Aroma masakan yang tercium melalui kepulan asap itu memenuhi penciuman dua alpha Jirochtikul pagi ini. Fourth yang sudah satu minggu tinggal di rumah itu banyak mengeksplor diri di dapur. Katanya untuk persiapan, Fourth melihat papa mertuanya begitu lihai mengolah rempah tradisional, omega itu tidak mau kalah. Beberapa resep sederhana yang ia dapatkan dari Por di klub memasak akhirnya membuahkan hasil saat ayah dan Joong tersenyum bangga dengan omega kecil mereka yang dulu tidak pernah mau menginjakan kaki di dapur selain untuk mencuri makanan.
"Aku sedikit menyesal, kenapa kau bertemu Gemini tidak sejak dulu," Ujar Joong berkomentar, "Jadi bibi May tidak perlu memasak untuk kita, biar Fourth yang memasak,"
Tuan Jirochtikul hanya tertawa menanggapi sulungnya yang jahil, sedangkan wajah Fourth sudah masam tidak karuan, "Joong, sudah jangan goda adikmu lagi, lagipula kan Fourth sekarang mau memasak, setidaknya untuk Gemini nanti," Fourth menjulurkan lidahnya pada Joong meledek.
"Joong, cepatlah lamar Dunk, lama-lama aku tidak tega melihat Dunk digantung perasaannya,"
Sulung Jirochtikul itu tersedak Phad Thai yang sedang ia nikmati kuahnya, cabai yang Fourth masukan sebagai bumbu di dalam kuahnya membuat sensasi terbakar yang menyiksa Joong pagi ini, "Air..."
Buru-buru Fourth menuangkan segelas air untuk kakaknya. Omega itu berpikir Phad Thai yang pedas tidak cocok untuk sarapan di pagi hari.
***
'Luar biasa! Itu baru teman kami! Berita kemarin begitu menggemparkan seluruh Thailand! Kau berhasil, Fourth!'
Por begitu heboh di sambungan videonya, pagi ini Fourth dan tiga temannya melakukan panggilan video untuk membahas kasus Suparoj yang bersangkutan dengan Allaxe.
"Belum selesai, Por. Profesor Daan belum terungkap berita juga," Sela Fourth, "Profesor gila itu juga anak buah Suparoj, dan atasan Dokter Ben yang sedang membusuk di penjara sekarang,"
'Setelah kau hampir sekarat dibuatnya, kau masih bisa memanggilnya dokter?' -Mick
Bintang kampus yang sudah melengserkan jabatannya itu menghela napas melihat reaksi sahabatnya yang terdiam, 'Hhh... lupakan! Hari ini kau jadi pergi ke rumah tahanan?'
"Iya, aku sedang menung-"
Suara ketukan pintu serta panggilan sang kakak menginterupsi Fourth dan obrolannya, "Nong! Gemini menunggumu di bawah! Cepat, ya!"
***
Jalanan Bangkok di jam sembilan pagi tidak begitu ramai karena sebagian besar orang berada di dalam ruangan, bekerja. Jam padat kendaraan telah usai, sehingga Gemini bisa mencapai rumah tahanan dalam waktu singkat.
Menyingkirkan Suparoj bukan perkara mudah, tetapi melawan Vihokratana adalah sebuah kemustahilan sepanjang masa. Keluarga old money yang sering orang kira adalah keturunan bangsawan itu memiliki banyak koneksi di berbagai kalangan. Keluarga kerajaan, polisi, dokter, hakim, intel, informan, bahkan sampai preman rendahan juga menjalin hubungan yang baik dengan keluarga tersebut. Jalan legal juga ilegal terhubung dengan pengusaha Vihokratana.
Fourth mengatur napasnya, berulang kali menarik napas dalam lalu membuangnya kasar. Sejak setengah jam lalu mereka tiba di rumah tahanan pusat Bangkok, tetapi Fourth belum berani turun dari mobil alphanya. Jemari Gemini masih kuat di genggam demi mendapatkan ketenangan.
"Jika kau belum siap, kita bisa kembali lagi nanti," Tutur Gemini menenangkan omeganya yang tengah takut.
Namun Fourth tetaplah Fourth, omega keras kepala yang pantang mundur menghadapi ketakutannya sendiri. Ia sudah melewati banyak rasa takut, kenapa harus gentar sekarang?
***
"Fourth, apakah mereka orangnya?"
Omega Jirochtikul itu bersembunyi di belakang punggung alphanya, Gemini kembali merasakan aura ketakutan Fourth saat melihat berandalan yang tertahan di balik jeruji besi hitam, "I-iya..." Fourth mencengkram kemeja sang alpha kuat-kuat, kembali terbayang bagaimana orang-orang itu menghancurkan orang-orang tersayangnya di depan matanya, "p'Methun..."
Mendengar panggilan dari omeganya, Gemini segera memeluk sayang sosok pendek yang tadi bersembunyi di punggungnya, "Tenang, ya? Semua akan baik-baik saja," ujarnya lembut, "Ingat janjimu pada nenek... sayang,"
Kilasan memori buruk seketika memenuhi benak omega kecil itu, sedikit membuat Fourth gemetaran namun Gemini berhasil meyakinkan tunangannya tersebut.
Fourth berdeham, omega manis itu keluar dari punggung sang alpha dan menetralkan wajahnya. Memperhatikan satu per satu wajah yang membunuh ibu dan kakaknya.
"Siapa tuanmu?" Tanya Fourth, ia berjongkok di dekat jeruji, bertanya pada seseorang yang menatapnya marah, "Bukankah kau seharusnya tahu?" Sarkas pria di balik jeruji.
Omega cantik itu mengendikkan bahunya acuh, "Well, yang tahu itu alphaku, aku belum bertanya padamu," ujar Fourth santai, "Barangkali kau mau berbohong? Aku bisa mempekerjakan seorang detektif lagi untuk meladeni kebohonganmu itu,"
"Sialan! Harusnya kau ku bunuh juga!" Fourth mencium feromon dari pria di depannya, seperti sedang berusaha menekan dirinya. Gemini juga mencium aroma tersebut, ia berusaha menekannya kembali, "Phi sudahlah," lerai Fourth, matanya remeh pada tahanan yang dulu membunuh ibunya, "Feromon busuk macam keparat ini bukan saingan phi," Fourth tersenyum miring, mengeluarkan intimidasinya sebagai omega dominan, wangi vanila khas Fourth menekan alpha di sekitarnya, termasuk Gemini yang menahan napas.
Omegaku benar seorang dominan -Batin Gemini yang kini bertekuk lutut di belakang Fourth, aura resesifnya kalah dengan omeganya sendiri.
Fourth berbalik, menatap panik alphanya yang terduduk lemas, "Phi! Ma-maaf... bukan- astaga! Phi! Buka matamu!"
***
Bau disinfektan menyapa penciuman Gemini ketika ia membuka matanya. Kepalanya pusing bukan main seperti habis dipukul, tubuhnya lemas seperti saat ia berada di akhir masa rut, "Fourth?"
Si empunya nama segera menghampiri Gemini, rautnya begitu khawatir dengan sang alpha karena ulah dirinya, "Alpha? Kau baik-baik saja? Sebentar aku panggilkan pera-"
"Aku baik-baik saja, jangan kemana-mana,"
Akhirnya Fourth kembali duduk, menggenggam tangan sang alpha yang masih linglung. Keadaan menjadi canggung, omega manis itu merasa bersalah karena membuat alphanya berada dalam bahaya. Fourth hanya terdiam memandangi paras pucat sang alpha yang membuka matanya sedikit.
Gemini terkekeh dengan omeganya yang murung, tangan yang terbebas menggenggam Fourth di kanannya, "Aku baik-baik saja, sekarang berhentilah membuat wajah seperti itu,"
"Ck! Phi tak sadarkan diri tiga jam lamanya! Bagaimana aku bisa tenang?!" Protes si manis menggerutu, rasa bersalahnya hanya dijadikan candaan belaka.
"Baiklah baiklah, lain kali jangan asal mengintimidasi orang lain dengan feromonmu itu, tidak baik! Jika kau merasa terancam, maka panggil aku atau p'Joong, kau mengerti?"
Fourth mengangguk kecil, gerak-geriknya nampak menggemaskan di mata sang alpha.
"Maaf, alpha..."
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Rundung [GeminiFourth]
Fantasi⚠️Omegaverse⚠️ Tinggal di sebuah distrik yang jauh dari kota dengan tingkat keamanan yang rendah bagi Omega, membuat kekhawatiran tersendiri bagi ayah dan kakak Fourth, remaja 18 tahun yang baru saja mengetahui gender keduanya sebagai omega. Hingga...
![Rundung [GeminiFourth]](https://img.wattpad.com/cover/338239029-64-k218162.jpg)