21

1.4K 197 18
                                        

Chapter dua puluh satu

Suatu Sabtu sore, Harry ditinggal sendirian di asramanya, well, sesendirian yang dia bisa dengan dua ularnya.

"Master, kumohon, jangan buka kotak itu," Verde berdesis, meluncur berputar dalam kecemasan di atas kasur Harry. "Itu berbahaya,"

Nimmy, yang duduk di pundak Harry, memberikan helaan napas setara dengan manusia dan kalau dia bisa, dia akan memutar mata juga. "Bahaya adalah sesuatu yang sangat jelas akan menarik Master, kau bodoh,"

"Dia benar," Harry mengangguk, "Sekarang aku tentu harus membukanya,"

Verde, seperti biasa saat dia ditolak akan sesuatu, melempar dirinya ke kasur, perutnya terpampang. Ular itu menggeliat dan menunjukkan ketidaksenangan yang jelas; dia mengeluarkan tantrum lagi. Ini adalah yang ketiga kalinya hari ini. "Itu dari orang aneh itu," dia merajuk, " Dia sudah menancapkan taringnya pada Master kita. Tunggu saja sampai aku melihatnya lain kali, aku akan melingkarkan tanganku di lehernya dan--"

"Dan lagi," Nimmy memotong, "Kau tak punya tangan,"

"Tidak dalam wujud ini," Verde bergumam sinis, memutar tubuhnya. Dia dengan cepat menjauh sebelum saudara perempuannya bisa melompat dari pundak Harry dan memukulnya dengan ekornya.

Nimmy berdesis kepadanya dalam peringatan tapi tak mengikutinya.

Aneh. Karena Verde tahu seberapa Nimmy suka membullynya. Berhenti, dia bertanya, "Ada yang salah?"

"Tak ada," balasnya, menjentikkan lidah untuk merasakan udara. Ular itu mengangkat kepala kecilnya dan bersembunyi di tenggorokan Harry.

Tak yakin, Verde dengan ragu meluncur kembali ke arah Harry, "Apa kau yakin?"

Saat Nimmy tak menjawab, Verde merendahkan kepalanya ke lutut Harry dan mengingatkan dirinya untuk bertanya pada Nimmy nanti.

Harry, yang terlalu sibuk menatap hadiah yang terbungkus rapi di kaki ranjangnya tak mendengarkan percakapan itu. Dia duduk di sisi ranjang dan dengan hati-hati mengambil sebuah kotak hitam kecil. Ada sebuah kartu yang terselip di bawah pita hijau berkilau dan Harry dengan perlahan menarik dan membacanya.

[ Dear Harry,

Kuharap kita bertemu lagi.

LV]

"Oh," Harry memerah dari ujung telinga sampai lehernya. Perutnya tiba-tiba serasa diisi dengan kupu-kupu dan rambutnya berubah menjadi warna yang berbeda. Pink halus dan lembut menyebar dari ujung kepala dan bercampur dengan warna putih di ujungnya.

"Well," Nimmy mengangkat kepala dan berpindah ke puncak lepala Harry untuk bergelung di rambutnya, "Aku tetap suka yang biru tapi kurasa ini tak buruk juga,"

"Sangat cantik," Verde setuju. Tak ada kebohongan dalam perkataannya.

"Apanya?" tanya Harry sambil mengangkat salah satu alis. Ada sebuah kebingungan yang terpancar dari raut wajahnya.

"Nothing," dua bersaudara itu berkata bersamaan dengan polos

Harry menatap keduanya curiga tapi tak bertanya lebih lanjut. Sebaliknya, dia kembali menatap hadiah yang dia terima dari Tom. Dia meletakkan kartunya ke samping lalu membuka pita hijau satin itu. Di dalam kotak terbaring sebuah kunci silver yang rumit. Saat Harry mengangkatnya, rasa hangat dan berat melingkupi telapak tangannya.

Harry. Exe Has Stopped WorkingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang