Valerie Quensha Brigita Abimanyu. Ketua Eskul Musik di Sekolahnya. Kekasih dari laki-laki berandalan pertama seantero SMA RAGEDRA
Panggil saja dia Vee. Gadis yang dipandang baik oleh semua orang. Sifatnya yang ramah dan penyayang, menjadikan dirinya...
Valerie sungguh risih mendapat tatapan dari semua siswa siswi Valegar. Ini semua karena Athenio yang menenggerkan tangannya dipundak Valerie.
"Vee, kemarin gue mimpi jalan-jalan sama lo."
"Kan kemarin emang abis jalan-jalan."
"Buk—" ucapan Athenio terhenti karena ada suara lain yang menyapa mereka berdua.
"Hai, Nio.." sapa gadis itu.
Mereka berdua menoleh, Athenio mendengus kesal, sementara Valerie melepaskan tangan Athenio dari pundaknya, membuat laki-laki itu semakin dongkol.
Athenio diam saja, sama seperti Valerie. Mereka berdua saling tatap.
"Athenio, kok diem?" ucap gadis itu lagi.
Athenio menatap Rose, "Lo siapa?" tanyanya pura-pura tidak kenal.
Rose mengernyit, lalu mendekat. "Athenio, kok kamu gitu!"
"Gue emang gini, lo siapa? Gak usah sok kenal sama gue!"
"Ayo, Vee!" ajaknya menggandeng tangan gadisnya lembut. Rose menatap hal itu marah.
"Awas lo Valerie!"
Dexter melihat apa yang dilakukan Rose, laki-laki itu melengos seolah menganggap gadis itu tidak ada. Cukup dua tahun lalu. Kali ini tidak lagi.
"Dexter!"
Dexter tidak berhenti ataupun menoleh, ia menanggap itu suara Jin Jahat yang memanggilnya.
"Idup gue udah suram, liat mukanya Dexter makin suram anjing!" celetuk Ozzy menatap Dexter yang menatap tajam semua orang.
Terkadang Ozzy heran. Apakah Dexter itu tidak butuh manusia? Laki-laki itu seolah benci semua manusia karena menatap orang dengan tatapan menghunus.
Athenio dan Valerie datang. Mereka bertemu dikoridor.
"Eh ada neng Valerie, gimana kabarnya neng?" basa-basi Ozzy, yang dibalas tatapan permusuhan oleh Athenio.
"Gue baik."
"Tumben kesini?"
"Eh iya ini mau nyampein pesan Cathrine buat Rafi. Katanya maaf kemarin gak balas chat, ponsel Cathrine rusak, sekarang dia gak masuk gara-gara sakit."
Rafi langsung berdiri, membawa tasnya, melompat pagar dibelakang sekolah. Laki-laki itu akan menjenguk kekasihnya.
Ozzy dan Darell melongo, "Kan, apa gue bilang, Rafi itu kadar bucinnya tinggi. Tapi kalo Pak Bos, udah overdosis." Ozzy menatap Athenio menggoda.
Athenio mendengus, dirinya itu tidak bucin, laki-laki itu hanya mengutarakan perasaannya. Iya! Athenio selalu benar.
"Ayo gue antar ke kelas."
Valerie menggeleng, "Gak usah gak papa."
"GAK! GUE ANTER!" bantah Athenio. Mutlak.
Valerie mengalah, membiarkan laki-laki itu berbuat sesukanya. Pasalnya jika Valerie terus menolah Athenio akan ngambek.
Darell terkekeh kecil, "Gak nyangka gue."
"Gak nyangka apa?"
"Athenio bisa bucin."
Ozzy terkekeh, "Lo kapan?"
Darell mengambil tasnya, "Bentar lagi!" jawabnya, kemudian masuk kedalam kelas.
"LO UDAH PUNYA GEBETAN?" Teriak Ozzy kepo, laki-laki itu menyusul Darell masuk kedalam kelas.
Dexter yang memang sedari tadi dikelas mendengus. Sebelum adanya Ozzy kelas ini tenang dan sunyi. Namun kedatangan laki-laki itu menghancurkan segalanya.
Lihatlah sekarang, laki-laki itu sudah menghidupkan bluetooth miliknya, yang akan disambungkan dengan speaker yang ada dikelas.
Dexter menghela nafas sabar. Mengambil earphone lalu memakainya.
Sementara Athenio sendiri masih berada didepan kelas Valerie. Laki-laki itu melihat Valerie yang sedang membersihkan kelas. Gadis itu piker ternyata. Senyumnya terbit, membuat gadis yang akan masuk ke kelas membalas senyumannya.
Gadis itu berpikir Athenio tersenyum kepadanya. Sial.
Valerie menatap kedepan, sedikit terkejut melihat Athenio yang masih bertengger didepan pintu, "Ngapain?"
"Gak papa."
"Balik ke kelas sana!" titahnya, pasalnya Valerie itu malu jika teman-temannya tahu.
Ia akan diejek habis-habisan.
Saat Athenio akan protes, Valerie segera menyelanya, "Nanti istirahatkan ketemu lagi, sekarang masuk kelas. Udah mau bel!"
Athenio mengalah kali ini. Laki-laki itu mencuri ciuman dipipi, lalu berlari menuju kelasnya.
Sial, wajah Valerie memerah malu.
Athenio berjalan santai setelah memastikan Valerie masuk dari kejauhan. Hatinya sedang baik saat ini, dan itu semua karena kekasihnya, Valerie.
Saat ingin masuk kelas, Athenio terkejut dengan suara musik yang begitu keras. Tentu Athenio tahu siapa pelakunya.
"Matiin!" perintahnya.
Ozzy yang melihat kedatangan ketuanya, menoleh. "Mau ikutan nyanyi, bos?"
Athenio mendengus, "Matiin, Ozzy!"
Ozzy terkekeh, namun tidak menghiraukan Athenio. "Sekali-kali, Bos! Mumpung jam kososng."
Athenio yang tidak ingin moodnya rusak. Laki-laki tiu berjalan menuju bangkunya yang berada dibelakang Dexter. Athenio melirik Dexter yang menelungkupkan kepala dengan Earphone ditelinganya. Pasti laki-laki itu muak dengan tingkah Ozzy.
Athenio juga sama, laki-laki itu duduk. Mengambil earphone kemudian memasangnya ditelinga.
Belum sempat laki-laki itu memutar musik, satu pesan masuk. Anggotanya mengirim pesan kepadanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Athenio berdiri dari tempat duduknya.
"Ozzy matiin! Kita ke rumah sakit!"
"Kenapa? Siapa yang sakit?" tanya Darell terkejut saat melihat wajah khawatir Athenio.
"Rafi kecelakaan! Kita ke rumah sakit sekarang."
Dexter mendengar itu langsung keluar, meninggalkan teman-temannya sebelum mereka menyusul.
---
THANK YOU FOR READING🖤 Jangan lupa buat vote n comment yaa;-3
Kalo ada typo, koment yaaa disini yaa!!
Jangan lupa juga follow ig & tiktok supaya tau cerita aku dan keseruan lainnya.