Menikmati coklat hangat di malam yang dingin ini bersama seseorang ternyata mampu membuat hatimu menghangat. Jay dan Heeseung sedang minum coklat hangat sembari menonton berita malam sebelum tidur.
"Kenapa panas sekali?" Jay meletakkan gelas yang dibawanya dan melepaskan hoodie miliknya.
"Panas? Ini dingin Jay." Heeseung bahkan hampir kedinginan meskipun memakai celana panjang dan juga sweater.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain dalam diam. Heeseung terlebih dahulu memutus eye contact mereka dan mengerutkan keningnya bingung. Sementara Jay membawa hoodie nya dan masuk ke kamarnya.
"Dia Rut? Sepertinya aku berkunjung di waktu yang salah. Astaga aromanya. Tapi jika pulang aku malas sekali untuk turun dan menyetir." Ya bayangkan saja, apartemen Jay berada di lantai 49 dan pastinya mencari mobil Jay tidak semudah itu karena basement nya luas.
Jay kembali ke ruang tamu nya membawa kunci mobilnya. "Heeseung, masuk kamarmu dan pulanglah besok. Ini kunci mobil ku yang tadi. Kunci pintunya ya, kamu tau sendiri bagaimana Rut alpha kan?"
Heeseung hanya mengangguk, ia menerima kunci dari Jay. "Selamat malam Heeseung." Jay kembali masuk ke dalam kamarnya setelah berperang dengan dirinya sendiri. Ingin sekali ia menyentuh Heeseung saat ini tetapi ia tau jika itu hanya menyakitinya karena mereka berdua sama-sama alpha.
"Hmm, terlihat menyedihkan. Harusnya dia memanggil mate nya agar dibantu dan mengusirku dari sini untuk mating." Heeseung menuruti permintaan Jay dan masuk ke dalam kamar yang sudah disediakan untuknya.
"Wahh nyaman juga meskipun agak sempit." Heeseung merebahkan dirinya dan memejamkan matanya untuk tidur.
Bayang-bayang Jay mengganggu Heeseung, dimana penampilannya yang berantakan dan juga penuh dengan nafsu yang ingin dipuaskan.
"HAHH." Heeseung terbangun begitu saja dengan terduduk, ia menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 2 dini hari.
"Apa yang kamu pikirkan Heeseung?" Heeseung mengusap wajahnya kasar dengan telapak tangannya. Baru saja tidur 3 jam tetapi memimpikan hal yang tidak senonoh.
"Kenapa jadi panas begini?" Heeseung melepaskan sweater yang digunakannya dan melempar selimutnya menjauh dari tubuh bagian bawahnya.
"Haus sekali." Heeseung memutuskan ke dapur untuk minum sebentar saja lalu ia akan tidur kembali. Demi apa malam ini terasa panas untuknya.
Heeseung menoleh kesana-kemari dan tentu saja tidak ada siapapun disini, feromon Jay yang seperti kayu manis menjadi lebih manis dalam penciuman Heeseung sekarang tersebar memenuhi apartemen ini.
"Feromonnya juga manis, berbeda dengan tadi siang yang terasa menusuk." Heeseung menjangkau gelas dan mengisinya dengan air dingin. Ia meminumnya sekali teguk tetapi masih merasakan panasnya.
"Apa aku juga ikut Rut? Bukankah aku sudah Rut bulan lalu?" Heeseung meletakkan gelas pada tempat semula dan berdiri di depan konter dapur. Ia meletakkan tangannya disana sebagai penahan tubuhnya.
"Pusing." Heeseung menunduk untuk meredakan rasa pusing dan juga panas yang ia rasakan disaat yang bersamaan.
"Heeseung." Saat akan jatuh ke bawah, Jay memeluknya dari belakang dan menyangga tubuh Heeseung.
"Jay? Aku pusing." Heeseung memegang tangan Jay yang berada di perutnya dan meremasnya kuat.
"Sepertinya aku juga Rut." Heeseung berbalik untuk melihat Jay yang memeluknya sejak tadi. Iris Jay yang tadinya berwarna hitam kelam berubah menjadi ungu gelap yang sedikit mengkilap.
Jay mendekatkan wajahnya pada Heeseung dan mencium bibirnya dengan kasar. Heeseung mendorongnya dengan kuat hingga pelukan mereka terlepas. Jay terhempas hingga ia menabrak meja dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fate [JaySeung]
Fiksi PenggemarApakah takdir akan mempermainkan keduanya? Atau Mereka yang bermain dengan takdir(?) bxb Jayseung Slow burn with lil angst Alpha x Alpha Omegaverse Warn : I know this is a omegaverse but I can't write something vulgar. And yeah this is slow burn st...
![Fate [JaySeung]](https://img.wattpad.com/cover/329211200-64-k197273.jpg)