JAEMIN X WINTER fanfiction lokal.
"They said, all good boys go to heaven. But bad boys, bring heaven to you." - Navin.
___
Disclaimer : everything just fiction. So, be a smart readers!
17+ || Warning, This story has violent scenes, harsh words, alc...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🐰🌟
Sekitar pukul lima sore, Kalea masih belum juga pulang ke rumah. Sebenarnya itu hal biasa, kedua orang tuanya pun sudah hafal bahwa putri mereka selalu akan pulang telat hingga larut. Tapi kali ini, karena sudah ada janji untuk pertemuan keluarga dengan calon suami Kalea, jadi kedua orang tua Kalea dibuat repot juga ketar-ketir.
"Di telpon ma, cepet suruh pulang." suruh Wiratama, papa Kalea.
"Sudah pa, tapi gak dijawab. Bahkan sekarang nomor nya ngga aktif." jawab Ayunda, mama Kalea.
"Coba telpon Giselle, papa yakin anak itu sembunyi di rumah Giselle."
Mama Ayunda menurut, kemudian menelpon Giselle.
"Hallo Giselle."
"Iya tan, ada apa ya?"
"Tante mau nanya, Kalea ada dirumah kamu ngga?"
"Ngga ada tan, Giselle malah lagi ada diluar sama Hazel."
"Haduh anak itu, ya sudah terimakasih ya Giselle. Maaf Tante mengganggu."
"Iya tan, gak papa."
"Kalo gitu telponnya Tante tutup."
Setelah itu sambungan telepon diputus.
"Gak ada, pa." beritahu mama Ayunda.
Papa Wiratama memijit kepalanya pusing. Kalea terlalu susah diatur, membuat dirinya kewalahan. Dididik dengan keras membuat putrinya itu sering kabur-kaburan, dididik dengan cara lunak, membuat Kalea melunjak.
__
Kalea Last seen 12.37
Ale, papa tidak main-main dengan ucapan papa. Silakan pergi, dan abaikan semua perintah papa juga mama. Tapi kamu harus siap, semua aset yang papa berikan papa tarik! Selamat menikmati kehidupan baru kamu sebagai gelandang, cantik. Jika sudah lelah menghindar silakan pulang, papa tunggu
17.14
___
"Biarkan dulu, ma. Untuk nanti malam tetap adakan pertemuan. Masalah Kalea, biar diurus nanti."
Setelah mengatakan itu, papa Wiratama pun pergi menuju ruang kerjanya.
Mama Ayunda ikut pusing. Sambil menggerutu, ibu satu anak itu pergi menuju dapur.