49 – SCANDAL
Kita bersama dalam ikatan cinta, dan berjanji akan bersama selamanya.
“OH, SHIT!” Leon membekap mulutnya dengan wajah kaget, mengenai apa yang dia lihat di ponselnya. Keempat temannya yang lain melihat Leon dengan tatapan bertanya. Malam ini semua anggota AVES berkumpul di penthouse Nicholas—termasuk Jake. Karena Nicole sudah sembuh, maka Jake bisa kembali berkumpul dengan teman-temannya, tidak lagi menemani Nicole melewati masa penyembuhannya karena tertembak.
“Ada apa?” tanya Steven.
“Buka laman utama sekolah sekarang!”
Nicholas, Dylan, Jake dan Steven segera membuka ponsel mereka masing-masing. Melihat apa yang menjadi tranding topick utama di laman sekolah. Ekspresi wajah keempat pria tampan itu bermacam-macam setelah melihat apa yang sebelumnya membuat Leon kaget. Dylan dengan wajah datar dan tenang, namun ada sedikit guratan tipis di dahinya. Jake dengan wajah yang menggambarkan kekagetan. Dan Steven yang berekspresi sama dengan Leon—sangat terkejut.
Sementara Nicholas, sebenarnya pria ini berwajah jauh lebih tenang dari mereka semua. Akan tetapi, mata birunya tidak bisa membohongi perasaan jelak yang ia rasakan setelah melihat video memalukan yang menjadi topick utama di laman sekolah mereka.
Nicholas meletakkan ponselnya di atas meja ruang tamu dalam keadaan terbalik—layar HP yang menyentuh langsung meja kaca. Bersandar kembali di sofa, sembari menjawab wajah-wajah penasaran keempat temannya yang saat ini kompak memandangnya. “Wanita yang ada di video itu bukan Vannesya.” Nicholas mengangkat wajah, membalas tatapan teman-temannya dengan tenang. “Vannesya punya tatto permanent di pundak kanannya, kalaupun dia menghapusnya masih akan meninggalkan bekas. Lagipula, meskipun Vannesya tidak mempunyai tatto sekalipun, aku tidak akan percaya kalau kekasihku yang ada di video itu.”
Nicholas mengepal kuat satu tangannya di atas paha. Ia memang tidak mempercayai jika wanita yang ada di dalam video memalukan yang baru saja ia lihat adalah Vannesya, Nicholas hanya merasa sangat marah dengan orang yang sengaja ingin mempermalukan Vannesya dengan menyebar video intim tersebut. Karena wanita yang melakukan hubungan intim di video itu sangat mirip dengan kekasihnya. Nicholas tentu saja tidak bodoh untuk bisa menebak, maksud orang itu menyebar video memalukan untuk membuat Vannesya malu, dan Vannesya bisa saja mendapatkan hukuman dari pihak sekolah.
Entah apa tujuan orang itu melakukannya, Nicholas juga tidak tahu. Nicholas tidak akan membiarkan orang ini merasa bahagia dengan rencananya. Sebaliknya, ia akan mencari tahu dalang di balik video tersebut. Dan bersumpah akan memberikannya balasan yang jauh lebih menyakitkan, jika hal ini nantinya akan membuat Vannesya merasa sedih bahkan tertekan.
Demi, Tuhan, baru tiga hari yang lalu ia melihat Vannesya menangis di dalam pelukannya. Menumpahkan semua rasa sedih yang selama ini wanita itu coba sembunyikan melalui sikap kerasnya. Nicholas tidak ingin lagi melihat Vannesya menangis dan bersedih seperti tiga hari yang lalu. Ia tidak akan membiarkan Vannesya merasa lebih tertekan lagi karena hal yang lain. Nicholas sudah cukup mengerti bagaimana perangai ayah Vannesya dari cerita wanita itu kepadanya. Dan ia tidak akan membiarkan ayah Vannesya menekan kekasihnya dengan skandal video ini.
Dylan, Leon, Jake dan Steven masih menatap Nicholas. Mereka semua tentu saja mempercayai ucapan Nicholas, meskipun mereka sempat kaget melihat wanita yang ada di video itu yang sangat mirip dengan Vannesya. Benar-benar mirip, dan nyaris saja mempercayai kalau wanita itu benar Vannesya. Tapi untung saja, Nicholas mengatakan apa yang ia ketahui mengenai Vannesya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENVELOVE
RomanceKarena kasus bullying, Vannesya Morris dipindahkan ayahnya ke New York. Vannesya mengira kehidupan barunya di Negeri Paman Sam tersebut akan membawa perubahan yang signifikan. Menjadi anak sekolahan yang baik dan tidak peduli dengan kehidupan New Yo...
