22 ⚡⚡

3.5K 139 39
                                        

"Hee, yang benar saja? Kamu mau," Jay sampai tidak tau membalas apa untuk permintaan Heeseung kali ini, kalau aja minta pulau gitu pasti terkabul. 

"Ya, aku serius. Lagipula milikku lebih kecil darimu, apa kamu tidak bisa menahan milikku satu ronde saja?" 

"Memang lebih kecil, tapi tidak kecil juga karena kamu alpha Hee, aku," Perkataan Jay terpotong begitu saja oleh suara bel pintu. Pasti kang pizza nih yang mengganggu.

Benar saja, Jay keluar dan mengambil kotak pizza serta meletakkannya pada meja di kamar Heeseung.

"Satu ronde, ku jamin rasanya tidak buruk." Heeseung sudah menyiapkan lube dan melemparkannya pada Jay.

"Ingin ku bantu sayang?" Tanya Heeseung sembari terkekeh.

"Serius?" Jay menatap lube yang berada pada tangannya. Apa Heeseung akan benar-benar memasukinya?

"Sangat serius. Kamu bisa membersihkannya saja lalu akan ku bantu. Cepatlah." Heeseung mendorong Jay hingga masuk ke dalam kamar mandi. Sepertinya akan sangat menyenangkan nantinya.

Sekarang Jay bingung, ia hanya berdiri di depan wastafel dengan tatapan kosong. Baiklah, mengalah pada Heeseung sepertinya tidak masalah. Ia mencintai Heeseung kan? Ia bisa mengorbankan semuanya demi Heeseung.

Heeseung bahkan rela mengandung anak mereka kan walaupun alpha, meskipun tau resikonya, Heeseung tetap mempertahankan alpha kecil mereka. Jika permintaan Heeseung hanya seperti ini, ini masih belum setara dengan apa yang dilakukan Heeseung untuknya.

Heeseung sendiri tertawa sangat puas karena berhasil mengerjai Jay, sebenarnya ia tidak bersungguh-sungguh, tetapi melihat Jay yang kebingungan serta sedikit ketakutan membuatnya menjadi bersemangat.

15 menit berlalu dan Jay keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe. "Heeseung." Ia melihat Heeseung yang sedang bermain PlayStation nya. Jay pun menepuk pelan pundak Heeseung untuk mendapatkan atensinya.

"Ohh, sudah siap?" Heeseung menghentikan game nya dan memeluk Jay yang berdiri dihadapannya.

"Ayo, katanya kamu ingin. Aku sudah mandi dan kamu bisa melakukannya."

"Benar-benar tidak masalah?" Heeseung melonggarkan pelukannya hanya untuk menatap Jay.

"Tantu saja tidak masalah, kamu bisa melakukannya untukku kan? Maka aku juga bisa." Jay tersenyum simpul, ia mengecup bibir Heeseung kemudian.

"Budak cinta ku, sangat mencintai ku ya hingga tidak ingin aku kecewa. Mari kita mulai kalau begitu." Mana bisa Heeseung melewatkan kesempatan yang sangat baik ini, ia ini masih alpha dan punya keinginan juga untuk mating dengan posisi atas.

Heeseung membuka bathrobe yang Jay kenakan dan bersiul nakal. Hal itu membuat Jay sedikit tersipu. Heeseung menuntun Jay untuk berbaring, ia kemudian mengambil lube yang berada ditangan Jay.

"Aku hanya membersihkannya saja tadi, aku tidak tau caranya."

"Tidak tau caranya ya? Apakah kamu lupa ingatan Jay? Siapa yang menyiapkan ku saat mating hah?"

Heeseung mengoleskan banyak sekali lube pada telunjuknya, Jay masih sempit apalagi tidak pernah menjadi pihak bawah dan Heeseung ingin memberikan pengalaman yang baik.

"Shhh." Jay meringis pelan dikala merasakan jari Heeseung bergerak dibawah sana. "Sakit Hee."

"Memang itu yang aku rasakan juga, sebentar, aku akan membuatmu menikmatinya."

Heeseung terus saja menggerakkan jarinya untuk mencari titik sensitif Jay. Dengan perlahan tentunya, ia sendiri tidak pernah menyiapkan seseorang, hanya berbekal pengalaman saat Jay menyiapkan dirinya.

Fate [JaySeung]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang