ᗷᗩᗷ 53

3.2K 33 21
                                        

Jam 5 petang.

" Sayang , bangun. Jom solat asar dulu. " Kejut Rayyan lembut.

" Jangan kacau orang nak tidur la. " Marah Damia.

" Sayang bangun lah. Dah pukul 5 ni. Jom solat asar dulu. " Pujuk Rayyan.

" Yelah yelah. " Damia menangguk. Dia terus bergegas bangun untuk pergi mengambil wuduknya itu.

15 minit kemudian....

Selepas selesai mereka berdua menunaikan solat asar , Damia hanya duduk di luar balkoni biliknya itu.

TOK , TOK

" Boleh abi masuk ? " Tanya Tuan Uwais.

Damia hanya menangguk.

" Kenapa abi sampai datang bilik mia ni ? " Tanya Damia.

" Mia marahkan abi lagi ke ? " Tanya Tuan Uwais.

Damia diam seketika.

" Princess abi... " Panggil Tuan Uwais.

" Mia tak marahkan abi pun. " Jawab Damia menggeleng.

" Dahtu kenapa ? " Tanya Tuan Uwais.

" Mia cemburu ke dengan Raiden ? " Tanya Tuan Uwais.

" Ya. Mia cemburu abi lebih lebihkan Raiden daripada mia. Tahu lah sekarang ni dah ada cucu kesayangan. Tapi janganlah lupa kita yang lagi satu ni.. " jawab Damia menangguk.

Tuan Uwais sudah pun tergelak kecil mendengar jawapan daripada anaknya itu.

" Takkan la cemburu dengan anak sendiri mia ? Arwah ibu dulu okay je. Tak cemburu pun dengan abi. " Tanya Tuan Uwais yang masih lagi tergelak kecil itu.

" Arwah ibu tak sama dengan mia. " Kata Damia menggeleng.

" Ya Allah princess. Abi tak pernah lupakan princess abi pun. Cukup lah abi dah kehilangan bidadari syurga. Tapi janganlah kehilangan princess abi yang satu satunya ni. " Kata Tuan Uwais. Ditarik Damia terus masuk ke dalam dakapan pelukannya itu.

" Mia tetap princess abi dunia dan akhirat tau " kata Tuan Uwais.

Damia menangguk tersenyum.

" Mia sayangkan abi tau " kata Damia.

" Ye abi sayangkan mia. " Jawab Tuan Uwais menangguk.

" Dah taknak merajuk lagi. Nanti baby yang dalam perut tu ikut mama dia juga. " Kata Tuan Uwais. Tangganya mengusap lembut kepala ananknya itu.

Damia terserentak.
" Hah ? "

" Abi dah tahu ? " Tanya Damia terkejut.

Tuan Uwais menangguk.

" Siapa yang bagitahu ? " Tanya Damia.

" Mestilah hubby. " Jawab Rayyan berlagak.

" Ishhh hubby ni langsung tak boleh simpan rahsia sikit eh " kata Damia. Tangganya mencuit perut suaminya itu.

" Kalau nak gaduh ke nak apa sabar kejap. Bagi abi keluar dulu " kata Tuan Uwais.

Mereka berdua menangguk.

" Siapa suruh sayang merajuk sangat ? Kan abi dah tahu " kata Rayyan.

" Suka hati la. Werk. " Jawab Damia menjeling.

" Haih dah anak sorang pun perangai macam budak budak lagi " kata Rayyan.

" Tapi comel. "

" Rindunya dekat arwah ibu. Kalau ibu dapat tahu mia mengandung lagi ni mesti ibu gembira kan " kata Damia perlahan. Dia tersenyum.

𝘊𝘌𝘖 𝘔𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘔𝘳 𝘗𝘪𝘭𝘰𝘵Cerita yang buat anda obses. Terokai sekarang