Chapter 22 : Information

1K 47 3
                                        

Para orang tua mulai berdatangan ke American Main High School setelah mendengar kabar mengenai tragedi penembakan yang terjadi siang itu. Suasana di depan sekolah dipenuhi kepanikan, tangisan, dan wajah-wajah cemas yang terus menunggu kabar anak-anak mereka. Penembakan di lingkungan sekolah bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele. Dalam hitungan detik, nyawa seseorang bisa melayang dan meninggalkan luka yang akan dikenang seumur hidup.

Pihak kepolisian masih melakukan penyisiran di seluruh area sekolah sambil mengumpulkan bukti dan kesaksian. Sayangnya, keempat pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut berhasil melarikan diri sebelum petugas tiba. Hal itu membuat para orang tua semakin marah dan mendesak polisi agar segera menangkap para pelaku. Selama mereka masih berkeliaran di luar sana, tidak ada satu pun orang tua yang bisa merasa tenang.

Madrick dan Olivya tiba hampir bersamaan di depan sekolah. Tak lama kemudian, sebuah mobil lain berhenti dan Allcy keluar bersama Kate serta Jenny. Wajah gadis itu terlihat pucat. Bahkan langkahnya nyaris berlari ketika melihat kedua orang tuanya berdiri di balik garis polisi.

"Papa, dimana Adrian?" tanya Allcy tanpa basa-basi.

Madrick menggeleng pelan.

"Papa belum tahu. Polisi masih melakukan evakuasi dan orang tua murid belum diizinkan masuk."

"Belum tahu?" ulang Allcy dengan suara melemah.

"Iya."

"Korbannya banyak?" tanya Allcy lagi.

Tubuh gadis itu mendadak limbung.

Beruntung Madrick dengan cepat menahan tubuhnya sebelum jatuh.

"Sayang." Olivya langsung memeluk putrinya. "Tenangkan dirimu. Mama yakin Adrian baik-baik saja."

"Aku takut, Ma..."

"Aku juga takut." aku Olivya lirih. "Tapi kita harus percaya sama Ian."

Allcy menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Matanya terus menatap pintu utama sekolah yang masih tertutup rapat.

Beberapa menit kemudian, bel sekolah berbunyi nyaring.

Seluruh perhatian langsung tertuju ke arah gedung utama.

Tak lama kemudian, para siswa mulai keluar secara bergelombang. Ada yang menangis, ada yang memeluk orang tuanya, dan ada pula yang hanya diam karena masih syok dengan apa yang baru saja mereka alami.

"Madrick?"

Seseorang menepuk bahu pria itu dari belakang.

Madrick menoleh dan mendapati Gerald O'Brien berdiri di sana.

Untuk sesaat suasana menjadi canggung.

Gerald mengenal siapa pria yang berdiri di hadapannya. Bertahun-tahun lalu, ia pernah menjadi salah satu polisi yang berusaha melacak keberadaan Madrick Vallencio. Kini mereka berdiri di negara yang berbeda, dalam kehidupan yang berbeda pula.

"Daddy!"

Suara Alex memecah keheningan.

Remaja itu berlari menghampiri mereka sambil membawa dua tas ransel di kedua bahunya.

Namun senyum lega yang sempat muncul di wajah Olivya dan Allcy langsung menghilang.

Karena Alex datang sendirian.

Dan salah satu tas yang dibawanya adalah milik Adrian.

"Ian mana?" tanya Allcy cepat.

Belum sempat Alex menjawab, empat kantong jenazah hitam dibawa keluar oleh petugas evakuasi.

THE CASES OF ADRIANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang