Chapter dua puluh tujuh:
Harry dapat surat dari Sirius. Saat dia membukanya, ada sebuah gambar berisi Tom dan Sirius yang tertawa atas tubuh pria malang yang sudah mati. Detilnya sangat aneh dan spesifik. Dia dengan cepat menunjukkan gambar itu pada Verde yang kemudian menampar gambar itu dengan ekornya sampai terjatuh terlempar ke seberang meja Slytherin.
Sebelum Harry bereaksi, Blaise sudah mengambil gambar itu di antara mangkuk sup nya dan melirik dengan alis berkerut. Dia lalu melipatnya dan mengembalikannya pada Harry dengan berkata, "Aku tak melihat apapun dan tak tahu apapun. Nyatanya, aku buta--"
"Please stop," pinta Harry menjejalkan hambar itu ke sisi tasnya. "Kita berdua tau kau buta total,"
"Ya, benar," Blaise mengangguk dan kembali memakan makanannya seakan dia tak baru saja melihat dua sosiopat, mungkin psikopat, Harry tak yakin, yang menjalin hubungan melalui pembunuhan. Untung saja itu cuma gambar, tapi tetap saja gambar yang sangat detil. Sirius sungguh tak seharusnya menambah perut yang keluar isinya dan jari-jari yang hilang. Dan oh, shit, Harry buru-buru menarik gambar itu sekali lagi dan yup, itu Peter fucking Pettigrew, dua pria itu mendapatkannya sebelum Harry.
Pantas Verde dan Nimmy tak bisa menemukan tikus yang kehilangan satu jarinya di Hogwarts, Peter Pettigrew sudah mati ternyata.
Apa yang harus Harry lakukan sekarang? Dia mendengus kesal dan dengan tergesa menulis pesan di atas gambar tadi-- 'what the fuck guys, aku ingin melakukannya'-- dan berjalan menuju kandang burung dengan cemberut. Kemudian perkamen itu diikatkan pada kaki Hedwig dan mengirim burung itu pergi.
"Kau marah," tukas Nimmy dari tempatnya melingkarkan diri di leher Harry, lidahnya menjentik di cekungan lehernya dan cemberut Harry semakin dalam. "Bukan marah," katanya, "Aku hanya tak senang karena sudah menyia-nyiakan waktuku untuk mencari tikus yang sudah mati,"
Harry berjalan keluar dari kandang burung dengan rasa pusing yang mulai datang, "dan ada banyak kesempatan bagiku untuk melepaskan rasa frustasi yang ku pendam lalu tiba-tiba--"
"Master," Nimmy mengeratkan dirinya di sekitar leher Harry, "Tenang, kita akan cari tikus lain untuk dimainkan,"
"Banyak yang bisa kita pilih," tambah Verde dari tangan Harry. "Kita punya satu sekolah penuh. Aku sendiri ingin melihat bocah Longbottom itu menangis,"
"Membosankan," kalau Nimmy bisa memutar matanya dia pasti sedang melakukannya, "Aku usul lebih baik kelinci tak berguna itu--"
"Setuju," Verde menyela, tiba-tiba memanas. "Kelinci usil itu lebih dulu,"
Harry memutus langkahnya beberapa saat sebelum menggelengkan kepala. "Apa?" dia bertanya sambil berbelok menuju kelas Transfigurasi.
"Seekor kelinci, dari hutan--"
"Cerewet, usil, sombong--"
"Kami menginginkannya Master, mati,"
"Khususnya dia,"
"Khususnya aku," ujar Nimmy
Harry terkekeh. "Dan bagaimana bisa kalian tak berhasil menangkap kelinci itu dan melakukannya sendiri?"
"Itu....," Nimmy berhenti berkata, suaranya terdengar lirih dan malu, "Lebih besar dari kami,"
Tercengang, Harry memberhentikan langkahnya. Dia bersandar ke dinding di sampingnya dengan bahu menempel ke dinding batu dan mengangkat tangannya untuk menutup tawa yang keluar. Tawanya berlangsung beberapa saat tapi dia akhirnya berkata, "Lebih besar dari mu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Harry. Exe Has Stopped Working
FanfictionA Tomarry story Harry Potter sudah tak peduli lagi. Ya begitu. Itu alurnya. {{Dan itu semua karena Death melakukan sesuatu yang sangat amat bodoh di belakang Harry}} Atau; Harry mati dan bangun lagi di dalam lemari bawah tangga. Kenyang menjadi main...
