Dua tahun kemudian di musim kemarau Mei ...
Hening sedikit banyak terhasut Ellin Sugono, sahabat terdekat suaminya, secara resmi menjadi konselor pernikahan yang diandalkan Hening. Mulailah ia bersolek tipis sehari-harinya, memakai pakaian yang indah, dan hiasan rambutnya pun diatur semenarik mungkin. Setiap kali pulang bekerja, Topan akan menanyakan hari ini apakah ada yang spesial atau apakah Hening merayakan sesuatu yang penting. Kenaifan Topan ini membuat Hening jengkel, air mukanya sontak masam dan tak berminat lagi bicara panjang lebar.
Restoran live seafood mereka maju pesat, banyak dikunjungi kalangan artis dari ibu kota, maka Topan mesti saban hari mengontrol rumah makannya, sekalipun sistemnya rapi dan sudah autopilot. Tak jarang Topan dijamu supplier dan relasi bisnis mereka, hingga jauh malam baru pulang kekenyangan. Hening memperhatikan, Topan tidak pernah lagi membawa-bawa sumpit, garpu, maupun sendok perak yang biasanya ia bawa-bawa seperti kotak alat tulis itu. Digital ph meter-nya juga ditinggal di atas meja kerja. Hening sepantasnya plong, bukankah kejiwaan sang suami menunjukkan suatu perbaikan yang melegakan?
Namun, ada gangguan lain yang menelusup diam-diam. Seorang pelanggan restoran mereka, aktris cantik dan seorang vlogger terkemuka, mirip sekali Kemala Summa, mendiang istri pertama Topan, kini suami Hening. Kemiripannya mengagetkan, mencapai sembilan puluh delapan persen, kecuali tahi lalat besar di pipi kirinya, ia bagaikan penjelmaan Summa yang reinkarnasi terlahir kembali. Kebetulan, pada hari peringatan pernikahan dua tahun keramat, Topan memilih telat pulang.
"Mas Topan ini bagaimana, sih? Kan aku sudah pesan supaya pulang cepat. Kenapa malam begini baru pulang?" Hening menyambut suaminya tidak dengan ucapan sayang seperti biasanya.
"Oh, maaf, Sayang. Hari ini banyak jamuan dari supplier kita. Lalu ada cukong dari Serang datang, niatnya tanam modal, nantinya resto kita buka cabang di Serang sana. Hebat kan, Sayang?"
"Jadi Mas Topan sudah kenyang makan-makan?"
"Apa boleh buat, Sayang. Seafood kita nomor satu, lalu jamuan ke resto Jepang kan sayang ditolak, Sayangku." Topan merengkuh pundak istrinya mesra, langsung ditangkis secara galak.
"Mas Topan coba lihat meja makan kita. Lihat yang baik, Mas."
Topan terheran-heran menilik Hening yang merah parasnya. Bukan merah dari perona pipi, melainkan dari jengkel yang ditahan-tahan sebisanya. Ada apa dengan meja makan? Bukannya sudah biasa Topan tidak makan di rumah karena kesibukannya? Topan mendekati meja kayu nyatoh, menyibak tudung saji berenda putih, dan mendapati sajian mewah masakan Hening mengelilingi kue tar mungil dengan lilin angka dua yang utuh, belum dinyalakan. Topan langsung mengingat-ingat tanggal hari ini dan menepak jidatnya keras.
"Gimana? Sudah ingat sekarang? Tahu gak, Mas, aku siapin ini udah dari jauh-jauh hari. Belajar masak dulu dari Yutube, lalu curi-curi resep dari ibu tetangga. Hasilnya apa? Aku tadi makan sendirian, cuma sedikit karena gak nafsu, lalu kue tar itu buatmu maknanya apa, Mas? Apa?"
"Sayang, Hening, maaf, maaf banget, Masmu ini lupa, Sayang. Maafkan, ya. Ditebus besok saja gimana, Sayangku? Mas akan pulang cepat besok, ya, oke?" Topan mengecup kening sang istri, sembari mengumbar maaf berembel rayu-rayuan kedaluwarsa.
Selalu saja seperti ini. Topan seperti kurang menghargai hari jadi mereka. Padahal Hening mengingatnya seakan tercetak mati di hatinya, setiap tanggal-tanggal penting yang berhubungan dengan Topan dan dengan hubungan mereka. Sebegitu kecilnya kah arti Hening bagi Topan? Apakah ia cuma pajangan elok di dalam rumah, sekadar piala yang dimenangkan untuk kemudian dilupakan karena euforia berlalu sudah lama dan akhirnya jadi tak menarik lagi?
Alhasil, Hening pun mulai mimpi buruk lagi. Sudah lama ia tidak mengalaminya, sejak Sunya meninggal dan sejak ia diperistri Topan, mimpi-mimpi muramnya terusir jauh-jauh, berganti kebahagiaan sederhana yang menenangkan. Namun, kejujuran cinta Topan mulai meluntur. Cuma dua tahun saja, mengapa bulan madu mereka di Sun Moon Lake dan di taman kupu-kupu Taichung seakan masa lalu yang kecil dan jauh? Kemana Topan miliknya yang dulu? Pria berkepala bagus dan ganteng yang apa adanya dan lugu mencintainya itu?
KAMU SEDANG MEMBACA
Hening Cipta Topan
Mystery / ThrillerTopan Antara Dika dan Hening Sidara Gasik. Sepasang manusia yang dihantui kematian orangtua yang misterius. Topan yang paranoid dengan racun dan kematian. Psikiater memvonisnya punya otak kriminal dan harus berhenti dari pekerjaannya sekarang. Untu...
