Rumput-rumput menari mengikuti belaian angin. Panas yang akan terik membuatku ingin menari-nari diantara ilalang yang berada di Sawah sebelah sekolah. Yah... Mungkin Tarianku akan tiba-tiba hilang lagi ketika aku mengingatmu. Kenangan yang sepatutnya bisa bahagia namun dikubur oleh rasa yang tak pernah sampai. Sampai ke kita namun tidak sampai kepada orang tua kita. Apalagi cinta kita terhalang kasta dan harta.
Kakuku heningku sektika tiba-tiba merayap piluh membekas dalam berkas-berkas kenangan kerika saat itu kita dipisahkan secara terpaksa oleh Ibumu. Dengan menuding-nuding aku adalah anak gembel, pungut, miskin segala carut marut hinaku dimatanya membuat ku semakin menciutkan rasa yakinku pada kata " Kita ". Apakah kau terus menerus menjadi Sayap-sayap Cinta Pelangi pada setiap lembaran Deary harianku ???
***********
Flash back
***********
" Kamu ini udah berkali-kali diajarkan orang tuamu. kalau dikasih tau itu nurut. Bukanya malah bantah " tegas Ibu Iqbal.
" Apasalahnya aku berteman dengan Angel ? "
" Salah besar kamu.. dia itu kena asma. Penyakit itu dari Kucing. Menjijikkan tau nak !!! Pokoknya gak mau tau kamu harus jauh-jauhi anak itu "
" Tapi aku masih tetap berteman sama dia "
" Temanmu kurang banyak apa ??? Hei itu ada Jea anak Pak kades, ada Dimas anaknya Pengusaha Tebu, itu banyak. Daripada berteman sama si dia ?? Gada Faedahnya sama sekali nak. "
" Cukup Bu Cukup.... Aku mau tetap berteman sama dia. Gak peduli apapun " bergegas berpaling. Namun..
" Kalau sampai kau sentuh anak Miskin itu.... Tak akan ku biayai sekolahmu. Cukup sampai disini. Daripada Ibu capek membelikan obat karena kamu tertular penyakit nantinya "
" Sebaiknya kau turuti Ibumu. Sudahi semua pertemanan kita Termasuk.... Sudahlah Terimakasih buat semuanya " pungkasku mengakhiri perdebatan tersebut
********
Tik...Tok
********
" Fush " Bayu meniup keningku dengan kencang. Dan sangat mengejutkan membangunkanku dari bawah alam sadarku. " Ngelamun apa sih dek ??? Masih Bocil udah ngelamun aja. kayak mau Mentri aja sok pemikir " celetuknya. Aku membalasnya dengan memgangguk. Aku masih menunduk karena takut. Aku masih bertanya-tanya kenapa aku dibawah ke sawah samping sekolah tepat di pohon mangga tempat seringkali ku lihat kakak kelas pada nongkrong. " Dek Mau Rokok gak ??? " Tawarnya padaku. Balasku hanya mengeleng saja.
" Punya mulut gak sih kamu " dia mendekat wajahnya padaku sambil memeriksa mulutku dipegang-pegang lalu dia tertawa cekikikan. Akupun ikutan tersenyum lalu berkata " Appan sih... Mulutnya bau Rokok " ketusku. " Owh kamu gak suka Rokok ??? Tanyanya. Dengan sengaja dia menyalakan Rokok dihadapanku. Kemudian asapnya diarahkan ke aku.
Aku mencoba menghindari asap yang paling aku benci namun tidak bisa. Tiba-tiba kepalaku pusing secara mendadak. Dan aku kemudian perlahan-lahan duduk. " Eh kamu kenapa.... Ya Tuhan Gue bodoh banget.... Sorry soryyy.... Gua gak tau kalau kamu gak sukak asap rokok ?? " Tanyanya khawatir. Aku hanya mengangguk. Dia memegangi kepalaku dan pundaku. Kurasakan tanganya yang begitu putih dan kokoh. Bisa membuatku terbang melayang. Tanpa disadari aku tersenyum ditengah kondisiku seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap-Sayap Cinta
Teen FictionAngel cewek belasan tahun terbilang usianya. lahir dari keluarga dengan ekonomi yang kurang memadai. disisi lain dia harus berjuang keras demi pendidikannya. Ia terjebak dalam sebuah kisah cinta. ia tidak bisa memilih mana yang akan ia jadikan sepa...
