Valerie menggelengkan kepalanya tidak percaya ketika mengingat ucapan sahabatnya barusan. Bagaimana takdir bisa mempermainkan dirinya seperti ini. Bahkan ucapan ucapan Regal masih terekam jelas didalam otaknya.
Setelah menghabiskan beberapa jam ditaman dengan Regal, Vee kini sudah berada didalam kamarnya untuk merenungi kejadian-kejadian yang menimpa hidupnya. Bahkan dirinya berfikir, seandainya dirinya tidak pindah ke Jakarta apakah takdirnya tidak seperti ini.
Vee mengacak rambutnya frustasi, "Heran gue, bisa-bisanya Ken nikah sama mantannya Regal."
Gadis itu menjatuhkan dirinya keatas kasur setelah berkutat dengan pikirannya sendiri, ia mencoba untuk tidur dengan memejamkan matanya, beberapa menit matanya terpejam dan hampir memasuki alam mimpi, ponselnya berdering dengan keras.
"Siapa sih?" tanyanya pada diri sendiri. Dirinya benar-benar tidak ingin diganggu sehingga dirinya tidak mengangkat telfon tersebut.
Ponselnya terus menerus berbunyi membuat Vee terpaksa mengangkatnya dengan wajah garang, siap menyemprot siapapun yang semakin merusak moodnya.
"LO GANGGU AJA SI!" semprotnya langsung.
"Suara lo, kaya toa!" semprot balik seseorang diseberang, namun masih dengan nada yang santai dan sedikit mengejek.
Vee tahu betul pemiliki suara tersebut, itu adalah suara pria yang akhir-akhir ini selalu menganggu hidupnya.
Vee menghela nafasnya jengah, "Kenapa lo telfon gue?"
"Kangen aja si."
Gigi Vee menggeretak, "Gajelas banget lo!"
Diseberang sana, Athenio tertawa kecil, "Lo marah-marah mulu, lo lagi pms ya?"
"KEPO!"
"Gue tanya baik-baik juga!"
"GAK!"
Athenio menghela nafasnya, susah sekali membuat gadis ini sedikit lembut terhadapnya, "Mau es krim gak?"
"GAK!"
"Telat, gue udah ada didepan rumah lo."
Vee yang mendengar itu langsung meloncat dari atas kasurnya. Mengintip dari jendela. Namun tidak ada siapa-siapa dihalaman rumahnya.
"Lo bohongin gue?"
Athenio tertawa renyah dari seberang, membuat Valerie jengkel bukan main. Sialan sekali laki-laki itu berani mempermainkan dirinya.
Tanpa mengatakan apapun, Valerie langsung memutuskan sambungan telfonnya. Gadis itu melempar ponselnya ke sembarang arah.
Ponselnya terus menerus berdering, namun dia tidak peduli, Valerie tahu yang menelfon adalah Athenio, jadi dia enggan mengangkatnya.
Valerie merebahkan dirinya. Besok adalah hari pernikahan Ken dan Aldara. Dan besok dirinya akan datang bersama Regal.
Mungkin besok akan menjadi hari terberat dalam hidupnya.
----
"Vee, bangun sayang. Udah ditunggu Regal dibawah." Bunda Valerie mengetuk pintu anak gadisnya.
Valerie terbangun, "Iya, Bunda. Suruh Regal tunggu ya.."
Bunda Valerie mengangguk kemudian turun ke bawah untuk menemani Regal. Tentu saja Bundanya kenal, Valerie dan Regal adalah sahabat yang sempat terpisah.
Setelah hampir 1 jam bersiap- siap. Valerie turun dengan dressnya.
Perfect. Satu kata yang menggambarkan gadis itu.
Zara melihat putrinya takjub, Valerie sama sekali tidak menunjukkan kesedihannya, gadis itu membuktikan bahwa dirinya baik-baik saja. Dan Zara bangga atas hal tersebut.
"Regal, Hati-hati bawa anak bunda."
Regal terkekeh, "Siap, Bundaa. Kalo sama Regal udah pasti aman."
"Kalo sampek ada yang lecet bunda jewer kamu."
Mereka bertiga tertawa. Kemudian Valeria dan Regal berpamitan untuk pergi.
"Kita pergi dulu, ya, Bun?" pamit mereka.
"Hati-hati."
Mereka berdua masuk kedalam mobil yang dibawa Regal.
"Lo siap?" tanya Regal menatap Valerie.
Valerie mengangguk mantap. Dirinya akan menunjukkan pada Ken. Bahwa dirinya akan mengikhlaskan semua ini dan menerima takdir.
Dua puluh menit perjalanan, akhirnya mereka sampai digedung hotel tempat acara pernikahan itu digelar.
Valerie menarik nafasnua dalam. Dia meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja. "Lo bisa, Vee.." Valerie meyakinkan dirinya.
Regal menggandeng Valerie untuk masuk. Acara pernikahan memang tidak diketahui banyak orang, namun rekan bisnis keluarga mereka pasti diundang semua.
Valerie terdiam ketika masuk dan melihat Ken yang terdiam kaku diatas altas bersama Aldara. Sementara Regal menggenggam tangan Valerie, seolah memberi kekuatan pada gadis itu.
Regal dan Valerie mendekat, berniat mengucapkan selamat. Tangan Valerie bergetar, dan air matanya ingin turun, namun ia tahan sekuat mungkin.
Setelah sampai diatas altar, Valerie menyalami tangan Ken, namun Ken langsung memeluk Valerie. Membuat Valerie kaget bukan main. Bagaimana bisa laki-laki ini memeluknya disaat acara pernikahannya.
"Ken, lepas."
"Gue kangen, Vee..."
Pelukan ini, pelukan yang dulunya mampu membuat hatinya tenang dan nyaman, namun, tidak akan pernah ia rasakan lagi, dan akan menjadi milik orang lain.
"Ken, gak enak dilihat orang, lepas!"
Ken terpaksa melepaskan pelukan itu, air matanya turun. Namun Valerie beralih menyalami tangan Aldara. Tapi Aldara tidak menyambut uluran tersebut.
"Selamat ya..." lirih Valerie.
Gadis itu turun, lalu lari keluar area pernikahan, gadis itu menangis sejadi-jadinya. Sakit. Benar-benar sakit.
Regal menatap tajam Ken, kemudian melirik sinis Aldara. Sementara Aldara Menatap takut pada Regal. Tentu Aldara tahu bagaimana bengisnya laki-laki itu. Namun satu hal yang ada dipikirannya. Bagaimana bisa Valerie datang kemari bersama Regal?
"Nangis aja!" celetuk Regal yang sudah menyusul Valerie.
Valerie berdiri dan langsung memeluk Regal erat, "Gg-gue gak k-kuat, ayo pulang..."
Regal menggendong gadis itu, lalu berjalan menuju mobilnya.. Valerie tidak menolak, karena tenaganya pun sudah habis karena menangis.
Sesampainya dimobil Valerie diam saja sembari melihat jalanan. Regal juga tidak mengajak dirinya berbicara karena Regal tahu Valerie butuh waktu.
Saat sampai dirumahnya. Regal menatap Valerie. Namun gadis itu tertidur. Regal menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik gadis itu.
"Lo cantik, Vee. Ken bakal terima akibatnya karena nyakitin lo.."
----
THANK YOU FOR READING🖤
Jangan lupa buat vote n comment yaa;-3
Jangan lupa juga follow ig & tiktok supaya tau cerita aku dan keseruan lainnya.
IG : Aboutnash_
Tiktok : Aboutnash_
SEE U NEXT PART>>>>>
KAMU SEDANG MEMBACA
VALERIE (ON GOING)
Fiksi RemajaValerie Quensha Brigita Abimanyu. Ketua Eskul Musik di Sekolahnya. Kekasih dari laki-laki berandalan pertama seantero SMA RAGEDRA Panggil saja dia Vee. Gadis yang dipandang baik oleh semua orang. Sifatnya yang ramah dan penyayang, menjadikan dirinya...
