18-Masa Lalu

6.2K 559 13
                                        

Gemini mengemudikan mobilnya yang berisikan New dan Fourth menuju alamat yang Joong berikan. Namun saat mereka hampir sampai, New justru menangis, melihat sosok renta yang duduk di kursi teras rumah yang Gemini tuju alamatnya.

Begitu mobil selesai terparkir, New langsung turun dan menghampiri sosok tersebut, "Bibi! Kau masih hidup?! Aku New! Thithi! Omeganya Tawan!" New nampak begitu merindukan sosok tersebut.

Sosok wanita itu membulat, "Kau sahabat Chereen anakku!" Tebakannya membuat New mengangguk berkali-kali. Namun Fourth mengerutkan keningnya mendengarkan nama yang wanita itu sebutkan.

"Chereen?" Gumam Fourth.

Dan alpha di sebelah Fourth makin tidak mengerti, "Siapa Chereen?"

Sebelum Fourth menjawab, nenek renta itu mengajaknya masuk ke rumah sederhananya, ruang tamu yang berisikan foto-foto lama dengan bingkai yang nampaknya baru di ganti beberapa hari yang lalu, terlihat jelas perbedaan zaman antara foto dengan bingkainya.

Mata Fourth total membulat saat melihat beberapa foto di satu sudut, "Chereen, dia nenekku," Fourth menunjukkan satu foto di ponselnya, foto kecilnya dengan sang nenek di kebun binatang, sebelum neneknya pergi karena kecelakaan yang menimpa keluarga Fourth setelah kembali dari kebun binatang.

***

"Di dalam kecelakaan itu, hanya nenek Chereen yang pergi, kami semua selamat," Fourth mengakhiri ceritanya dengan nanar menatap kolase foto sang nenek yang meninggal sepuluh tahun lalu.

Ibu Chereen berdeham, "Bahkan setelah ia menyerahkan segalanya, nyawanya masih diincar," ujarnya parau, "Supparoj berhasil membunuh Chereen,"

"Bibi?! Apa maksudmu?! Chereen? Apa yang terjadi?!"

Pertanyaan New tidak digubrisnya, sekarang ibu Chereen menatap Fourth lekat, "Matamu persis seperti Chereen, ibumu apa kabar?"

Omega kecil itu menundukkan kepalanya, bahunya bergetar mengingat kenangan pahit terakhir bersama ibunya, "Ibu... di bunuh," jawab Fourth terbata, dan tugas Gemini sekarang menenangkan omeganya yang tidak sanggup berbicara lagi.

Ibu Chereen melihat interaksi Fourth dengan lelaki tinggi di sampingnya, "Kau alphanya? Bicaralah," titah wanita renta tersebut.

Gemini menghela napas, "Suruhan Supparoj berhasil membunuh ibu dan kakaknya Fourth. Sekarang, Fourth menjadi sasaran terakhirnya,"

Mendengar penjelasan cucunya, New merasa telah menjadi orang yang tidak tahu apa-apa diantara tiga orang di depannya, "Tapi kenapa?! Apa salah Fourth?!" New kemudian memeluk Fourth ketakutan, setelah mengetahui Fourth adalah cucu sahabatnya, semua terasa jelas, kenapa Fourth nampak familiar, "Tidak ada yang boleh melukai keturunan Chereen lagi!" Gertak New.

"New, Supparoj bahkan bisa saja menggugurkan bayi Fourth nanti jika dia berhasil mengandung, incarannya adalah omega keturunan Chereen!" papar omega senja tersebut, "Setidaknya kau harus melenyapkan bajingan itu,"

New mengangguk mantap, menatap yakin ibu dari mendiang sahabatnya, "Akan aku lakukan apapun untuk mendiang sahabatku, keturunannya akan menjadi keturunanku juga!" New bersumpah dengan segenap hatinya. Ia sudah menyayangi Fourth bahkan sebelum ia mengetahui bahwa Fourth adalah cucu sahabatnya.

Mendengar percakapan kedua omega di depannya, Fourth merasakan persendiannya begitu lemas. Kenyataan yang sebenarnya sedikit membuatnya terguncang, dan mulai memahami jika kecelakaan dan kejadian buruk yang berkali-kali menimpa dia dan keluarganya adalah kesengajaan.

"Malam ini menginaplah, perjalanan jauh ke sini, pasti kalian butuh istirahat," Pinta sang pemilik rumah yang melihat Fourth lemas tak berkutik, "Cicitku, aku ingin mengenalnya lebih jauh, sebelum aku pergi,"

***

Rumah bernuansa Thailand kuno terasa sedikit menyeramkan, apalagi dengan suasana dingin di pemukiman sepi penduduk, Ibu Chereen sudah biasa menjalani malam-malamnya yang sepi dengan lampu api temaram.

Tidak ada listrik, bahkan sinyal yang baik, tempat yang terpencil dan aman untuk bersembunyi.

Fourth tidur di kamar nenek buyutnya. Ia merindukan sosok ibu dan neneknya, apalagi sang ibu dan kakak yang tewas tidak wajar. Malam ini Fourth habiskan berbagi cerita dengan sang nenek, membagi kisah manis dan pahit yang Fourth alami sejak kematian para perempuan di keluarganya.

"Berarti, alpha dan beta yang membunuh ibu dan kakakku itu suruhan Suparoj?" Tebak Fourth.

Nenek buyutnya mengangguk, "Iya, dan maaf karena aku tidak bisa membantu kalian saat itu, karena kupikir setelah Chereen pergi, keparat itu akan berhenti menyakiti keluargaku," kepala Fourth diusap lembut, "Trauma mu separah itu?"

Fourth mengangguk, ia menceritakan semua keluh kesahnya pada omega yang lebih tua. Setelah ibu dan kakaknya pergi karena di bunuh di depan matanya sendiri, mimpi buruk terus mendatanginya, membuat Fourth harus menelan obat antidepresan dan akhirnya menyibukan diri dengan sekolahnya sampai tidak bisa mengingat lagi bagaimana rasanya bahagia.

"Saat aku dinyatakan menjadi omega, duniaku seketika runtuh, kejadian beberapa tahun lalu mulai bermunculan lagi di kepalaku," Fourth meringkuk di samping nenek buyutnya yang mengusap-usap lembut surai lepeknya.

"Sampai aku bertemu p'Gemini dan keuarganya, mereka menerimaku dengan segala kekuranganku. Karena mereka, aku berhasil menyingkirkan mimpi burukku selama ini,"

Di sisi lain, Gemini kembali melacak kasus-kasus yang menimpa keluarga omeganya, termasuk kecelakaan mendiang nyonya Chereen sepuluh tahun lepas. Melalui koneksi dan suruhannya, Gemini sudah bisa mendapatkan bukti-bukti tentang kejahatan Suparoj minggu depan.

"Tidak perlu terburu-buru, Suparoj memiliki beberapa peretas handal, kau harus berhati-hati agar tidak ketahuan, aku mempercayaimu," Titah Gemini pada suruhannya melalui telepon, lalu menutupnya.

Plak!

Gemini menampar pipinya sendiri karena rasa gatal yang tiba-tiba, "Lebih baik aku kembali ke rumah, atau aku jadi makanan nyamuk,"

***

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana tersiksanya omegaku sebelum ini, berteman dengan mimpi buruk dan dihantui ancaman akan tewas juga. Situasi tidak aman di rumahnya bukan kebetulan, melainkan kesengajaan. Saat Fourth terkulai pingsan tak berdaya di depanku saja rasanya aku seperti mau mati, lalu apa yang membuat Fourth bisa bertahan sampai sekarang? Di saat ia kehilangan orang-orang tersayangnya dengan tragis di depan matanya sendiri.

Tapi ia masih bisa tersenyum di depan ayahnya dan kakaknya yang lain. Bahkan di depan orang banyak juga. Sekarang aku mengerti, mengapa Fourth dulu begitu menjaga jarak dengan alpha, kisahnya sesedih ini. Dan aku juga mengerti, bahwa Fourth adalah seseorang yang berharga.

Setidaknya Fourth harus tahu jika aku akan ada selalu di sisinya.

-G 17/12





























Bersambung, Vee mau nangis dulu soalnya Gemini sama Krist satu event di Jepang, kalo gini caranya, Vee pengen tinggal di Jepang aja😭

Rundung [GeminiFourth]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang