ᗷᗩᗷ 27

760 40 8
                                        

Keesokkan harinya.

Jam 6: 15 pagi.

RING RING !!

Damia terkejut dari lenanya apabila alarm yang dipasang itu berbunyi. Dia terus bergegas bangun untuk pergi membersihkan dirinya dan menunaikan solat subuh bersama sama.

" Mr pero , mia turun bawah kejap " kata Damia.

" Okay. " Rayyan menangguk.

" Ni yang aku suka " kata Damia. Dia tersenyum lebar.

20 minit kemudian....

" Sayang buat apa tu ? " Tanya Rayyan.

" Haish mampus aku. " Kata Damia perlahan.

" Masak. " Jawab Damia tersengih.

" No ! Tak boleh. " Balas Rayyan. Dia terus menarik lembut tangan isterinya itu. Api dapur terus ditutup.

" Kenapa pulak ? Mia masak je pun. " Tanya Damia. Keningnya diangkat.

" Tak boleh la. " Jawab Rayyan menggeleng.

" Habistu boleh buat apa je ? " Tanya Damia lagi.

" Rehat. " Kata Rayyan.

Damia terserentak.
" Hah ? "

" Ishhh taknak la. Bosan la kalau asyik rehat je " rengek Damia.

" Ha tengok tu , sebiji la macam abi dulu " kata Puan Ariana.

Mereka berdua terkejut.
" Hah ? "

" Maksud ibu ? " Tanya Damia.

" Sama la masa ibu mengandungkan mia dulu. Ibu nak masak pun abi tak bagi tau. Semuanya dia nak buat. " Jawab Puan Ariana. Matanya memandang ke arah Tuan Uwais.

" Ye ke ibu ? " Tanya Damia terkejut.

" Yes. Tapi abi buat semua ni bersebab. Bukannya saja saja. " Jawab Tuan Uwais menangguk.

" Tapi kenapa ? Itu tak boleh , ini tak boleh. Sama je macam Rayyan tu " kata Damia.

" Ada sebab la tu. Dia bimbang. " Balas Puan Ariana.

" Dah , dah pergi duduk sana. Biar ibu je yang sambung masak. " Katanya lagi.

" Tapi--- "

" Takde tapi tapi. Tak elok tau tak dengar cakap suami. " Kata Puan Ariana. Nadanya sedikit tegas.

" Baik ibu. " Damia menangguk.

Jam 9 pagi.

" Mia jom breakfast. Ajak Rayyan sekali " kata Tuan Uwais.

Damia menangguk.

" Jom breakfast. Abi dah panggil " kata Damia.

" Kenapa ni hm ? Marahkan Mr pero ke ? " Tanya Rayyan. Dia sempat menarik lembut tangan isterinya itu. Kini posisi Damia berada di atas peha suaminya itu. Mata mereka berdua bertembung.

Jantungnya mula berdegup kencang.

" Ta-- takde apa apa. Hm. " Jawab Damia tergagap.

" Mr pero tak benarkan sayang masak tu bersebab. Lagipun keadaan baby pun awal lagi. " Balas Rayyan.

" Tapi bagi lah mia masak la dulu untuk sekarang ni. Bila dah masuk , 6 hingga 9 bulan tu mia takkan masak dah. Please Mr pero. " Kata Damia.

" Haih yelah. Promise me ? " Jawab Rayyan.

" Promise. " Damia menangguk tersenyum.

" Dah , jom breakfast " Rayyan menarik lembut tangan isterinya itu pergi ke arah meja makan.

𝘊𝘌𝘖 𝘔𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘔𝘳 𝘗𝘪𝘭𝘰𝘵Cerita yang buat anda obses. Terokai sekarang