30-Rainbow after Rain

5K 373 13
                                        

Lab result : Pregnancy test

Nattawat Vihokratana

Positive

Gemini memeluk omeganya erat, senyuman dari sepasang alpha-omega tersebut tak pernah luntur sejak dokternya Fourth menunjukan layar monitor yang berisi gambar dua titik bulat yang terdiagnosa adalah janin kembar. Dan hasil laboratorium yang juga menyatakan bahwa Fourth Nattawat sedang mengandung.

Kertas itu juga membawa senyuman cerah di wajah orang-orang sekitar mereka. Semua turut berbahagia dengan kehamilan Fourth.

"Akhirnya ada kembar lagi di keturunan ayah, phi!" Seru New dipelukan suaminya.

Fourth yang mendengar hal itu terkejut senang, "Kakek mempunyai kembaran?" Tanyanya antusias.

Semangkuk sup tofu dengan rempah jahe yang menghangatkan itu tersaji di hadapan Fourth, "Terima kasih, chef," ujarnya tersenyum lalu menikmati sup tersebut sambil mendengarkan cerita sang kakek.

"Adik kembarku, namanya Pete, dia sudah tiada karena serangan jantung," jelas Tay singkat, ia tiba-tiba merasa rindu dengan adik kembarnya itu, "New, mau ikut? Aku ingin mengunjungi makamnya," New hanya mengangguk menuruti sang alpha.

"Kakek, apa aku boleh ikut?" Fourth berbinar seperti anak kecil, siapa yang tidak gemas? Tay tak sampai hati menolak permintaan menantu cucunya tersebut. Tetapi apalah daya, makam adiknya berada di belahan dunia lain, Tay tidak ingin Fourth terkena masalah kesehatan dengan berlama-lama berada di pesawat.

Phuwin mengusap surai lembut menantunya, "Kakek Pete dimakamkan di Amerika, bukan di Thailand, aku tidak yakin jika Gemini mengizinkanmu pergi juga," Tukas Phuwin mewakili mertuanya, lalu melirik Gemini penuh harap.

Melihat Fourth yang menunduk dan menjadi tidak bernafsu dengan makanannya, Gemini mengambil alih sendok Fourth dan menyuapi omega tersebut, "Jika kau sudah melahirkan nanti, aku akan mengantarkanmu pergi kemanapun kau mau," Bujuk Gemini dengan sendok berisi sup yang diulurkan, "Makanlah dulu, ya?"

"Baiklah,"

***

Hari-hari Gemini setelah ada janin kecil di dalam tubuh omeganya, alpha itu menjadi sedikit posesif dan memanjakan Fourth sepanjang waktu. Mendaftar kelas orang tua dan yoga, belajar menjadi ayah dan suami yang baik untuk omeganya. Tiada hari tanpa tersenyum bagi Fourth, karena Gemini memberikan apapun yang ia mau.

"Hia, pusing... tidak mau sup jahe lagi! Baunya membuatku mual!" Perubahan suasana hati dan nafsu makan yang naik turun, Fourth sedikit kesusahan beradaptasi dengan hormon dan tubuhnya sendiri. Setiap pagi hanya ada mual dan muntah, tidak mau makan, dan berbaring lemas di atas kasur. Dokternya bilang itu hal biasa dan wajar, begitupun Phuwin dan Love serta New, namun pasangan muda itu tetap tidak tenang.

Gemini meletakan makanan Fourth di nakas, ia menghela napas panjang, "Baiklah sayang, apa yang kau inginkan?" Tawar Gemini lembut menatap omeganya yang megeluh pusing di dalam selimut, "Kau harus tetap makan agar tubuhmu kuat, ya?"

Si omega yang bergerumul dengan selimutnya sendiri itu menampakkan wajahnya sedikit, raut wajahnya tidak nampak baik-baik saja, Fourth berkaca-kaca, "p'Methun..." ia merengek, tangisannya pecah, "Aku... tidak ingin makan apapun, rasanya mual! Tapi aku lapar!" Fourth menangis, tidak merasa nyaman dengan dirinya pagi ini.

Gemini berinisiatif memeluk omeganya, gundukan selimut itu ia buka perlahan, menampakkan Fourth yang meringkuk seperti bayi, "Baiklah, kau mau roti panggang saja? Empat lembar tanpa selai sepertinya enak, tidak akan membuatmu mual," tawar Gemini seraya menenangkan omeganya. Fourth yang mengangguk kecil itu mengundang kelegaan bagi sang alpha, "Tunggu sebentar, ya? Akan aku buatkan,"

"Dengan jus jeruk," Tambah Fourth lirih.

Semenjak omeganya hamil, Gemini banyak melakukan riset dan diskusi dengan para orang yang lebih tua terutama Love. Omega yang sebentar lagi akan melahirkan itu mengatakan jika kandungannya berada di usia trimester awal seperti Fourth, para omega akan mengalami adaptasi dengan semua perubahan di dalam tubuhnya. Entah itu hormonal atau batiniah, apalagi omega pria yang kehamilannya lebih rentan dan butuh perhatian ekstra.

Alphanya Fourth itu juga mengambil cuti beberapa hari untuk memahami dan ikut beradaptasi dengan Fourth. Padahal Gemini tak berniat mengambil spesialis kandungan nantinya ketika kuliah lagi, mungkin ini nalurinya sebagai alpha sekaligus dokter untuk menjaga omeganya agar tetap sehat dan bahagia.

Memanggang roti bukanlah hal yang sulit, Gemini sering melakukannya karena perintah kakek dan ayahnya. 'Seorang alpha juga harus bisa memasak! Jika tidak, kau akan mati kelaparan saat omegamu tak bisa memasak untukmu!' Kira-kira begitu nasehat Pond pada putranya. Meskipun di rumah mereka memiliki koki, tetapi Tay dan New tetap menodong anak alpha mereka untuk ikut mengerjakan pekerjaan rumah.

"Roti panggang tanpa selai dan jus jeruk yang segar, siap di santap!" Seru Gemini seraya meletakan sarapan untuk omeganya yang terlelap tak nyaman, terlihat dari kedua alis yang bertaut dan kening yang mengerut, Fourth tidak benar-benar tidur.

Omega itu membuka matanya ketika mendengar suara sang alpha, tersenyum pucat melihat bagaimana alphanya yang tidak pernah mengeluh menghadapi dirinya dan segala rengekan yang menyebalkan. Dengan telaten, Gemini membantu omeganya duduk dengan nyaman dan menyuapi sarapan yang tidak seberapa itu, yang penting ada makanan yang masuk ke dalam perut Fourth.

"Ini roti sayur, ditambahkan sayuran kedalam adonannya saat di buat, aku pikir ini juga bisa menambah nutrisi di dalam makananmu," Ujar Gemini seraya menyuapi Fourth, "Besok aku akan meminta chef agar membuat roti buah juga, kau mau?"

Seulas senyum terukir di bilah Fourth yang pucat, ia menerima suapan alphanya dan mengunyahnya perlahan. Jus jeruk yang dipegangnya itu disesapnya sesekali, melewati tenggorokan rasanya menyegarkan.

Empat roti panggang yang Gemini buat sendiri itu sudah tandas di makan semua oleh Fourth. Rasa laparnya terselesaikan oleh empat lembar roti tersebut, "Hia, aku mau mandi," ujar Fourth sambil beranjak, Gemini juga ikut beranjak, "Perlu ku temani?"

"Tidak, aku bisa sendiri,"

Alpha itu menghela napas, perutnya mulai terasa sakit sekarang. Ia baru ingat jika belum makan sejak bangun tidur, terlalu sibuk menuruti hormon pagi omeganya, "Sebaiknya aku makan sekarang, jika aku sakit itu tidak akan baik,"

Segera alpha itu membereskan alat makan Fourth dan beranjak menuju dapur, bertemu dengan papa yang sedang mencuci buah, "Kau sudah makan?" Tanya Phuwin menyapa.

Gemini menggeleng, "Belum, Fourth masih rewel dan aku baru ingat aku belum makan," Keluh Gemini.

Phuwin tersenyum simpul, "Kau makanlah sekarang, biar papa yang menjaga Fourth,"

"Dia sedang mandi, pa. Lebih baik papa makan saja dulu buahnya,"

Di meja makan, hanya ada sepasang ayah-anak Phuwin yang mengamati putranya lesu di pagi yang cerah ini, makanannya pun terus di aduk tanpa berniat di makan oleh si pemilik piring. Diam-diam Phuwin khawatir dengan putra sematawayangnya, "Apa makananmu tidak enak, nak?"

Putranya menggeleng lembut, "Tidak papa, hanya saja... aku mengkhawatirkan Fourth," Sendok dan garpu diletakan Gemini di pinggiran piringnya, sorot mata yang menatap sang papa itu sendu penuh kalut.

"Papa, apa aku bisa menjaga Fourth?"












Bersambung, duh pagi-pagi dah galau aja :)

Rundung [GeminiFourth]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang