56 – LOVE CAN ALSO KILL
“NICK, MASIH ada jalan untuk menemukan siapa dalang di balik kasus ini.” Jake mengatakannya dengan serius. Mata yang sebelumnya melihat foto dari bukti narkoba yang menimpa Vannesya, kini dia alihkan untuk menatap Nicholas. “Kasus narkoba yang memfitnah Vannesya, aku tahu bagaimana cara menemukan orang itu.”
Nicholas menarik tubuhnya dari sandaran sofa. Ia melihat Jake yang kini tersenyum ke arahnya. Senyum yang menandakan bahwa mereka akan segera menemukan orang yang telah memfitnah Vannesya. “Katakan, bagaimana caranya?”
Jake mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke meja ruang tamu. Menyajajarkan di atas meja deretan foto narkoba yang sebelumnya diambil Alsen dari ruangan kepala sekolah. Tiba di satu foto yang memperlihatkan lebih jelas narkoba yang masih ada di dalam bungkusannya, Jake menunjuk foto itu, matanya memandang Nicholas. “Kau lihat, simbol yang ada di plastik narkoba ini—”
Nicholas yang duduk di depan Jake, ikut mencodongkan badannya ke meja ruang tamu. Diikuti Dylan, Steven dan Leon yang juga penasaran dengan simbol yang dimaksud oleh Jake. Simbol berupa stempel permanent yang ada di bagian kanan atas bungkusan narkoba.
“—ini merupakan simbol dari Team Eagle. Yang artinya, orang yang telah menuduh Vannesya menyimpan narkoba, dia membeli narkoba itu dari pasar gelap Team Eagle.”
Team Eagle adalah organisasi yang sebelumnya dicurigai oleh Jake dan keluarganya yang telah membunuh Jefferey—kakak Jake. Tentu saja, Jake sangat mengenali simbol dari organisasi yang berkecimpung di dunia yang sama dengan keluarga Smith ini.
“Jadi maksudmu, kita bisa menemukan orang itu dengan cara mencari tahu siapa saja yang telah membeli narkoba di pasar gelap Team Eagle?” tanya Nicholas.
Jake mengangguk pasti. “Ya. Kita bisa menemukannya dengan cara ini.”
Jika Nicholas tidak bisa menemukan bukti lewat CCTV—yang mungkin saja sudah dimanipulasi—maka apa yang dikatakan oleh Jake adalah satu-satunya cara untuk menemukan siapa orang yang telah memfitnah Vannesya dengan narkoba.
“Tapi bagaimana caranya?” Nicholas menyadari jika hal ini adalah jalan yang sulit. “Ada banyak orang yang membeli narkoba di pasar gelap itu, bukan? Dan mereka tidak mungkin mau memberikan data pembeli dengan cuma-cuma.” Sedikit banyak Nicholas tahu mengenai Team Eagle yang mempunyai sistem keamanan yang tinggi. Bahkan sampai membuat Jake—yang keluarganya berada satu level di atas organisasi itu cukup dibuat kelimpungan di saat mencari bukti mengenai kematian Jefferey yang dianggap janggal.
“Tentu saja akan sulit, kalau kita mencari tahunya secara langsung.”
“Maksudmu?”
Jake tersenyum tipis. “Kau lupa? Kau punya adik kembar yang ahli dalam bidang meretas.”
Nicholas mengerti ke mana arah pembicaraan Jake. Baru saja ia ingin mengeluarkan kalimat balasan, suara seseorang dari arah lift membuat mereka semua yang ada di ruang tamu menoleh dengan kompak ke arah wanita yang baru datang. Setelah datang dengan rambut silver, kemudian merubah rambutnya dengan warna merah, sekarang wanita itu datang dengan rambut berwarna biru. Nicholas khawatir sebentar lagi adik kembarnya ini akan mengecat rambutnya menjadi warna pelangi.
Nicole datang dengan wajah khasnya yang selalu tampak semangat. Dia menyadari tatapan-tatapan dari semua anggota AVES yang mengarah padanya dengan aneh. “Apa?” Wanita itu merasa bingung dengan cara penyambutan pria-pria tampan yang duduk di ruang tamu. Baru saja dia datang dan mereka memandangnya dengan wajah seperti itu. Mengabaikan tatapan-tatapan mereka para AVES yang belum dia tahu apa maknanya, Nicole memilih melangkah lebih dekat ke arah mereka, sembari menyibak rambut panjangnya yang digerai dengan gaya pongah. “Kenapa? Beberapa minggu tidak bertemu denganku, membuat aku terlihat semakin cantik di mata kalian?” tudingnya dengan penuh percaya diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENVELOVE
RomanceKarena kasus bullying, Vannesya Morris dipindahkan ayahnya ke New York. Vannesya mengira kehidupan barunya di Negeri Paman Sam tersebut akan membawa perubahan yang signifikan. Menjadi anak sekolahan yang baik dan tidak peduli dengan kehidupan New Yo...
