20 - EYELASHES FALL

46.3K 1.8K 68
                                        

20 – EYELASHES FALL

20 – EYELASHES FALL

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_____


“KAU MAU bawa aku ke mana?” Vannesya menatap Nicholas penuh tanya. Dari rumah Emma, Nicholas tidak membawa mobilnya menuju ke penthouse pria itu. Jalan yang dia ambil adalah jalan yang asing bagi Vannesya. Apa Nicholas akan membawanya ke tempat Juliet lagi?

Vannesya mendengus gusar. Lama-lama ia jenuh dengan hal-hal yang berhubungan Juliet. Ia bahkan belum menjadi wanita itu di depan ibu Nicholas, tapi hari-harinya kini dipenuhi dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan Juliet.

“Apa kau lapar?” Alih-alih menjawab pertanyaan Vannesya, Nicholas memilih menanyakan hal yang lain.

“Tidak.” Kue yang Vannesya makan di rumah Emma tadi cukup banyak, dan itu cukup membuatnya kenyang.

“Kalau begitu tidak ada masalah.”

“Sebenarnya kita mau ke mana?” Vannesya mulai kesal, pria ini susah sekali menjawab pertanyaannya dengan cepat.

“Kau akan tahu nanti.”

“Apa ini ada kaitannya dengan Juliet lagi?”

Nicholas bisa menangkap adanya guratan tidak suka dari tatapan Vannesya ketika dia menyebut nama Juliet. Nicholas tersenyum samar. “Tidak. Kali ini tidak ada kaitannya dengan Juliet.”

Vannesya tidak menjawab, memilih mengalihkan pandangan keluar jendela. Gedung-gedung tinggi yang berada di sebelah kanannya, yang mereka lewati tadi berganti menjadi deretan pohon-pohon rindang. Nicholas membawanya ke dataran tinggi.

Mobil sport Nicholas berhenti di tepi tebing.

“Ayo keluar.”

Vannesya mengikuti Nicholas keluar dari mobil. Angin malam seketika menerpa tubuhnya. Untung saja malam ini cuaca sedang cerah, sehingga udaranya tidak terlalu dingin. Rambut Vannesya yang tidak ikut terikat bergerak-gerak mengikuti terpaan angin. Kini mereka berdiri di depan mobil, bersandar di kap.

Dari atas sini Vannesya bisa melihat kota New York dengan jelas. Berbagai macam gedung-gedung tinggi dengan lampu-lampu menghiasi pemandangan, juga mobil-mobil yang melintas terlihat bagai semut yang berjajar. Indah. Pemandangan kota New York dilihat dari atas tebing ini jauh lebih indah daripada ia melihatnya dari penthouse Nicholas. Menengadah ke atas langit, ada banyak bintang yang bertabur. Meskipun malam ini bulan hanya terlihat samar, namun keindahan malam hari tidak berkurang sedikit pun. Ini adalah salah satu tempat terindah yang pernah Vannesya datangi selama tinggal di New York.

ENVELOVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang