"Hia!"
Gemini berjengit ketika masuk ke kamarnya, Fourth yang baru keluar dari kamar mandi memanggilnya dengan semangat. Senyuman omega itu merekah melihat alphanya kembali dari rumah sakit.
"Pelan-pelan!" Gemini memperingati, ditangkapnya tubuh wangi Fourth yang langsung memeluknya erat, selalu begini setiap ia pulang kerja.
Bukan wangi feromon, tetapi sabun yang Fourth pakai begitu segar menyapa penciuman Gemini, alpha itu menghidu aroma sabun kesukaan omeganya yang baru di ganti tiga bulan yang lalu, "Merindukanku, ya?"
Fourth tidak menanggapi, hanya saja pelukan mereka terlalu erat, "Sayang, ini terlalu erat," sang alpha memperingati.
Dilepasnya pelukan itu oleh Fourth yang sekarang mengerucutkan bibirnya lucu, "Maaf, aku hanya senang kau kembali lebih cepat,"
"Baiklah, omegaku yang manja, aku mandi dulu, ya? Setelah itu kita pergi melihat twins,"
Malam ini Gemini sudah berjanji untuk membawanya pergi ke klinik untuk melakukan ultrasonografi di usia kandungannya yang keempat seperti anjuran sang dokter. Karena Gemini selalu sibuk di rumah sakit dengan seniornya, maka Fourth menurut saat alphanya membuat janji dengan seorang bidan di klinik ibu dan anak. Sebagai suami siaga, Gemini tidak ingin melewatkan perkembangan omega dan anak-anaknya, jadilah ia rela membayar sedikit lebih mahal untuk pergi ke klinik di luar jam kerjanya.
Fourth terlihat begitu semangat karena ini adalah pertama kalinya lagi ia pergi berdua dengan Gemini setelah sekian lama semenjak awal kehamilannya. Sejak pagi, Fourth tidak mual ataupun lesu seperti hari kemarin, tubuhnya fit sehat dan bugar.
Sedangkan Gemini hanya tertawa kecil melihat tingkah omeganya yang menggemaskan itu.
***
"Bayinya berkembang cukup baik, berat badan dan ukuran mereka normal," Bidan menjelaskan dengan senyuman senang, ikut berbahagia dengan euforia yang Fourth bawa kali ini.
Sepasang alpha-omega itu tersenyum lebar memandangi layar monitor yang menunjukan bayi-bayi mereka. Semua berjalan dengan baik, berkonsultasi dengan bidan tanpa keluhan yang berarti. Fourth menerima resep vitamin penguat kandungan karena kehamilan kembar pada omega pria sangat rentan, namun bukan masalah besar. Selama ada Gemini, maka Fourth baik-baik saja.
Selama menunggu obat, Gemini bersandar pada bahu omeganya sambil tersenyum menatap foto bayi kembarnya yang baru saja di cetak. Alpha itu tidak terlihat lelah sama sekali setelah seharian bekerja di rumah sakit.
"Alpha..." Fourth merengek lagi, "Aku ingin makanan di Siam, bawa aku kesana, na?"
Tidak ada satupun di kediaman Vihokratana yang bisa menolak keinginan Fourth. Dengan mata bulat yang jernih seperti bayi, siapa yang tega? Saat Phuwin mengandung Gemini pun, Phuwin bertingkah sama seperti menantu kecilnya ini.
Gemini menggenggam tangan Fourth, "Apa sih yang tidak untuk omegaku yang manis?" Alpha itu lalu mengecupi punggung tangan omeganya, "Aku akan menelpon paman Gwen untuk mengikuti kita, ya? Sekarang sudah malam,"
Katanya, seseorang yang mandiri dan cuek akan lebih manja ketika bersama orang yang tepat. Gemini membenarkan dalam hati. Fourth yang beberapa tahun lalu tak mau di dekati, sekarang menempel dan merengek padanya setiap waktu.
Gemini sedikit kewalahan melihat omeganya yang merengek menginginkan ini dan itu ketika mereka berkeliling pasar jajanan, melupakan fakta jika ia tengah mengandung. Sebagian besar makanan di sana adalah makanan setengah matang yang dilarang bidannya Fourth untuk dikonsumsi. Hingga akhirnya Fourth menemukan kue panekuk dan salad buah yang cocok di lidahnya.
Tidak ada drama mual dan pusing selama Gemini membawa omeganya berkeliling. Kemudian Gemini berpikir, mungkin omeganya terlalu stress di rumah dan menginginkan kegiatan, ia akan berkonsultasi lagi nanti.
"Phi, bukankah itu p'Dunk?" Gemini menajamkan pengelihatannya pada objek yang omeganya tunjukan, "Haruskah kita menyapanya?"
Gemini mengangguk, "Ayo," kemudian dirangkulnya kembali pinggang Fourth mesra menghampiri tetangga mereka.
"p'Dunk! Eh-" Fourth mengatupkan bibirnya melihat sang kakak berada di meja yang sama dengan Dunk, "p'Joong? Kalian sedang berkencan, ya?" Semburat merah dari Dunk sudah menjawab pertanyaan sosok yang paling muda tersebut.
Dunk bergeser mempersilahkan Fourth duduk, "Nong, duduklah di sini, bergabung bersama kami," Ajak Dunk yang diangguki Joong.
Fourth menggeleng kecil, "Tidak, aku mau pulang saja, sudah malam, aku ingin tidur," Tolak Fourth lembut, "Nikmati kencan kalian!"
Kedua pasangan yang baru berbaikan itu menunduk malu dengan godaan dari Fourth yang sudah pergi dengan alphanya. Joong dan Dunk saling melempar senyum lalu terkekeh berdua, "Makanlah lagi, sebelum dingin,"
***
Tak lama setelah mobil Gemini keluar dari area parkir, Fourth jatuh terlelap karena kekenyangan. Senyum bahagia tidak luntur dari bibirnya malam ini, omega itu juga nampak segar dan tidak lesu. Gemini mulai berpikir jika omeganya itu bosan tidak memiliki kegiatan dan hanya beristirahat saja di kamarnya.
Setiap hari semenjak kehamilan omeganya, Gemini selalu belajar mengenai hal baru tentang kehamilan omega. Berkonsultasi sana-sini agar omeganya tak kekurangan, berusaha semaksimal mungkin agar Fourth merasa nyaman. Namun rasanya masih banyak kurangnya saja.
Hal ini membuat Gemini menjadi sering melamun ketika tidak bersama omeganya. Memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa memberi semua yang omeganya inginkan.
Pemikiran Gemini yang kacau itu membuatnya tak sadar jika ia sudah sampai di rumahnya, beruntung tidak mengalami kecelakaan karena melamun. Gemini segera menggendong omeganya masuk ke dalam rumah. Membuat gerakannya setenang mungkin agar omeganya tidak terjaga.
Fourth yang masih terlelap itu diletakan di kasurnya, kemudian Gemini membersihkan tubuh omeganya dan mengganti pakaiannya agar nyaman tertidur. Setelah semuanya selesai, Gemini keluar kamar untuk membuat secangkir teh pahit, kepalanya pusing tetapi tidak bisa tidur.
Dibawanya teh itu ke ruang tengah, tempat sang ayah dan kakek sedang menonton siaran berita malam yang menampilkan berita naik-turunnya saham.
"Teh pahit, ada apa denganmu?" Pertanyaan sang ayah selalu tepat, naluri Pond sebagai ayah memang tak bisa ditandingi jika urusan Gemini Norawit.
Alpha yang paling muda meminum tehnya sedikit, "Ayah, kakek, apa kalian pernah merasa tidak bisa menjaga omega kalian sendiri?"
Mendengar pertanyaan cucunya, Tay langsung mematikan televisi yang menyala, beralih menanggapi pertanyaan Gemini, "Pernah, saat grandpa mengandung paman Pluem," Tay mulai bercerita, "Saat kehamilan pertama grandpa, kakek senang bukan main! Kakek melakukan semua yang aku mampu agar grandpa merasa nyaman dan tidak tertekan sama sekali. Tetapi nyatanya, kakek tidak bisa menjadi sempurna untuk omegaku sendiri, grandpamu masih saja kekurangan," Tay menjeda, menatap cucunya sendu, "Setelah aku melihat Pond dan kau, aku sangat iri! Kalian menjaga omega kalian lebih dari apa yang aku lakukan untuk omegaku saat dulu..."
"...Tetapi nak, semua bukan tentang apa dan bagaimana kau menjadi sempurna di depan omegamu, melainkan usaha dan kemauanmu untuk belajar bersama omegamu demi anak kalian. Semua butuh waktu dan proses, kehamilan Fourth baru empat bulan berjalan, masih panjang sekali jalan kalian untuk belajar menjadi orang tua yang baik, dan untuk kau, masih banyak waktu belajar untuk menjadi alpha yang baik bagi keluargamu"
Bersambung, pokoknya sekarang publish publish aja yah? Sehari tiga kali Vee jabanin deh, lagi jenuh banget makanya lari ke sini buat update heuheu
KAMU SEDANG MEMBACA
Rundung [GeminiFourth]
Fantasy⚠️Omegaverse⚠️ Tinggal di sebuah distrik yang jauh dari kota dengan tingkat keamanan yang rendah bagi Omega, membuat kekhawatiran tersendiri bagi ayah dan kakak Fourth, remaja 18 tahun yang baru saja mengetahui gender keduanya sebagai omega. Hingga...
![Rundung [GeminiFourth]](https://img.wattpad.com/cover/338239029-64-k218162.jpg)