Joohyun memandang ke arah pintu sebab dia mendengar ada yang mengetuknya. Senyumnya langsung mengembang ketika dia melihat pacarnya masuk ke dalam kamar tanpa dipersilakan. Jangan salah, ini sudah lumayan Seulgi mau mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Hai," Seulgi menyapanya sambil segera bergegas ke tempat tidur Joohyun, lalu dia duduk di sampingnya di atas kasur. "Udah enakan?"
"Udah dong. Bunee bilang demamku udah turun."
"Tannee udah dateng? Di mana dia sekarang?"
"Diajak makan dulu sama Bunda."
"Lah, kok Bunda curang udah ke sini aja?!" Seulgi protes.
"Pulang kerja langsung ke sini, nggak pulang ke rumah dulu." Jelas Joohyun. "Kamu ke sini sendiri?"
"Sama Ayah. Aku minta Ayah buat beli camilan sama minuman dulu biar kita bisa berduaan sebentar." Jawabnya masih dengan sedikit cemberut. "Kamu nakutin aku, tau nggak? Masih sakit?"
"Udah nggak sekarang." Joohyun tersenyum, "Jangan cemberut aja."
Seulgi menghela napas kasar, "Sekolah rasanya nggak asik banget karena nggak ada kamu. Tadinya aku mau bolos, tapi pas ketemu Bu Siska terus ditanya mau ke mana, aku gelagapan. Jadinya aku bilang mau pipis."
"Ya ampun, banyak gaya sih kamu." Joohyun terkekeh, kemudian meringis kesakitan.
"Tuh kan, katanya nggak sakit!"
"Tadi nggak, ini gara-gara ketawa aja. Beneran." Jelas Joohyun. Dia menatap pacarnya yang juga sedang menatapnya, "Jadi... Ayah sama Bunda udah tau tentang kita gara-gara kamu keceplosan?"
"Iya," Jawabnya singkat.
"Kabar buruk kah?"
"Nggak juga, tapi bikin aku malu!"
"Kamu juga?" Tanya Joohyun penasaran.
"Maksudnya aku juga apa nih?"
"Ya itu... kenapa bisa bikin kamu malu? Kamu kan udah biasa malu-maluin."
"Ish! Sembarangan!"
"Ya abis apa dong yang bisa bikin kamu malu?"
"AyBun ngasih tau sex education!"
"Sama kalo gitu. Bunee juga." Ujar Joohyun. "Mereka tau kan kalo kita masih terlalu kecil buat gituan?"
"Iya, makanya mereka tuh mau mencegah kita biar nggak kebablasan." Jawab Seulgi. "Eh tapi... emang kamu pernah kepikiran begituan?"
"Nggak. Kamu?"
"Nggak juga. Kaya yang kamu bilang, kita masih di bawah umur. Untuk sekarang, aku sih udah ngerasa bahagia cukup dengan ciuman sama kamu."
"Modus kamu minta ciuman itu mah." Joohyun tertawa lagi dan kembali meringis kesakitan.
"Jangan ketawa terus!" Seulgi menegurnya. Dia senang melihat pacarnya banyak tertawa, tapi dia tidak suka melihat Joohyun meringis kesakitan. "Lagian aku nggak minta ciuman sekarang. Aku tau diri dan tau tempat. Gimana nanti pas kita lagi enak-enak ciuman, eh Ayah dateng? Bisa dicabut surat ijin pacaran aku."
Seulgi selalu bisa membuatnya bahagia, dengan perkataannya, tingkah lakunya, dan lainnya. Tanpa bisa dicegah, Joohyun lagi-lagi tertawa. Tapi sayang, tertawa membuat bekas operasinya sakit kali ini. "Hyun, udah jangan ketawa mulu, please..."
"Kamunya jangan ngelawak!"
"Aku nggak ngelawak!" Ujar Seulgi. "Oke, ganti topik. Kamu kapan keluar dari rumah sakit?"
"Bunee bilang normalnya seminggu, lima hari kalo aku udah bisa bener-bener sembuh."
"Aduh... seminggu tanpa kamu di sekolah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Us against the world
FanfictionPerjalanan kisah Seulrene/Aseul sejak mereka kecil hingga dewasa. A/n: Bahasa santai. Nggak baku, tapi semoga nggak berantakan juga. Selamat membaca.
