Buper jadi Baper

77 55 89
                                        

" Tidak masalah di mana kamu berada; Aku selalu bisa mendengar detak jantungmu saat aku berbaring dan melihat wajahmu saat aku memejamkan mata. Aku sudah tidak ingin dunia, aku tidak ingin langit, aku tidak ingin bulan, aku hanya ingin kamu menjadi bagian hidupku. Aku sangat mencintaimu, Sayangku "
Deary " Sayap-sayap Cinta " (2012)

*************
PRIT...PRITTT
**************

Lagi-lagi peluit kematian itu mengagetkan kita semua, ketus dari siswa laki-laki yang berbondong-bondong membawa tenda besar sebagian membawa dom yang berisikan hanya 4 orang. Aku hanya terbahak-bahak melihat wajah kesal beberapa anak-anak cowok yang lebih banyak membawa perlengkapan perkemahan daripada cewek. Karena mungkin dianggap merekalah yang paling tangguh membawa setiap barang-barangnya yang besar tersebut sampai ke sekolah. Bebeda dengan Cewek yang diutamakan tak lain adalah perlengkapan make up, tidur dan makan bahkan untuk urusan pribadinya.

Sedikit gusar melihat Widiya belum datang-datang. Padahal ia kebagian bawa tenda. Semuan perlengkapan kelompok sudah dibagikan dari minggu lalu. Bahkan menurtku Tim kami adalah tim terajin yang selalu mengadakan pertemuan. Aku ditugaskan memmbawa katu bakar, siti perlengkapan makan, dan Vina untuk lauk pauknya.
Semua peserta PERJUSAMI sudah dibariskan dilapangan. Namun Si Widiya tidak kunjung menampakan batang hidungnya. Padahal agenda pertama adalah pembangunan tenda. Denga sedikit gusar penuh kebimbangan aku menciba tetap foku dengan apa yang disampaikan Kak Anggun di depan. Dia sedang menge-chek kelengkapan dari tiap masing-masing Peserta Kemah.

" Ada yang satu anggota kelompoknya belum datang "
" Saya kak " dengan keberanian Penuh.
" Kenapa tidak datang ??? Apakah kalian tidak saling koordinasi ?? "
" Sudah kak Tapi ini semua diluar rencana kami. Padahal sudah share di grup WA bahwa kumpulnya jam set 7. Namun sudah hampir jam set 8 Widiya tidak kunjung datang "
" Katanya anak Pramuka " rela menolong dan tabah ". Kenapa gak disamperin saja kerumahnya "
" Maafkan kami kak "
" Tidak ada maaf... Sudah berapa kali kamu melakukan keselahan ??? Khusus kelompok kamu harus tinggal ditempat "

Prit...prit.... Prit

Peluit kedu kali mengisyaratkan untuk seluruh peserta menuju tanah lapang yang ada di belakang sekolah. Pukul jam 8 harusnya sudah mulai menyiapkan tenda. Karena jam 9 akan diadakan APEL pembukaan PERJUSAMI oleh Pak Budi. Namun semuanya tidak berlaku bagi kami yabg anggotanya masih bolong satu.

Kami bertiga menatap satu persatu kelompok meninggalkan kami yang berdiri dengan kepala menunduk. ' Ya Tuhan.... Cobaan apalagi ini. Hufs ' batinku teriak. Widiya pun tak kunjung datang membuat kami kemungkinan besae jadi amukan Kakak jahat satu ini.

" Kenapa tatapanmu gak enak begitu ??? Marah kamu Angel ??? "
" Ti... Tidak Kak "
" Bilang aja gak terima kan Loe dihukum ??? "
" Ini memang kesalahan kami. Kami harus bertanggungjawab "
" Yang salah itu Loe... Merebut Pacar orang "
" Mohon maaf Kak kurang enak kalau masalah itu dibahas disini "
" Apa ? Kamu malu diejek PELAKOR oleh temen-temenmu ??? "
" Tidak Kak. Namun dengan segenap jiwa dan raga saya bersumpah tidak pernah merebut Kak Bayu dari Kak Anggun "
" Bisa-bisanya Loe bilang seperti itu setelah ketauan basah berduaan sama Pacarku, Gilakkk "

Cowok bertubuh tinggi tegap, kurus. Dengan mata kecoklatan berdeham keras sehingga memecahkan pembicaraanku dengan Kak Anggun.

" Kamu tidak apa-apa kan Angel ? "
" Tidak Apa-apa Kak "
" Apa yang dikatakan Anggun kepada Kalian ??? "
" Hmm... Sudahlah jangan dibahas "
" Kalau sampai ketahuan dia semaunya sendiri. Awas aja yah !! "
" Hmm... Yaudah gausah kepo "
" Untung aja ada teman kamu wkwkwkk... Kalau ndak sudah habis kucubit pipimu yang unyuk itu. "
Tiba-tiba dari arah kejauhan Widiya berlari dengan Tenda yang melingkar di tangan. Aku melihatnya bercucuran air mata mungkin karena merasa tidak bisa menepati janji kita tadi malam. Tanpa banyak basa-basi kami langsung berlari ke halaman kosong di belakang sekolah.
Sepungkas senyuman ku haturkan sopan sembari meninggalkan Kak Irfan yang masih sibuk dengan rasa penasarannya.' Jadi pengen di apa-apain deh sama pangeran imutku ' kata hatiku. Sembari tetap menyusuri lorong-lorong kelas menuju ke belakang.
Akhirnya sampailah juga Kelompok kami di bumi perkemahan.  Dari skat tali rafia sudah dibagikan batas tenda dari tiap masing-masing peserta. Bergegas mulai mendirikan tenda dengan semangat yang luar biasa. Dengan mencoba menyusun satu demi satu kerangka. Namun dalam percobaan satu dan kedua terus menerus gagal. Akhirnya percobaan ke lima gagal lagi. Hufs aku bahagia melihat beberapa anak yang tendanya sudah berdiri dari jam 8.
Sosok Pangeran imut ternyata menguntit dibelakangku. Aku tersadar karena gelak tawanya yang luar biasa terdengar keras. Dengan mengelembungkan pipiku dia berlari menghampiriku. Namun secepat kilat aku merapatkan jaroku di wajah menghindarinya mencubit pipiku. Namun berlari sedikit menjauh dari Tenda.
" Tuan Putri sepertinya kamu merasakan kesulitan menjalani hidup wkwkwk "
" Tentu... Tentu Pangeran imut sejagad. Apakah kau berkenan membantu mengurangi Tugas kerajaan ini ? "
" Ada yang perlu saya banting ?? "
" Bantu hmmm "
" Eh iya Bantu, Betul. "
" Baiklah, Kamu boleh mencubit pipiku yang seranum apel ini dengan satu syarat. "
" Demi Angin dan Oksigenya. Demi Api unggu dan kayunya. Segala persyaratan akan Pangeran penuhi "
" Bantu Saya mendirikan tenda "
" Baik... Perintah diterima. Laporan selesai "

Sayap-Sayap CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang