Karena kasus bullying, Vannesya Morris dipindahkan ayahnya ke New York.
Vannesya mengira kehidupan barunya di Negeri Paman Sam tersebut akan membawa perubahan yang signifikan. Menjadi anak sekolahan yang baik dan tidak peduli dengan kehidupan New Yo...
Akan aku biarkan dunia berbaring di bawah kakimu. Lihatlah mataku, dan kau akan menemukan bahwa …. aku mencintaimu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_____
DI APARTEMENNYA, wanita itu membahas rencana yang akan dia lakukan untuk membuat ‘penghalangnya’ segera pergi dari pria itu. Tidak peduli bahwa orang-orang akan mengatakannya terobsesi, tergila-gila, atau apa pun. Dia hanya ingin penghalangnya segera menjauh dari pria tersebut.
Bagi Calila jika dia tidak bisa mendapatkan Nicholas, maka orang lain juga tidak ada yang boleh mendapatkan pria itu. Bersama dua orang lain lagi yang akan membantu memuluskan rencananya, Calila tersenyum, ini akan menjadi rencana besar yang akan menggemparkan satu sekolah. Calila yakin, Vannesya akan langsung dikeluarkan dari sekolah karena kasus ini.
Tidak lama pintu apartemennya terbuka. Tanpa menoleh, wanita yang saat ini memakai pakaian seksi tersebut tahu siapa yang datang. Brian, pria yang telah menjadi teman tidurnya selama beberapa bulan ini sudah dia biarkan bebas keluar masuk ke tempat tinggalnya.
Brian menuju ke ruang tamu apartemen Calila. Ternganga ketika dia melihat siapa wanita yang duduk bersama dengan Calila di ruang tamu. Hampir saja Brian salah menduga. Jika Calila tidak segera bersuara, “Dia yang akan menjadi partnermu.” Calila berdecak, melihat Brian yang masih melongo. Pria itu seolah-olah melihat malaikat pencabut nyawa saja.
“Partner?” Brian melihat Calila dengan wajah penuh tanya. Wanita ini memang menyuruhnya datang untuk membahas rencananya menyingkirkan Vannesya dari Nicholas. Karena Calila membayarnya seharga apartemen mewah, maka tanpa ragu Brian langsung setuju. Dan sekarang dia masih belum mengerti dengan ucapan Calila mengenai partner bersama wanita yang sangat—
“Kalian berdua akan menjadi partner. Namanya Liria, dia akan menjadi partnermu nanti.”
Brian masih tidak mengerti, dia segera duduk di sofa. “Tolong katakan dengan lebih jelas, aku masih tidak paham.”
Menghela napas, Calila mulai memberitahu Brian mengenai rencana apa yang sudah dia susun dengan sangat matang. Juga kehadiran wanita yang duduk di sebelahnya ini, dan apa yang harus dilakukan oleh Brian dengan Liria. Semuanya. Bahkan Calila memberitahu Brian dari mana dia menemukan Liria. Sampai di akhir rencana, Brian merasa tercengang dengan pemikiran Calila. Bagaimana bisa, wanita yang kesehariannya berpenampilan cupu di sekolah ini mempunyai rencana selicik itu? Dia bahkan telah menyusun rencana dengan sangat detail.
“Kau benar-benar menghabiskan banyak uang untuk ini.” Brian meringis. Apa menjadi pelacur bisa membuat Calila sekaya itu? Berapa harga wanita ini sebenarnya? Calila bahkan dengan mudah membayar Brian dengan apartemen mewah hanya untuk membuat Vannesya menjauh dari Nicholas. Obsesi yang menurutnya sangat gila.