Kalo ada acara bakti sosial dia nggak pernah absen."

"Kita ketemu mereka kan ya, AyBun?" Tanya Seulgi kepada kedua orang tuanya. "Yang waktu kita jalan-jalan ke sekolah itu?"

"Maksudmu yang waktu kamu ngerengek minta masuk sekolah saat itu juga..." Goda Yunho.

Soojin tertawa, "Ayahnya nggak ngijinin Seulgi masuk sekolah taun kemarin."

"Karena dia masih terlalu muda." Sambar Yunho.

"Terlalu kecil, Yah. Pihak sekolah khawatir kalo Seulgi bakal dibuli sama anak-anak yang lebih besar."

"Tapi aku udah bisa nulis namaku!" Ujar Seulgi bangga, lalu dia menuliskan sesuatu di buku bergambarnya. Setelah selesai dia menyodorkannya ke Joohyun.

Joohyun membacanya, "Kang Seulgi." Sahabatnya nyengir lebar dan mengangguk bersemangat. Joohyun menuliskan namanya di bawah nama Seulgi, lalu dia menyerahkan kembali buku bergambar Seulgi.

"Bae Joohyun." Seulgi membaca deretan huruf dengan sedikit terbata. "Tulisan kamu lebih bagus dibanding tulisanku."

"Iya lah... kan aku udah sekolah." Ujar Joohyun.

"Aku juga taun depan bakal masuk sekolah!" Sahut Seulgi tidak mau kalah.

"Iya, nanti sekolah bareng aku, ya?" Sambut Joohyun.

"Jadi... itu artinya kamu mau tinggal sama Changmin dan Yeonhee?" Tanya Victoria.

"Kayanya?" Sahut Joohyun.

"Kayanya?" Cecar Victoria lagi.

"Kayanya."

Victoria menghela napas, "Joohyun, kamu tau kan semua keputusan ada di tangan kamu? Aku dengan senang hati bakal bantu kamu sampe nemuin keluarga yang benar-benar cocok. Nggak ada pemaksaan di sini, Joohyun."

Us against the worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang