51 – INCLUDING ME
“KAU BISA menemui Vannesya. Tapi aku tidak yakin apa adikku mau bertemu denganmu atau tidak. Karena dari tadi aku sudah berusaha mengajaknya makan dan keluar dari kamar. Tapi Vannesya tidak mau keluar,” ujar Valetta, yang saat ini berada di depan pintu kamar Vannesya dengan Nicholas di sampingnya. Valetta mempersilahkan Nicholas untuk mengetuk pintu kamar Vannesya, berharap kali ini adiknya mau membuka pintu.
“Vannesya, ini aku.” Nicholas yakin meskipun ia tidak menyebut nama, Vannesya bisa mendengar dan mengenali suaranya dengan jelas.
Namun di saat ia kembali mengetuk pintu kamar kekasihnya, Vannesya tidak juga membuka pintu dan tidak ada sahutan apa pun dari dalam sana. Membuat ia dan Valetta khawatir. Nicholas kembali mengetuk pintu dan bersuara.
“Vannesya, aku khawatir, kau tidak mengangkat teleponku. Tolong biarkan aku masuk.” Masih tidak terdengar sahutan apa-apa dari dalam kamar.
Valetta menjadi putus asa, mengkhawatirkan adiknya yang tidak juga mau keluar dari kamar.
Baru saja Nicholas akan kembali mengetuk pintu kamar Vannesya, terdengar suara kunci yang dibuka, dan tidak lama pintu bercat putih itu terbuka sedikit. Meskipun Vannesya tidak mengeluarkan suara sama sekali dari dalam sana, tapi dengan Vannesya yang membuka pintu sudah merupakan jawaban, kalau dia mengizinkan Nicholas masuk.
Valetta merasa lega adiknya mau membuka pintu. Valetta membiarkan Nicholas masuk ke kamar Vannesya, segera beranjak pergi dari depan kamar adiknya. Valetta kembali ke ruang tamu, duduk bersama Erlan yang masih setia menemani kekasihnya.
Nicholas masuk ke kamar Vannesya, menutup kembali pintu kamar. Saat ia masuk ke kamar kekasihnya, hal pertama yang ia endus adalah aroma lembut—yang entah berasal dari pengharum ruangan, atau parfum dari wanita yang saat ini duduk di kursi sofa panjang dekat jendela. Saat ini Vannesya duduk sambil menunduk, melihat sesuatu di ponselnya.
Nicholas tidak tahu apa yang Vannesya lihat di ponsel itu. Tapi setelah ia duduk di samping Vannesya, ia menjadi tahu kalau saat ini kekasihnya sedang membaca beritanya yang masih viral di laman utama sekolah. Membaca berbagai macam komentar-komentar jahat orang-orang di WL High School yang percaya bahwa wanita yang ada di video seks bersama Brian adalah dirinya.
Nicholas bukannya tidak tahu ada banyak komentar-komentar jahat mengenai Vannesya di situs sekolah. Ia juga telah meminta Alsen untuk mengatasi hal ini, menghapus semua komentar-komentar jahat di situs sekolah. Akan tetapi, banyaknya akun yang masuk dan berkomentar secara bersamaan membuatnya sedikit sulit untuk bisa menghentikan mereka memposting komentar jahat terhadap Vannesya. Mereka mengatakan jika Vannesya adalah wanita jalang yang tidak pantas bersanding dengan Nicholas. Mengatakan Vannesya adalah wanita bodoh dan tidak tahu diri, sudah mendapatkan kekasih yang tampan dan sangat kaya seperti Nicholas, tetapi masih bermain gila dengan Brian yang jelas tidak bisa disepadankan dengan Nicholas.
“Vannesya.” Nicholas tidak mendapatkan jawaban apa pun, Vannesya masih setia menunduk, terus membaca apa yang ada di ponselnya. “Berhentilah membaca apa yang membuatmu sakit hati.”
Vannesya mengabaikan. Nicholas yang merasa agak kesal karena kekasihnya tidak mau mendengar apa yang ia katakan, dengan terpaksa merebut ponsel itu dari tangan Vannesya.
“Nick, apa yang kau lakukan?” tanya Vannesya dengan suara agak meninggi. Nicholas menyembunyikan ponsel Vannesya di belakang tubuh pria itu. “Kembalikan ponselku!” Vannesya berusaha mengambil kembali ponselnya, tapi Nicholas dengan cekatan tidak membiarkan Vannesya merebut kembali ponselnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENVELOVE
RomanceKarena kasus bullying, Vannesya Morris dipindahkan ayahnya ke New York. Vannesya mengira kehidupan barunya di Negeri Paman Sam tersebut akan membawa perubahan yang signifikan. Menjadi anak sekolahan yang baik dan tidak peduli dengan kehidupan New Yo...
