"Ingin makan apa?" Jay sudah bersiap untuk menghubungi layanan kamar lewat telepon yang ada di kamar ini. Jika kalian pikir mereka terjebak kemarin tentu saja tidak. Mereka saja yang memilih untuk tinggal dan menghabiskan Rut bersama.
"Makanan berat, aku ingin," Jay yang sedang cuddle dengan Heeseung pun menutup bibirnya dengan telunjuk.
"Tidak ada makanan cepat saji, aku tau kamu akan pesan ramyeon atau burger jumbo."
"Lah? Yang makan kan aku bukan kamu."
"Nanti perutmu buncit, itu saja abs nya sudah hilang hahahaha." Jay menggelitik perut rata Heeseung, dulu saja masih ada walaupun terlihat sedikit, sekarang sepenuhnya hilang.
"Tadi kan sudah olahraga, dari kemarin malah. Kita membakar kalori yang cukup banyak. Aku ramyeon ya 5 bungkus, eh itu aku pengen odeng juga, lalu,"
"Yakin? Padahal aku ingin kita makan sedikit saja karena aku akan mengajakmu jalan-jalan. Disini ada pasar loh."
"Yaudah ramyeon aja deh 4."
"Tapi,"
"Udah ah, nanti bisa olahraga lagi kalau perutku buncit."
"Si paling olahraga. Aku juga capek." Jay sedikit bergeser untuk menjangkau teleponnya. Ia tidak ada niat untuk melepaskan rengkuhannya pada Heeseung.
"Aku bisa bergerak untukmu, lagipula aku yang olahraga kan."
"Yayaya, diamlah sebentar, aku akan memesankan makan untuk 2 alpha yang kelaparan ini."
Setelah memesan, Jay mengembalikan teleponnya dan duduk menyandar pada headboard kasur ini. "Peluk lagi tidak? Atau ingin bersiap saja?"
"Peluk." Heeseung melebarkan kaki Jay dan duduk didepannya. Jay pun dengan senang hati memeluk Heeseung yang bersandar pada dadanya.
"Aku harus pulang besok sore Heeseung, aku ada acara dengan ayah."
"Bisakah aku ikut denganmu? Kamu naik apa?"
"Pesawat, naik kereta bukan pilihan yang bagus meskipun seat nya nyaman karena memakan waktu. Kamu bisa ikut denganku dan menginap di apartemen ku jika ingin."
"Aku ikut, besok kita akan melihat danau dulu ya sebelum pulang."
"Apapun untukmu sayangku."
•••••••••••••••
"Bukankah mereka berdua alpha? Ku dengar salah satu dari mereka Rut kemarin dan tidak ada yang keluar dari kamar."
Jika sedang membicarakan seseorang setidaknya kecilkan volume suara kalian, jangan seperti Ibu-ibu ini, mana Heeseung dengar dengan jelas.
Heeseung dan Jay sedang check out dari hotel, ini sudah siang jadi mereka pergi ke danau dulu sebelum ke bandara. Koper milik mereka juga sudah diurus oleh Jay, Heeseung nafas aja kerjaannya.
"Haruskah aku bilang jika kita sama-sama Rut dan mating? Mengesalkan!"
"Sudah, hiraukan saja mereka, jangan membuang tenaga untuk hal yang tidak penting. Ayo Hee." Jay menarik tangan Heeseung dan mengajaknya pergi dari sini.
Mereka masuk ke dalam taksi yang akan membawa keduanya untuk ke danau.
"Ingin ke kuil ya? Sepertinya kalian mate. Ingin cepat punya keturunan pasti." Pak supir mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Heeseung tersedak ludahnya sendiri karena bapak supirnya bilang begitu. Dia hanya ingin melihat danau nya bukan ke kuil.
"Kami sama-sama alpha dominan Pak." Jawab Jay mewakili keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fate [JaySeung]
Fiksi PenggemarApakah takdir akan mempermainkan keduanya? Atau Mereka yang bermain dengan takdir(?) bxb Jayseung Slow burn with lil angst Alpha x Alpha Omegaverse Warn : I know this is a omegaverse but I can't write something vulgar. And yeah this is slow burn st...
![Fate [JaySeung]](https://img.wattpad.com/cover/329211200-64-k197273.jpg)