Elva tidak langsung menjawab.
Tatapannya kembali beralih ke luar jendela. Ke arah mobil abu-abu yang masih terparkir tenang di antara deretan kendaraan lainnya. Dari kejauhan, mobil itu tampak biasa saja. Tidak mencolok. Tidak mencurigakan.
Namun justru itulah yang membuatnya mengingatnya dengan sangat jelas.
"Aku melihatnya," ucap Elva akhirnya.
Alex menunggu. "Melihat apa?"
Elva menarik napas panjang sebelum melanjutkan.
"Hari itu hujan."
Alex mengernyit.
"Hari Victoria menghilang?"
Elva mengangguk. "Hujan deras. Aku dan Victoria seharusnya pulang bersama. Tapi dia bilang ada seseorang yang ingin ditemuinya."
"Seseorang?"
"Dia tidak bilang siapa."
Elva menggigit bibir bawahnya.
"Waktu itu aku curiga. Victoria sudah berubah beberapa minggu sebelumnya. Dia sering menghilang sendiri, sering mencatat sesuatu, dan terus membawa map yang sama ke mana-mana."
Alex langsung teringat map lusuh yang kini dibawa Adrian.
"Jadi kamu mengikutinya?"
Elva mengangguk pelan.
"Aku merasa bersalah karena melakukannya. Tapi ya... aku mengikutinya."
Ruangan kembali sunyi.
Bahkan suara angin di luar terdengar lebih jelas.
"Aku melihat Victoria masuk ke area parkir belakang sekolah."
"Sendirian?"
"Awalnya, iya."
"Lalu?"
Elva menelan ludah.
"Lalu mobil abu-abu itu datang."
Jantung Alex seolah berdetak lebih cepat.
"Mobil yang sama?"
"Ya."
"Kamu yakin?" Alex terus memastikan.
"Sangat yakin."
"Bagaimana bisa?"
Elva menunjuk bagian belakang mobil itu dari kejauhan.
"Penyok kecil di dekat lampu kiri belakang."
Alex mempersempit pandangannya.
Dan benar. Ada bekas penyok yang nyaris tidak terlihat jika tidak diperhatikan dengan saksama.
"Aku mengingatnya karena waktu itu aku berpikir pemilik mobilnya pasti ceroboh."
Alex tidak berkata apa-apa.
Elva melanjutkan.
"Mobil itu berhenti. Victoria masuk ke dalam."
Alex membeku.
"Masuk?"
Elva mengangguk.
"Dia masuk dengan kemauannya sendiri."
"Jadi dia tidak diculik?"
"Itulah yang membuatku bingung."
Tatapan Elva meredup.
"Dia terlihat gugup. Tapi dia tetap masuk."
Alex mulai menyusun potongan-potongan informasi itu di kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE CASES OF ADRIAN
Misterio / SuspensoTidak setiap petunjuk mengarah pada kebenaran. Terkadang, justru kebenaran mengarah pada bahaya. *** Saat orang lain sibuk menikmati masa sekolah mereka, Adrian Vallencio justru sibuk memecahkan misteri. Semuanya berawal dari sebuah petunjuk kecil...
