⚠️Omegaverse⚠️
Tinggal di sebuah distrik yang jauh dari kota dengan tingkat keamanan yang rendah bagi Omega, membuat kekhawatiran tersendiri bagi ayah dan kakak Fourth, remaja 18 tahun yang baru saja mengetahui gender keduanya sebagai omega. Hingga...
Alisha benar-benar dikirim Fourth ke kerajaan, namun hanya untuk dua minggu karena Gemini dan Yolanie menawar pada Fourth sehingga omega kecil tersebut bisa di kurangi hukumannya, dengan syarat Alisha harus mengejar nilai-nilai mata pelajaran yang tertinggal di semester sebelumnya.
Bukannya Fourth mengatur, namun ini sudah kesepakatannya dengan Alisha karena gadis tersebut ingin kuliah kedokteran juga seperti orang tuanya. Makadari itu Fourth mengarahkan begini dan begitu pada Alisha agar impiannya tercapai.
Sedangkan Yolanie di hari liburnya biasa pergi dengan sang kakek belajar di perusahaan karena gadis itu sudah lama nampak tertarik dengan apa yang kakek Pond lakukan. Fourth dan Gemini hanya membebaskan kedua putrinya memilih jalan mereka, lalu memberikan dukungan dengan caranya masing-masing.
Sudah dua minggu remaja delapan belas tahun tersebut berada di kerajaan. Hari ini Yolanie dan seorang sopir sudah sampai di kerajaan untuk menjemput si bungsu. Setelah Yolanie masuk ke dalam dan menyapa sanak keluarga Fourth, Alisha buru-buru menarik sang kakak agar bisa segera pulang.
"Apa kau lelah?" Tanya Yolanie setelah mobil mereka keluar area kerajaan untuk beberapa saat.
Alisha langsung bergelayut manja di lengan sang kakak, "Aku menyesal, aku berjanji tidak akan membuat onar lagi,"
Padahal hanya dua minggu, namun Alisha nampak lebih kurus, sepertinya gadis itu cukup stress, apalagi tinggal berjauhan dengan sang kakak.
"Ayya dan Daddy ada jadwal operasi hari ini, apa kau mau ikut ke perusahaan?" Tawar Yolanie sambil mengusap-usap surai sang adik, "Atau ke rumah sakit? Daddy hanya memiliki satu jadwal operasi hari ini,"
Tentu saja jawabannya adalah rumah sakit. Alisha tidak suka suasana perusahaan, entah mengapa bersama sang Daddy membuatnya lebih nyaman.
***
Setelah mengantar Alisha ke rumah sakit, Yolanie bergegas pergi ke perusahaan sang kakek yang tak jauh dari rumah sakit milik kakek Phuwin. Yolanie sempat berpikir mengapa letak rumah sakit dan perusahaan cukup dekat, lantas Fourth memberikan jawaban dengan pasti, karena kakek Pond tidak ingin berjauhan dengan omeganya, dasar budak cinta!
Namun semua itu terjadi sebelum kakek Phuwin meninggal dua tahun yang lalu karena menua. Kakek Pond menjadi murung dan bersedih, akhirnya Yolanie memberanikan diri untuk bergabung dengan kakek Pond di perusahaan, menemaninya agar ia tak terlalu bersedih karena kepergian omeganya.
Yolanie melangkah masuk kedalam gedung dua puluh lantai tersebut, dengan senyum tegas menyapa semua orang pegawai perusahaan. Semua orang sudah tahu, gadis belia dengan senyum tipis, tinggi semampai dan rambut panjang lurus terikat rapi, serta selalu berpenampilan sederhana itu adalah cucu pemilik perusahaan yang beberapa tahun lagi akan menggantikan posisi sang kakek yang ingin pensiun.
"Selamat pagi, nona! Tuan besar sudah menunggu," sapa sekretaris Pond.
Yolanie tersenyum tipis, "Terima kasih bibi," Sapanya balik dengan senyum ramah, "Ngomong-ngomong, potongan rambut bibi cantik, apa bibi Janhae baru patah hati?"
Janhae terkekeh dengan komentar cucu atasannya, "Kau ini! Tapi benar, sih. Kemarin aku melihat tunanganku selingkuh," Sekretaris Pond mengajak Yolanie melirik ke sebuah meja, tempat seorang lelaki tengah berusaha fokus bekerja karena merasa diperhatikan bosnya, "Berada di sauna bersama selingkuhannya," lalu Yolanie diajak memutar matanya oleh Janhae menuju asisten Yolanie sendiri, "Juga makan malam di restoran Jepang dengan orang tua selingkuhannya,"
Untuk ukuran gadis delapan belas tahun, Yolanie sudah cukup paham apa yang Janhae maksud, "Setelah rapat dengan pemegang saham, bibi temani aku, ya!"
Karena hari libur sekolah berbeda dengan hari libur di perusahaan, maka Yolanie bisa mengenal orang-orang di perusahaan, bagaimana cara orang-orang bekerja, dan hal baru lainnya yang harus Yolanie pelajari selain cara memperluas koneksi.
Termasuk orang-orang kotor yang harus di basmi.
Di tahun ketiga Yolanie bergabung di perusahaan, gadis itu baru mendapat asisten untuk membuat sebuah proyek kecil-kecilan sebagai permulaan. Tapi meskipun asistennya bersih dari tindak kriminal, ternyata ia berani selingkuh dengan tunangan orang lain. Yolanie tidak suka, ia khawatir di kemudian hari asisten yang kakeknya rekrut itu akan berbohong lebih jauh, atau tepatnya berhianat.
"Bibi Cha tidak perlu ikut rapat kali ini, aku hanya akan duduk diam memperhatikan seperti biasa," Titah Yolanie tegas menahan asistennya agar tidak ikut dalam rapat.
Kemudian Yolanie mengekor Pond masuk ke dalam ruang rapat, di sana sudah berkumpul banyak orang yang dipastikan akan mengintimidasi gadis tersebut. Namun Yolanie sudah biasa mendapat tekanan seperti itu, ia sudah terlatih. Kata kakek Pond, ia akan mendapat lebih banyak tekanan saat sudah menggantikan posisi Pond kelak.
Rapat berjalan cukup lancar karena hanya membahas perkembangan yang terjadi di proyek-proyek yang sedang di lakukan. Yolanie benar hanya duduk diam dan tenang tanpa mengeluarkan suara, memperhatikan setiap keadaan yang terjadi di depannya, menangkap dan mempelajari hal-hal tersebut.
Yolanie mendengarkan penuh minat apa-apa saja yang diperbincangkan di sana, bahkan jika ada yang bertanya padanya maka dengan lancar Yolanie menjelaskan secara rinci.
"Kau hebat, nak! Gadis belia seusiamu bahkan masih bingung memilih perguruan tinggi mana yang harus dituju, tapi kau bahkan sudah berani mengerjakan proyek seperti ini," Sanjung salah satu kolega kakek Pond pada Yolanie setelah rapat berakhir dan sebagian besar orang sudah beranjak keluar dari ruangan.
Pond tersenyum bangga merangkul cucunya yang satu ini, "Aku harus berterima kasih juga pada Yolanie, berkatnya, aku bisa menghirup udara segar beberapa tahun lagi,"
"Ah! Nak, aku dengar kau alpha, ya? Cucuku omega, cantik sekali! Nampaknya kalian sebaya. Apa kau mau berkenalan dengannya?" Tawar si kolega dengan secercah harapan, "Siapa tahu kalian berjodoh,"
Janhae yang di belakang mereka membulatkan matanya, sama seperti Yolanie yang juga bereaksi, namun gadis itu nampak lebih santai, "Sebelumnya terima kasih banyak, tuan. Tetapi aku saat ini masih sekolah, dan orang tuaku belum rela jika aku memiliki seorang kekasih sekarang," Yolanie berusaha menolak dengan halus, "Mungkin delapan atau sepuluh tahun lagi aku akan mencari pasangan,"
Namun sang kolega belum menyerah, "Baiklah, selama itu kami akan menunggu,"
"Semoga kami berjodoh di waktu itu, ya!"
Bukan sekali dua kali Yolanie mendapat tawaran perjodohan, Pond hanya tertawa saja menanggapi hal tersebut, bahkan Gemini juga bereaksi sama dengan sang ayah. Namun Yolanie punya caranya sendiri untuk menghadapi situasi seperti itu.
Yolanie, selesai! Kalo kita bikin cerita Alisha, gak adil dong kalo Yolanie gak di ceritain, ya gak? Heuheu
Ngomong-ngomong, Vee punya cerita baru!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.