Part 21

17.9K 736 22
                                        

Mereka berdua pun masuk kedalam mansion dengan Rey yg berada di gendongan Abi

"Wahhh mancion om besal banget" Ucap Rey kagum

"Rey suka?"Tanya Abi

" Cuka anget om"Ucap Rey antusias

"Sekarang mansion ini juga punya Rey" Ucap Abi

"Selius emg boleh om" Kaget Rey

"Boleh dong,skrng kmu anak Om dan istrinya Om,jadi panggil Om papa dan panggil istri Om Buna ya" Jelas Abi

"Eman istli om ndak malah talo Ley jadi anat om"ucap Rey polos

" Nggak dong,pasti nanti istri Om juga seneng"ucap Abi meyakinkan Rey

Saat melewati dapur dan meja makan Abi melihat Zahra yg sedang menata makanan di atas meja makan

"Mas pulang honey" Ucap Abi sambil mengeraskan suaranya agar Zahra mampu mendengarnya

Zahra yg mendengar suara suaminya pun menoleh ke asal suara tersebut,dan matanya tidak sengaja melihat seorang anak laki-laki yang berada di gendongan sang suami

"MAS ABIIII ANAK SIAPA YG KMU BAWA MAS,YA AMPUN KMU APAIN SMPE DIA LUKA² BEGITU HAH" Teriak Zahra membahana

Sementara Rey ia kaget saat mendengar suara teriakan dari Zahra sekaligus takut,takut klo Zahra marah dan tidak menerimanya

Lalu menyembunyikan kepalanya di cengkuk leher milik Abi

"Sayang kmu bikin Rey kaget" Ucap Abi

"Maaf mas,abisnya akun kaget kmu bawa anak kecil yg penuh luka gtu" Ucap Zahra

"Biar mas jelasin,jadi..... "Mengalir lah cerita pas Abi bertemu dengan Rey tanpa kurang dan tanpa lebih,Abi menjelaskan secara rinci

" Kasian sekali,kejam banget yg jdi orang tuanya " Sendu Zahra sambil melihat Rey yg msh menyembunyikan Kepala di cengkuk leher suaminya

"mas gmna klo kita angkat dia jadi anak kita,aku mau anak ini jadi anak kita ya mass,please" Ucap Zahra Sambil mengeluarkan jurus pupy eyes nya

Abi yg memang punya niat yg sama pun mengiyakan,lagian ia sudah sangat sayang dengan Rey

"Iya sayang,mas setuju" Ucap Abi

"Yeyyy,Sini sayang Sama Buna" Ajak Zahra pada Rey

"Tuh kmu di ajak Buna" Ucap Abi pada Rey

"Buna,ciapa p-pa?  Tanya Rey bingung, dan Rey  sudah mulai mencoba memanggil Abi dengan sebutan papa meskipun msh kaku

"Buna ini istri Om,dan dia jadi ibu kmu skrng,manggilnya Buna ya"jelas Abi

Rey pun mengangguk paham,lalu meminta di gendong oleh Zahra

" Aaaaa sayang nya Buna"ucap Zahra sambil menggendong Rey ala koala

Cup

Cup

Cup

Zahra mencium kedua pipi Rey dan juga kening nya,Rey yg di cium pun kegelian

"Aaaaa geli Buna" Rengek Rey

"Hahahaha iya maaf sayang" Ucap Zahra

"Mas ganti baju sama mandi gih" Ucap Zahra pada Abi

"Iyaa mas ke atas dulu" Jawab Abi

"Papa mandi dlu ya sayang" Pamit Abi pada Rey

"Iya papa"jawab Rey

" Buna obatin luka kmu ya sayang,kita ke ruang keluarga dlu"ucap Zahra

Sesampainya di ruang keluarga,Zahra memanggil Zaidan untuk mengambilkan kotak p3k

"ABANG TURUN AMBILIN KOTAK P3K CEPETTTT" Teriak Zahra

Zaidan yg sedang bermain game di dalam kamarnya pun kaget saat mendengar teriakan Buna nya,lalu segera turun ke lantai bawah sambil membawa kotak p3k yg di suruh Buna nya

"Ini Buna hah hah " Ucap Zaidan menyerahkan kotak p3k pada Zahra,sambil ngos-ngosan karena berlari tadi

"Makasih bang,kmu minum dlu sana ngos-ngosan gtu" Ucap Zahra

Lalu Zaidan pun pergi ke dapur untuk mengambil minum untuk dirinya

"Sini sayang Buna obatin" Ucap Zahra pada Rey

"Pelan-pelan ya Buna,cakit coalna" Ucap Rey

"Iya sayang,klo sakit cubit tangan Buna ya" Ucap Zahra,sementara Rey hanya mengangguk

"Awww Sshhh cakit hiks hiks" Tangis Rey pecah

"Ehh cup cup cup udh kok udh selesai,udh ya nangisnya,nanti sesek nafasnya"ucap Zahra

" Hiks hikss cakit Una"tangis Rey yg msh sesegukan

"Iya² maafin Buna ya sayang" Ucap Zahra menenangkan Rey

"He'em" Ucap Rey

Lalu Zaidan pun kembali ke ruang keluarga saat selesai minum,ia juga penasaran siapa anak kecil di pangkuan Buna nya itu

Jangan lupa vote dan komen guysss


Transmigrasi BunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang