Chapter 14 : End First Case

3.9K 146 155
                                        

Tiga hari setelah menemukan potongan kain di pagar belakang sekolah, Adrian semakin jarang terlihat bermain saat jam istirahat. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengamati, mencatat, dan menyusun berbagai informasi yang berhasil ia kumpulkan. Sementara itu, Alex mulai mengeluh karena menurutnya penyelidikan mereka terasa terlalu lambat.

"Kita sudah seminggu melakukan ini."

"Baru enam hari."

"Itu tetap lama."

"Kau ingin kasus pembunuhan selesai dalam dua jam?"

Alex terdiam.

"Kalau bisa, iya."

Adrian hanya menggeleng.

Mereka sedang duduk di perpustakaan ketika Adrian kembali membuka catatan kecil miliknya. Di halaman pertama terdapat daftar informasi yang berhasil mereka kumpulkan selama beberapa hari terakhir. Tidak banyak, tetapi cukup untuk membentuk sebuah pola.

Korban ditemukan di taman belakang.

Tidak ada barang berharga yang hilang.

Tidak ada tanda perkelahian besar.

Ada bekas jejak menuju pagar belakang.

Dan seseorang melewati area itu pada malam kejadian.

Masalahnya, siapa?

"Itu yang belum kita tahu." gumam Adrian.

Alex yang sedang memakan biskuit menatapnya. "Kau bicara sendiri lagi."

"Aku sedang berpikir." sangkal Adrian.

"Itu yang aku bilang."

Adrian mengabaikannya.

Tatapannya kembali tertuju pada satu informasi yang terus mengganggunya.

Menurut laporan yang beredar, Marco Bellini seharusnya selesai bertugas pukul sembilan malam. Namun tubuhnya ditemukan di taman belakang pada pukul enam pagi. Artinya ada rentang waktu yang cukup panjang yang belum terjelaskan.

Dan di situlah letak masalahnya.

***

Hari berikutnya, kesempatan yang mereka tunggu akhirnya datang.

Saat pelajaran olahraga berlangsung, Adrian melihat seorang petugas kebersihan sekolah sedang membersihkan area dekat taman belakang. Pria itu termasuk salah satu pegawai yang sudah bekerja cukup lama di sekolah.

"Aku mau tanya sesuatu."

Alex langsung menyeringai. "Akhirnya."

Mereka mendekati pria tersebut.

Awalnya petugas itu terlihat ragu. Namun setelah Adrian menjelaskan bahwa mereka hanya penasaran dengan Marco Bellini yang selama ini dikenal baik oleh semua orang, pria itu mulai terbuka.

"Marco orang baik."

"Itu yang semua orang bilang," ujar Adrian.

"Karena memang begitu."

Pria itu terdiam beberapa saat.

"Lagipula, dia sebenarnya sudah mau pensiun."

Kalimat itu langsung menarik perhatian Adrian.

"Pensiun?"

"Iya."

"Kapan?" tanya Alex.

"Mungkin beberapa bulan lagi."

THE CASES OF ADRIANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang