part 25

13.2K 561 13
                                    

Mereka pun memulai sarapan paginya dengan hening,hanya suara dentingan sendok dan garpu yg beradu dengan piring

Setelah selesai sarapan,Abi pamit pergi ke kantor,Zaidan pun pamit pergi sekolah

"Mas berangkat ya honey" Pamit Abi pada Zahra

"Iya mas hati-hati nyetirnya jngn ngebut,semangat juga kerja nya jngn lupa makan siang ya" Pesan Zahra

"Siap honey,papa kerja dlu ya Dek" Pamit Abi pada Rey

"Iya papa" Ucap Rey

"Ouh iya mas nanti siang aku ijin mau ke mall ya sama Rey,buat beli perlengkapan Rey dan kebutuhan lainnya" Jelas Zahra

"Boleh,ini buat kalian belanja"ucap Abi sambil menyerahkan black card nya pada Zahra

" Nggk ush mas aku msh ada uang nya kok "ucap Zahra

" Nggk pp buat jaga² aja sayang"ucap Abi

"Yaudah,makasih ya mas" Ucap Zahra

"Sama² my wife,yaudah aku jalan yaa dah jagoan" Pamit Abi dan berlalu ke luar rumah

"Iyaa mass,Hati-hati" Ucap Zahra

"Dah papa" Ucap Rey

Setelah itu Zaidan pun ikut pamit pada Zahra dan adiknya

"Abang juga berangkat Bun" Ucap Zaidan

"Yaudah ,jangan ngebut ya nyetir motornya dan jangan bolos pelajaran juga" Nasihat Zahra

"Siappp laksanakan Buna" Ucap Zaidan

"Tpi nggk janji" Lanjutnya dalam batin

"Abang berangkat ya Dek" Ucap Zaidan pada Rey

"Abanh au temana?" Tanya Rey

"Abang mau sekolah dek" Jawab Zaidan

"Cekolah?,Ley itut abanh Ley au cekolah" Ucap Rey polos

"Nggk boleh,adek sama Buna aja di rumah,nanti adek sekolah TK dlu ya klo umurnya udh 5 tahun" Jelas Zaidan

"Ndak au Ley nak ikut Abanh huaaa Buna hik hiks" Tangis Rey pun pecah

"Statst adek kn msh kecil sayang,blm boleh sekolah,nanti aja yaa,katanya mau ikut Buna ke mall" Jelas Zahra memberi pemahaman pada Rey

"Hiks hiks,Ley au unya emen Buna" Ucap Rey sambil menangis

"Iya nanti abang ajak temennya main kesini deh biar Rey banyak temen,okeh,udh dong berhenti nangiss nya nanti sesek nafasnya"ucap Zahra

" Aji?hiks hiks"tanya Rey

"Iya janji yakan bang?" Ucap Zahra pada Zaidan agar meng iya kan ucapan nya

"Iyaa bener,nanti abang ajak main sahabat² abang" Ucap Zaidan

"Otehh Ley ndak jadi itut Abanh" Ucap Rey

"Nah gtu dong,abang berangkat ya" Ucap Zaidan lalu mengalami tangan Zahra dan mencium pipi gembul adeknya

Setelah Zaidan pamit berangkat sekolah,Zahra naik ke lantai atas untuk ke kamar nya bersama Rey

Ia akan mandi karena nanti siang ia mau pergi ke mall

"Buna mandi dulu ya sayang,Rey duduk di atas kasur jangan kmna²" Ucap Zahra

"Ciap Buna" Ucap Rey

"Pinternya,nih makan snack dlu " Ucap Zahra sambil menyerahkan satu snack pada Rey agar anteng

Rey pun memakan snack yg Zahra berikan dngn anteng, sementara Zahra ia segera mandi

**************************
Pukul 10:00

Sesuai dengan ucapannya,siang ini Zahra dan Rey akan pergi ke mall,mereka sudah selesai bersiap-siap.

Zahra hanya pergi berdua dengan Rey,dan Zahra sendiri yang menyetir mobilnya,karena ia ingin berduaan dengan putranya ini

Setelah menempuh waktu kurang lebih 30 menit akhirnya mereka sampai di mall

Zahra menggandeng tangan Rey agar tidak hilang,knpa di gandeng karena Rey tidak mau di gendong

"nanti Buna kecapean" katanya

Zahra pun menurut,sekaligus terharu ah anaknya ini sangat perhatian sekali sama seperti abang nya Zaidan

Saat memasuki mall yg ramai,Zahra dan Rey menjadi pusat perhatian karena paras mereka yg Memukau

Banyak bisik-bisik para pengunjung mall yg melihat mereka

Cantik banget

Aaaa itu anak kecil nya imut banget woii

Imut+ganteng

Itu kakak nya juga cantik

Emg itu kakak nya

Maybe, soalnya masih muda yakali anaknya

Yeee dasar so tau

Marry me mba?

Mana mau dia sama modelan jamet kek lo

Parah lo

Itu adeknya pengen gw karungin deh rasanya

Begitulah bisikan para syaiton eh pengunjung mall maksudnya

Zahra hanya acuh saat mendengar bisikan-bisikan tersebut,sementara Rey dia merasa risih

"Kok belisik bngt si Buna" Tanya Rey pada Zahra

"Soalnya Rey ganteng" Ucap Zahra

"Meleka bilang Ley ganteng Buna?" Ucap Rey polos

"Iya sayang kata mreka kmu ganteng dan imut"ujar Zahra

" Wahhh Ley telkenal Buna"ucap Rey girang

"Iya sayang" Ucap Zahra terkekeh pelan

Lalu mereka pun masuk ke store baju-baju anak,sepatu dll

Zahra banyak membeli baju,sepatu untuk Rey,dan masih banyak lagii

Rey pun merasa senang karena ia begitu di sayangi oleh keluarga angkatnya

Jangan lupa vote dan komen




Transmigrasi BunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang