chapter 14 my family

919 66 45
                                        

Di pagi hari yang cerah pulau jeju yoongi terbangun dan membuka mata melihat pemandangan indah di depan nya, dia adalah hoseok asisten sekaligus partner sex nya menatap lama wajah indah itu.

Mengusap pipi hoseok dengan sangat lembut yoongi takut membangunkan pria manis nya, kira-kira kapan ya hoseok bisa menjadi milik yoongi seutuhnya dia ingin cepat memeluk hoseok setiap saat.

"Hoseok jika boleh percepat ya waktu untuk mencintaiku, rasanya aku tidak sabar menatap wajah mu setiap pagi hari di bangun tidur ku." Gumam yoongi pada hoseok yang berhadapan dengan nya.

Tanpa sadar hoseok mendekat dan merengkuh yoongi hingga hidung nya bertabrakan dengan dada bidang itu, jantung yoongi meleleh begitu bahagia saat di peluk hoseok walau dia tidak sadar.

"Hey baby apa kau tidak mau bangun?" Panggil yoongi memeluk hoseok erat.

"Ngh.. 5 menit lagi." Hoseok malah semakin masuk.

"Baiklah, tapi bisa kau mundur sedikit jantung ku sesak dan aku masih ingin hidup." Ucap yoongi melonggarkan pelukan nya.

Bukannya di lepas hoseok malah semakin mengeratkan pelukan nya, rasa hangat dan nyaman dia tidak mau melepas pelukan ini.

"Oke, tetaplah begini." Kekeh yoongi mengecup kening hoseok.

Saat mereka sedang asik tidur berdua suara pintu berbunyi di ketuk oleh seseorang, karena yoongi tidur lagi jadi dia tidak tau siapa yang mengetuk pintu.

"Oppa apa kalian sudah bangun? Ibu akan kembali 10 menit lagi, dia bilang akan membawakan kita sarapan enak. Ayo bangun oppa aku sudah mandi dan cantik tau!" Kesal eunha.

Tak kunjung di buka membuat eunha gemas jadi dia meninggalkan kamar itu dengan wajah cemberut, ngomong-ngomong mereka mengambil libur selama 1 hari karena di jeju ada urusan keluarga.

Di karenakan kihyun sudah kembali dari masa liburnya, jadi yoongi bisa bermalas malasan sebentar dengan hoseok.

10 menit sudah terlewat kedua orang itu tak kunjung bangun, sampai seseorang datang mengetuk dengan kasar kali ini bukan eunha.

"Ya! Min yoongi bangun bodoh ini sudah siang, memang kau tidak mau sarapan hah?!" Teriak namjoon dari luar mengetuk dengan kencang.

Hoseok terbangun membuka matanya dan mendengar suara ketukan di pintu.

"Daddy bangun! Ada yang berteriak memangil mu tau." Ucap hoseok menggoyangkan tubuh yoongi.

"Biarkan saja itu pasti sepupu ku." Gumam yoongi memeluk perut hoseok.

"Oh pasti hyung nya eunha ya?" Hoseok terduduk mengumpulkan jiwanya.

"Hum.." yoongi mengeratkan pelukan itu.

"Dalam waktu 5 detik kau tidak bangun, akan ku habisi sarapan dua porsi mu itu aku hitung dari sekarang. 1 2 3 4 5 waktu mu habis! Oke baiklah dua porsi itu ku habiskan!" Teriak nya kembali ke dapur.

Hoseok terkekeh mendengar suara sepupu yoongi yang frustasi, dia harus pulang jimin terus menanyakan keberadaan nya dari semalam.

Contoh saja sekarang dia kembali menelpon hoseok menanyakan kapan hoseok akan pulang.

"Kau pulang kapan hah? Aku rindu ayah juga dan taehyung bahkan terus memanggil nama mu, aku pusing sekali mendengarnya sepertinya dia mulai menyukai mu."

"Ah kau ini berisik sekali, aku akan pulang besok karena bos ku masih ada urusan. Bilang saja jangan terus memanggil nama ku, jadi kan telinga ku terasa di teriaki oh iya bilang ke ayah park aku juga merindukan nya!"

"Cih! Baiklah, aku tunggu besok kau pulang pokonya nanti kita bertiga harus liburan!"

"Iya baiklah jimin sayang, btw kencan dengan soobin bagaimana apa lancar?"

My Daddy(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang