BISMILLAH
TERIMA KASIH ATAS 10K PEMBACA
BAB 15 UNTUK KALIAN
***
V
alerie keluar dengan jantung yang berdetak cepat beserta wajah yang menunduk, tentu hal itu menjadi pusat perhatian anak-anak Broderick yang sedang bersantai diluar.
"KIW KIW, ABIS NGAPAIN NIH, KOK MALU-MALU GITUU..." Ozzy mulai melancarkan aksinya dalam menggoda Valerie.
Darell menendang kaki laki-laki cerewet itu, kenapa Ozzy senang sekali berbicara, apakah laki-laki itu mempunyai syndrom untuk terus-terussan berbicara?
Ozzy menatap Darell kemudian membalas menendang kakinya, Mulutnya ingin kembali menggoda Valerie yang sudah berada disamping Cathrine. Namun dengan tidak sengaja matanya menatap Athenio yang berdiri diambang pintu sembari menatapnya tajam. Ozzy mengurungkan niatnya.
"Habis ngapain berduaan didalam?" goda Cathrine, gadis itu sedang mengelus kepala kekasihnya yang bermain game.
"Gak ngapa-ngapain, gue cuma kasih bekal aja."
"Masaaa?"
Valerie memutar bola matanya malas, "Ayo balik!" ajaknya pada Cathrine yang masih betah dengan posisinya.
Cathrine menatap kekasihnya, "Rafi, aku mau balik ke-kelas dulu, lagian ini udah mau bell."
Rafi melihat jam diponselnya, kemudian duduk tegak, "Mau aku anter?"
"Gak usah, aku sama Vee aja."
"Beneran?"
Cathrine mengangguk kemudian Rafi mencium kening gadis itu. "Hati-hati."
"Kamu gak masuk kelas?" tanya Cathrine sebelum benar-benar pergi.
Rafi tersenyum sembari memperlihatkan giginya yang rapi, hal itu membuat Cathrine memutar bola matanya malas, sementara Valerie tertawa kecil melihat interaksi keduanya. Valerie jadi merindukan Ken.
Setelah kepergian mereka berdua, Athenio berjalan keluar lalu meluncurkan tatapan mengerikan kepada Ozzy karena berani menggoda Valerie. Ozzy ciut dibuatnya.
Namun anak-anak Broderick bukan fokus pada tatapan Athenio kepada Ozzy namun dengan raut wajah laki-laki itu yang sudah tenang dan tidak keras seperti tadi.
"Bos!" Rafi memanggil Athenio ingin menggodanya namun belum sempat ia melanjutkan ucapannya tatapan yang semula ditujukan untuk Ozzy kini berganti menuju Rafi membuat laki-laki itu memilih diam dari pada melanjutkan ucapannya.
"Ayo cabut!"
"Kemana?" tanya Darell menaikkan alisnya.
Athenio berjalan terlebih dahulu meninggalkan teman-temannya yang menunggu jawabannya, kemudian dengan jarak yang lumayang jauh Athenio berteriak.
"KELAS!"
Seketika teman-teman Athenio langsung berdiri dan berlari menuju sekolah.
---
"Lo ngapain didalam?" tanya Cath yang berjalan bersama Valerie yang sedari tadi menunduk.
Valerie menggelengkan kepalanya dan mempercepat jalannya menuju kelas, Jantungnya saja masih berdetak cepat.
Sesampainya dikelas Valerie langsung duduk dan membuka bukunya sehingga menarik tatapan sahabat-sahabatnya yang duduk disana.
"Lo abis dicium?" tanya Cath frontal ketika telah duduk disamping Valerie.
Valerie melotot, membayangkannya saja membuat dirinya bergidik ngeri.
"Mulut lo ya!" sinisnya.
Eve dan Poppy yang mendengar ucapan Cath langsung berjalan menuju meja Valerie dan ikut menggoda gadis itu.
Valerie menelungkupkan kepalanya, apalagi ketika mendengar ucapan ketua kelas mereka yang mengatakan jam kosong. Bisa habis dirinya digoda oleh sahabat-sahabatnya.
Beberapa jam telah berlalu, Valerie membereskan semua buku-buku dan peralatan sekolahnya. Ketiga sahabatnya telah pulang karena hari ini mereka memiliki urusan masing-masing. Sementara Valerie ia tinggal dikelas karena hari ini adalah jadwalnya untuk membersihkan kelas.
Gadis itu berjalan gontai ke luar kelas, sungguh terkejut dirinya ketika melihat Ken yang bersandar dipintu sembari melipat tangannya diatas dada.
"Ngapain?"
Ken terkejut ketika Valerie muncul tiba-tiba. Namun dengan cepat laki-laki itu bisa mengontrol raut wajahnya.
"Pulang bareng!"
Valerie menggeleng, "Duluan aja, aku mau ada urusan soalnya."
"Aku anter."
"Gak usah! Aku bisa sendiri."
"Kita berangkat bareng, pulang juga harus bareng." keukeh Ken berniat ingin bersama Valerie.
Valerie tetap menggelengkan kepalanya keras. Gadis itu berniat menghabiskan waktunya di MALL hari ini.
Ken ingin membuka mulutnya lagi, namun sebuah bola basket menggelinding mengenai kakinya membuat ucapannya terhenti.
Ken menatap siapa yang melempar bola tersebut. Ken mendengus. Athenio selalu menganggu dirinya ketika laki-laki itu berusaha mendekatkan dirinya kepada Valerie.
Athenio berjalan mendekat.
"Mana bolanya?" tagih laki-laki itu ketika telah berdiri dihadapan Valerie dan disamping Ken.
Valerie sendiri yang melihat Athenio kembali menunduk.
Setelah bola basket berada ditangannya, Athenio menatap Valerie.
"Lo kenapa nunduk mulu? lo kira wajah gue kayak setan?"
Valerie mendongak, "Lo sadar?" polosnya.
Ken menahan tawa, namun ada sisi cemburu dihati laki-laki itu.
"Tapi lo suka gue kan?" goda Athenio sembari melirik Ken yang bernai menertawakannya.
"Najis!"
Athenio mendekat, "Lo mau pulang?"
Seperti dihipnotis dengan tatapan laki-laki itu, Valerie tiba-tiba mengangguk.
"Karena hari ini gue gak bisa nganter lo pulang, gue ucapin hati-hati aja." Athenio mengucapakan itu sembari mengelus kepala Valerie sayang membuat jantung gadis itu kembali berdetak cepat.
Sementara Ken, laki-laki itu sedang menahan dirinya agar tidak menonjok Athenio saat ini. Athenio meninggalkan mereka berdua dan melanjutkan permainannya.
"Aku mau ada acara dirumah temen aku, kamu pulang duluan aja." seru Valerie sebelum Ken memaksanya pulang bersama.
Ken menghela nafasnya, biarlah Valerie menenangkan dirinya terlebih dahulu. Besok dirinya akan mencobanya lagi.
Valerie menunggu Grab yang akan membawanya ke Mall hari ini. Gadis itu ingin merelaksasikan otaknya dengan melihat-lihat barang-barang mewah.
Beberapa menit perjalanan terlewati Valerie akhirnya sampai di Mall. Gadis itu turun dan memberikan uang kepada Abang Grab kemudian masuk kedalam.
Melihat barang-barang yang lucu-lucu membuat Valerie membeli barang tersebut. Valerie merupakan salah satu gadis yang terobsesi dengan barang-barang yang lucu tanpa memikirkan nilai guna barang tersebut.
Setelah membelinya, gadis itu akan menyesal dan mempertanyakan kembali kepada dirinya apa kegunaan barang tersebut dan bagaimana ia bisa memiliki barang tersebut, padahal itu adalah bentuk kekhilaf-an matanya ketika melihat barang-barang yang lucu.
Setelah puas membeli beberapa barang-barang Valerie naik lantai tiga untuk membeli makanan. Perutnya sudah merasa lapar dan ia memutuskan untuk membeli aneka Shusi.
Setelah memesan, Gadis itu mencari tempat duduk yang membuat gadis itu merasa nyaman. Matanya bergulir kesana kemari sampai terhenti dimana ia melihat sosok yang ia kenal sedang memesan Shusi
"REGAL!!"
***
MASIH INGAT REGAL?
KIRA-KIRA APA HUBUNGAN VALERIE DENGAN REGAL?
-
-
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA, JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK KALIAN.
SEE U BAB 16, READERS
KAMU SEDANG MEMBACA
VALERIE (ON GOING)
Teen FictionValerie Quensha Brigita Abimanyu. Ketua Eskul Musik di Sekolahnya. Kekasih dari laki-laki berandalan pertama seantero SMA RAGEDRA Panggil saja dia Vee. Gadis yang dipandang baik oleh semua orang. Sifatnya yang ramah dan penyayang, menjadikan dirinya...
