Masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini. karena semakin kau kiat memulai lebih awal semakin cepat pula kau mengunduh hasilnya. Ingat satu hal, karena kesempatan tidak datang dua kali maka lakukan yang terbaik hari ini jikalau ingin meraih kesuksesan.
" Kalau impianmu tak bisa membuatmu takut, mungkin karena impianmu tak cukup besar." - Muhammad Ali
*************
" Langsung saja angkat Tangan siapa yang bisa menjawab ?? " Ucap Pak Kholil Guru Bahasa Indonesia.
" Baik Bapak mohon izin menjawab, jadi Teks prosedur secara umum diartikan sebagai langkah-langkah suatu kegiatan untuk melakukan suatu pekerjaan dan cara menyelesaikannya. Teks ini berguna sebagai panduan dalam membuat atau menyusun sesuatu. " Aku mengacungkan tangan.
" Lalu bagaimana ciri-ciri teks prosedur??? "
" Bahasa yang digunakan bersifat imperatif, yakni berisi kalimat perintah, agar pembaca melakukan apa yang diperintahkan dalam teks prosedur. Menggunakan kata penghubung seperti yang pertama, kemudian, yang kedua, selanjutnya, dan sebagainya. "
" Terakhir Sebutkan struktur, contoh dan langkah-langkah membuat Teks Prosedur ! "
" Struktur ada Tujuan, Alat dan Bahan, Langkah-langkah lalu penutup. Kemudian Contoh teks prosedur Biasanya hanya terdiri dari 2 atau 3 langkah saja. Contoh teks prosedur sederhana antara lain "cara mengganti baterai remote", "Cara membuat kompres untuk demam", atau "cara shutdown komputer atau laptop". Dan yang terakhir yakni Langkahnya antara lain.... "
" Stop.... " Pak Kholil menghentikanku dan bertepuk tangan disambit oleh beberapa siswa di kelas antara lain Jafar dan Viki.
Hanya mampu tertunduk malu karena tatapan Pak Kholil berbinar-binar tidak seperti biasanya. Ataukah mungkin ada jawabanku uang salah yah ??? Atau mungkin aku gak sopan mungkin dalam menjawab soal-soal yang telah dilontarkan???. Aku mengeryitkan dahi seraya Guru laki-laki itu menjabat tanganku.
" Selamat kamu berhasil ujian lisan harian bahasa Indonesia dengan nilai seratus. Pertahankan dan jangan sampai turun lagi, oke ?? " Ucapnya menyemangatiku. Mataku berkaca-kaca Akhirnya mendapatkan pujian dari sekian banyak guru di sekolah ini. Memang semenjak Pembullyan tersebut banyak nilai-nilai pelajaran yang mulai turun dari porosnya. Jikalau aku dulu suka dengan IPA sekarang hanya menghafalkan rumus-rumus tentang gaya sekecil itupun aku susah untuk mengingat. Bayangan hitam menyergap dari belakang kemudian menyisakku diam-diam.
" Terimakasih banyak Bapak. Saya qkan belajar lagi agar untuk Bab Berikutnya " pungkasku tersenyum lebar. Kemudian aku berjalan kembali menuju mejaku melewati mejanya Dhea.
Srettt.... Bruk.....
Kaki Dhea menghalangi jalanku. Sehingga aku tersandung dan kemudian terjatuh ke lantai. " Waduh.... Gak cuma otaknya aja yang Pintar. Matanya juga dong !!! " Seluruh kelas riuh menertawakan apa perkataan Dhea. Aku tertunduk malu dan segera bangkit dari tempatku tersungkur.
Perlahan-lahan ku merasakan sakit itu lagi. Ku kira hatinya sudah sembuh. Tapi pada akhirnya Djea Kambuh Lagi tingkahnya. Jika memang membiarkan dirinya tertawa puas adalah hal terbaik maka. Aku akan membuatnya terus tertawa hingga mereka tak pernah merasakan duka yang aku alami.
********************
Kring.... Kringgg.....
*******************
Bunyi deting Bel membuat gaduh. Menandakan tiba waktunya istirahat. Dengan langkah seribu aku bergegas menuju kantin. Aku tidak pernah bisa membayangkan jika aku terus menerus di kelas. Maka siksaan bertubi-tubi akan segera datang berulang kali. Entah Dian atau Dhea yang akan menghabisiku duluan.
Di kantin ku lihat banner kecil bertuliskan " Warung Cak Wito " yang mana menjual makanan kesukaanku yaitu bakso. Tanpa berbincang-bincang dengan siapapun. Aku mengambil sebuah mangkok dan sendok. " Bu Nik.... Bakso yah !!! Uangnya nanti saja kan ??? " Ucapku hanya dijawab anggukan oleh Istrinya Cak Witto. Kemudian ku ambil sepuluh pentol yang harum sedap sekali baunya dengan kaldu mengepul nikmat. Ku taruh juga kuah kaldu sapi resep yang tidak kalah dari Bakso terkenal di kotaku.
Dengan sedikit kepanasan aku mengambil duduk paling pojok di kantin menepatkan diriku jauh dari keramaian. Sebuah kursi panjang yang masih bagus nun jarang diduduki. Aku melupakan sesuatu yang harusnya ku ambil dari tadi. Ku taruh semangkuk baksoku untuk mengambil Es belewah merah yang sangat mengoda.
Selepas itu ku kembali ke tempatku duduk.namun semangkuk Bakso sudah tidak tersedia di tempatnya. Aku terkejut kebingungan sembari mengaruk-garuk kepalku. mencoba mencari ke bawah kursi dan disekitarnya namun tidak ketemu.
" Tara .... Mak Jreng ... " Sosok laki-laki tiba-tiba muncul mengejutkanku dengan semanguk bakso yang digenggamnya. Dengan polos, kali ini Dia tersenyum manis kembali ketika Memberikan sekuntum mawar merah siang itu.
" Ishhh... Ku cari-cari ternyata hiiih " ucapku kesal sembari mengambil Bakso.
" Maafkan saya Tuan putri. Tadi Aku liat Baksomu hampir dimakan Si Meong "
" Ha ??? Meong ??? "
" Kucinglah.... masak orang "
" ku kira wkwkwk "
" Ndaklah.... Eh bagaimana kabarnya??? "
" Alhamdulillah... Tidak terlalu Buruk "
" Tapi Aman kan ??? Apa ada yang perlu ku bantu ??? Selain mencintaimu. "
" Ishhh gombal.... "
" Ini real... "
" Gak Percaya aku "
" Oke.... Bentar "
Kak Irfan kemudian mengambil Satu tusuk yang diatasnya ada Sebiji pentol bakso. Dengan tatapannya yang amat romantis dia berlutut kemudian wajahnya mendongak disertai tanganya yang mengulurkan pentol. " I willl marry you... My princess. Sekuntum mawar pentol menjadi saksi Aku begitu tulus kepadamu ". Aku tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya. Tanpa ragu memakan Pentol itu langsung sembari memegang tanganya yang sehalus sutera.
Kita berdua tertawa bersama-sama. Seiring siswa-siswi SMP Laskar Mandala yang mulai mendatangi kantin dengan menatap jijik ke arahku dan Kak Irfan. Namun saking asiknya aku mampu menepis hal itu dengan candaan dari Kak Irfan yang amat begitu garing kurasa. " Eh Bay... Sini duduk " Tawa Kak Irfan menyambut Kak Bayu yang berdiri lima langkah dari arah kami. Dengan tanpa menjawab sepatah katapun Ia pergi dari hadapan kita. Terkejut, Aku dibuatnya namun mungkin ini karena syarat kemarin yang aku berikan padanya untuk memberikan jarak diantara kita.
*************
Sepulang sekolah kali ini Aku berjanji bertemu kembali dengan Kak Irfan. Katanya dia ada hal penting yang akan disampaikan kepadaku. Di depan gerbang sekolah bertuliskan " SMP Laskar Mandala " Aku sudah menunggunya sudah lebih hampir setengah jam. ' Apakah Kak Irfan Lupa dengqn janji kita yah ??? Hmmm... Gak mungkin deh. Kan dia orangnya tanggu jawab. Pramuka aja dijalani apalagi hubungan kita berdua wlwkwkwk ' Batinku liar.
Sebuah sepeda Motor ninja hitam melesat mendekatiku dengan rem mendadak. " Nunggu siapa ??? " Tanya Kak Bayu. " Kak Irfan " ketus jawabku dengan memalingkan wajah ke arah jalan. " Gak mau bareng Pulang?? ". " Gausah... Tuh Kqk Irfan sudah Keluar " senyumku sembari melambaikan kedua tanganku.
" Eh Nunggu Lama Yah ??? Sorry tadi Wali kelasku Marah-marah. Karena anak-anak tidak menjaga kebersihan kelas " Ujar Kak Irfan. Disusul dengan Kak Bayu yang bergegas Pergi meninggalkan kami. Berdua. Kak Irfan menuntun sepedanya sehingga aku mengikutinya sambil berjalan pelan menuntun seoedaku.
" Iya Ka tidak apa-apa.... BTW kan kakak Kelas unggulan kenapa Kog kurang bisa menjaga kebersihan ??? "
" Kemarin tuh ada ujian harian seni budaya mebuat kerajinan gitu anak-anak mengerjakan sampai larut sore. Sampah hasil kerajinan itu tidak langsung dibuang tapi ditumpuk di depan kelas. Dan berakhir Pak Karno yang marah-marah wkwkwkk "
" Owalah gitu kak.... "
" ( Menganguk-anguk) BTW insyaallah Besok Bulan Desember akan diadakan PERJUSAMI ( perkemahan Jumat Sabtu Minggu ) loh. Aku harap kamu bisa ikutan. Dijamin seru deh apalagi aku ketua panitianya "
" Wihhh keren Kak... Aku usahakan yah... Taulah yah Aku takut penyakitku kambuh lagi. "
" Hmmm... Tenang Khusus kamu Aku bisa jadi Dokternya. Mau dokter Cinta.... Tapi yang jelas aku Bukan Dukun Cinta wkwkwk "
" Apasih Kak "
" Bercandanya garing yah "
" Jangan senyum gitu Kak "
" Kenapa ??? Baper yah liat Prince Irfan sedang tersenyum ??? "
" Candu "
Dari arah sebuah warung dengan musik DJ yang di putar begitu keras. Aku melihat pria Monster besar itu Masuk dengan beberapa lembar uang ditanganya. Aku terkejut dan mempercepat langkahku. Kak Irfan bergidik aneh melohat tingkahku yang tiba-tiba berubah. Sementara Kak Irfan ku minta mengikuti langkahku berpijak.
Yanto si monster menyebalkan itu masuk ke dalam warung tersebut. Dari celah-celah warung dari kayu tersebut nampak jelas beberapa temannya sudah kisaran berumur kepala tiga. Ada yang gemuk, tambun, gondrong dan rata-rata diantara mereka bertato. Jantungku berdegup kencang melihat wanita-wanita berpakaian seksi berlari menyentuh bagian terlarangnya ke setiap pengunjung yang datang. Yanto dengan sombongnya memberikan uangnya dengan sukarela dengan senyuman penu hasrat.
" Bangsatttt " Lenguhku kasar namun Tidak terkontrol.
Yanto terkejut melihat aku dari celah-celah dinding tersebut. Dengan geram dia menepis wanita penghibur itu. Dia berlari kencang ke arahku. Langsung Aku dan Kak Irfan Lari ketakutan untuk menghindarinya. Namun semuanya diluar dugaanku
" Ha.... Ha .... Ha ... Ha.... "
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap-Sayap Cinta
Teen FictionAngel cewek belasan tahun terbilang usianya. lahir dari keluarga dengan ekonomi yang kurang memadai. disisi lain dia harus berjuang keras demi pendidikannya. Ia terjebak dalam sebuah kisah cinta. ia tidak bisa memilih mana yang akan ia jadikan sepa...
