Valerie Quensha Brigita Abimanyu. Ketua Eskul Musik di Sekolahnya. Kekasih dari laki-laki berandalan pertama seantero SMA RAGEDRA
Panggil saja dia Vee. Gadis yang dipandang baik oleh semua orang. Sifatnya yang ramah dan penyayang, menjadikan dirinya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Valerie menggelengkan kepalanya melihat tingkah laki-laki itu. Apakah benar ia sedang berpacaran dengan laki-laki yang ditakuti semua siswa siswi Valegar?
"Cie yang pulang dianterin ketua Broderick!"
Godaan dari teman-teman Valerie yang sudah berpuluh-puluh kali ia dengarkan.
"Cukup! Jangan ledekin gue terus!" semprot Valerie, sungguh telinganya sudah memerah karena malu.
Mereka memang sudah berada dirumah Valerie saat ini.
"Gue juga mau deket ama Darell, tapi sampe sekarang gue gak pernah di notice ama diaa!" keluh Eve.
Valerie yang berada dekat dengan gadis itu seketika terhenyak. Ia baru ingat sesuatu. Bahwa Eve menyukai Darell. Bukankah Darell sedang dekat seseorang, apakah Eve tahu?
"Kenapa, Vee?" tanya Eve melihat Valerie yang berhenti.
Valerie menggeleng, "Gak ada, ayo!"
Mereka berdua berjalan menyusul Poppy dan Cathrine yang sudah berada ditaman belakang.
Sementara dilain tempat, seorang laki-laki dengan jaket kebanggannya yang bertuliskan Broderick memasuki area markas.
"Wei boss!"
Mereka bertos ria untuk menyambut kehadiran sang ketua.
"Mana doi?" tanya Ozzy menggoda.
Athenio memutar bola matanya malas. Ia tahu temannya itu akan melancarkan aksi menggoda dirinya.
"Duduk dulu!" ucap Darell.
Athenio duduk, kemudian matanya memicing melihat satu anggota inti yang belum terlihat.
"Mana Dexter?"
"Didapur, lagi masak mie!"
"Dia nginep sini?"
"Iya, biasalah!"
Athenio mengangguk. Athenio memang membebaskan anggotanya untuk tidur disini kapan saja. Ini adalah rumah kedua mereka jika dirumah pertama mereka tidak mendapat kenyamanan.
Mereka adalah keluarga.
"Darell, ada pergerakan?"
Darell menggeleng, "Sejauh ini belum, kayaknya mereka mau buat rencana besar."
Sementara Rafi menyimak percakapan tersebut. "Apa kita gak gerak dulu aja?"
"Gerak gimana maksud lo?"
"Kita pancing mereka supaya keluar."
Athenio terdiam sebentar kemudian menggeleng, "Jangan. Lebih baik kita buat persiapan aja."
Dexter muncul ditengah-tengah pembicaraan, laki-laki itu membawa sepiring mie yang ada ditangannya. Semua atensi melihatnya.