Pelukan hangat menyambut Gemini di bandara yang lumayan ramai siang hari ini. Bersama beberapa temannya yang masih menunggu keluarganya menjemput, Gemini begitu sabar menunggu hingga melihat Fourth berjalan cepat ke arah dirinya. Sosok mungilnya Gemini harus berjinjit untuk dagunya menggapai bahu yang lebih tua.
Feromon vanila begitu nyaman di penciuman Gemini, menghilangkan rasa lelah setelah apa yang ia lakukan selama lima bulan terakhir. Fourth juga enggan melepaskan dekapan alphanya. Aroma citrus Gemini menenangkan Fourth, menegaskan pada dirinya sendiri jika ada Gemini di sampingnya maka semua akan baik-baik saja.
Sementara Dunk menduduki salah satu koper yang ia kenali milik Gemini, menunggu dengan santai sepasang kasmaran yang tengah melepas rindu. Ia menyapa teman-teman Gemini, mengajaknya berbicara sambil menunggu Fourth sadar jika ia dan alphanya berada di ruang umum.
"Phi...sampai kapan kau memelukku? Grandpa dan orang tuamu menunggu di rumah," Tegur Fourth, dan akhirnya Gemini harus rela melepaskan pelukan yang nyaman ini.
Dunk melirik kedua orang yang ia anggap seperti adiknya sendiri, "Sudah? Jika begitu..." Dunk melemparkan kunci mobilnya pada Gemini, "Ayo pulang dan kau yang menyetir! Aku tidak mau menjadi penonton orang yang dimabuk cinta di kursi belakangku," Omega yang lebih tua tersenyum sarkas, ia dengan baik hati membawakan koper adiknya berjalan di depan. Meninggalkan sepasang muda yang tengah kasmaran, tak berniat menciptakan jarak untuk sebentar saja.
***
Sedan yang Gemini kemudikan tiba di kediaman orang tuanya setelah satu jam perjalanan. Gemini menyerahkan kunci mobil kepada si pemilik setelah mengeluarkan barang bawaannya.
"Phi, setelah memarkirkan mobil, jangan lupa janjimu untuk bergabung juga!" Ujar Fourth menagih janji Dunk di hari sebelumnya.
Dunk mengangguk, "Baiklah, aku akan bergabung,"
Keluarga Gemini adalah keuarga hangat yang mendukung setiap kegiatan masing-masing anggota keluarganya. Fourth merasakan sendiri bagaimana senyum hangat yang menyambut alphanya setiap pulang ke rumah. Sama seperti dirinya yang memiliki ayah dan phi Joong-nya, namun hal yang membuat Fourth sedih adalah tidak ada lagi sosok ibu dan kakak perempuan yang bisa ia peluk.
"Fourth, bagaimana perasaanmu hari ini? Setelah bertemu dengan alphamu, kuharap kau baik-baik saja, ya!" Ujar Phuwin khawatir, khas seorang ibu.
Kegiatan Gemini mengambil kue di depannya terhenti, tangannya yang terulur ditariknya lalu mengusap bahu omeganya, "Sayang? Kau kenapa?" Tanyanya panik, membuat suasana ruang tengah keluarga Vihokratana ini menjadi canggung, termasuk Dunk yang duduk di sebelah Joong, alpha itu datang ke Bangkok satu hari sebelum kepulangan Gemini untuk mengurus kepindahannya di rumah sakit Bangkok.
"Eum... papa pikir, kalian harus bicara berdua," Usul Phuwin merasa tidak enak hati, untung saja mereka telah menyelesaikan makan siang.
Dunk menoleh pada Joong setelah kepergian Gemini dan omeganya, "Joong, kau tidak memberitahu Gemini tentang adikmu?" Joong menggeleng kecil, "Di rumah sakit, Gemini bahkan tidak punya waktu untuk makan dengan tenang, aku tak mau memberatkan harinya lagi," Jelas Joong sekaligus di depan New, Phuwin dan juga Pond.
Pandangan Joong mengikuti arah pandangan alpha yang paling tua di sana, memandang ke luar. Tempat di mana sepasang alpha-omega muda sedang duduk di kursi taman saling bersandar bahu. Nampak sesekali bahu Fourth bergetar dan Gemini merangkulnya hangat. Kemudian Joong tersenyum simpul, "Setidaknya, aku harus mengurangi beban pikiran putramu, tuan Pond," Yang punya nama menoleh, ia mengerti maksud Joong belum mengatakan perihal Fourth pada Gemini saat di luar kota.
"Itu bentuk rasa terima kasihku, karena sekarang Fourth memiliki tempat bersandar untuk sisa hidupnya, selain aku dan ayah,"
***
Bahu Fourth bergetar, pelukannya pada Gemini mengerat, meraup rakus aroma Citrus kesukaannya. Rengkuhan Gemini sungguh membuatnya merasa aman, perasaan yang sudah lima bulan tidak ia rasakan.
"Maafkan aku, phi... aku hanya-"
"Sstt! Sudah ya? Aku tidak marah, yang penting aku sudah di sini," Lagi, Gemini mengeratkan lagi rengkuhannya pada sosok kecil di depannya. Mengeluarkan feromon penenangnya pada sosok kecil yang ia sayangi.
Pikiran Gemini terpecah, ia harus memproduksi feromon penenangnya untuk Fourth disaat ia sendiri tengah kalut dan bersedih karena omeganya menangis. Namun di sisi lain, ia juga harus menyelidiki pelaku penyerangan Fourth dua bulan yang lalu saat ia tidak ada.
Siang menjelang sore itu Fourth habiskan untuk menenangkan diri di kamar alphanya. Joong mengizinkan adiknya tidur di kamar alphanya ditemani sang pemilik kamar, "Aku tidak melarang, tetapi jika kalian berbuat macam-macam, lihat saja nanti!"
Bagaimanapun, Joong tetaplah seorang kakak yang khawatir terhadap adiknya. Apalagi Gemini dan Fourth belum menikah.
***
Petang ini, Joong masih berada di kediaman Vihokratana, duduk berhadapan dengan kepala keluarga ditemani secangkir teh melati yang biasa disajikan untuk menjamu tamu. Bahkan kini ayah Fourth ikut bergabung setelah menyelesaikan pekerjaannya.
"Setelah semuanya jelas, anda bisa melanjutkan ke tahap yang lebih serius, Tuan," Ujar ayah Fourth seraya tersenyum, "Tetapi bagaimanapun, hubungan ini adalah milik anakku dan cucu Tuan, biarkan mereka memutuskan,"
Tay dan Pond bertukar pandang, kemudian mengangguk setuju, "Baiklah, kami juga ingin memulai hubungan dengan terbuka, dalam artian tidak ada hal tersembunyi atau ditutupi. Besok, aku izinkan New pergi bersama Gemini dan Fourth,"
Bersambung! Janji habis ini update lagi!
KAMU SEDANG MEMBACA
Rundung [GeminiFourth]
Fantasy⚠️Omegaverse⚠️ Tinggal di sebuah distrik yang jauh dari kota dengan tingkat keamanan yang rendah bagi Omega, membuat kekhawatiran tersendiri bagi ayah dan kakak Fourth, remaja 18 tahun yang baru saja mengetahui gender keduanya sebagai omega. Hingga...
![Rundung [GeminiFourth]](https://img.wattpad.com/cover/338239029-64-k218162.jpg)