Chapter 23:
Harry tak ingat terlalu banyak.
Dia tak ingat kenapa dirinya membenci aroma lavender atau kenapa dia tak menyukai tomat lagi. Harry tak ingat kenapa semua makanan manis seperti memanggilnya -- khususnya treacle tart, tapi juga yang lain seperti Eton Mess, permen karamel atau apel yang dicelupkan dalam madu. Makanan berminyak seperti kentang goreng yang dilapisi saus atau ayam goreng juga sama.
Ada juga saat dimana dia merasa kalau dia mungkin tahu. Perasaan deja vu, seperti sebuah garis tipis yang menyentak ke depan dan belakang berusaha untuk tetap di tengah tapi gagal total. Hal itu menghalangi Harry untuk mengingat.
Tapi yang dia ingat yaitu aroma tubuh Sirius yang khas -- bau kulit, metal dan asap -- baunya seperti rumah, seperti minyak wangi yang mahal, seperti campuran antara grimmauld place dan the burrow menjadi satu, liar, bebas dan kacau, ditambah dengan sihir hitam.
Harry menenggelamkan wajahnya di dada Sirius dan menghirup dalam-dalam dan tunggu, sejak kapan dia berpindah ke ruangan dan memeluk erat pria itu? Belum sempat dirinya berpikir, sebuah tangan memegang pipinya dan mengangkat kepalanya.
Sirius menunduk dengan mata abu-abu yang penasaran dan alis gelap yang mengerut. Dia terlihat sama dengan kali terakhir Harry melihatnya -- dihantui dan lelah dari efek samping Azkaban tapi sedikit lebih baik. Rambutnya lebih panjang dan lebih sehat, kulitnya pun tak pucat lagi.
Pria bermata abu-abu itu mengangkat kepala kebingungan, matanya berkedip pelan saat dia melihat rambut berwarna ungu gelap dan darah mengalir dari hidung Harry. Sirius membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu tapi yang keluar hanyalah hembusan napas. Dia sangat bingung.
Harry memutar bola matanya ke belakang sampai dia mungkin butuh dirukyah untuk mengembalikannya. "Jangan bilang," katanya amat sangat pasrah, "Rambutku, kan?"
"Harry," Sirius anehnya terlihat serius. "No,"
Dengan seringai tajam, Sirius mendorong punggung kecil Harry, menghindarkan diri mereka dari Bellatrix dan Narcissa yang tak terlihat bingung sedikitpun dengan sesi pelukan mereka.
Tampaknya, semua Black sudah menjelajah dimensi waktu dan bertemu dengan ayah baptisnya yang seharusnya sudah mati tapi kenyataannya tidak.
(Itu adalah satu-satunya cara Harry menganggap reaksi Black bersaudara itu masuk akal)
"Darah Black kuat di anak ini," Kata Narcissa sambil mengangguk. Dia sepenuhnya datar dan memberi mereka dukungan jari jempol.
(Dan dari mana dia mempelajari itu? pikir Harry)
Bellatrix terlihat akan menangis. Faktanya, wanita itu berbalik dan menangis di pundak saudaranya. "Reuni keluarga ini membuatku emosional," Dia meratap dengan dramatis, membiarkan rambut keriting dan liarnya menutupi wajah seperti sebuah tirai.
Sesaat kemudian, saat Sirius menempatkan mereka disebuah ruangan privat dan dijaga dengan sedikit ketat, Harry paham tampaknya itu bukan karena rambutnya, tapi karena kehadirannya secara utuh yang membuat semua jadi seperti ini. Dia seperti sebuah tanda 'fuck you, universe' yang sangat besar, berkilau dengan warna neon terang pada semua orang.
"Katakan sesuatu yang aku tak tahu," gumam Harry di dada Sirius. Dia terkapar di atas pria itu, melepaskan semua panas tubuh yang dia bisa. Badan Sirius yang kurus dengan otot keras memberi kehangatan seperti sebuah tungku. Harry sangat sangat nyaman. Dia bisa mati seperti ini, dibungkus dengan aroma asap dan kulit dan--
Sirius mengaitkan jari-jarinya yang panjang ke rambut Harry dan membuatnya meleleh. Harry mengeluarkan suara pelan dan lemah saat Sirius membelai rambutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harry. Exe Has Stopped Working
Fiksi PenggemarA Tomarry story Harry Potter sudah tak peduli lagi. Ya begitu. Itu alurnya. {{Dan itu semua karena Death melakukan sesuatu yang sangat amat bodoh di belakang Harry}} Atau; Harry mati dan bangun lagi di dalam lemari bawah tangga. Kenyang menjadi main...
