Hari ini hari keberangkatan gulf dan keluarga nya semua sudah di siapkan oleh anak buah mile.
Kini mereka semua tengah berada di bandara mami dan papi mew pun ada di sana mereka mengantarkan kepargian gulf dan keluarga nya.
" nak sehat sehat di sana ya jangan terlalu banyak fikiran" ucap mami mew
" iya mi kana akan baik baik saja di sana kan ada bubu, baba dan axx yang nemani kana di sana" ucap gulf
" mami akan merindukan mu sayabg" ucap mami mew memeluk gulf
" kana juga pasti akan merindukan mami" ucap gulf membalas pelukan mami mew
" axx.." panggil papi mew
" iya grandpa" jawab axcel
" jagain buna ya di sana" ucap papi mew
" tentu grandpa axx akan selalu jagain dan lindungi bunna" ucap axcel
Papi mew memeluk axcel dan tak lupa dia memluk gulf sebagi salam perpisahan.
" waktu kita berangkat nak" ucap apo
" baik bubu" jawab gulf
" tolong urus anak buah mew paman agar dia tidak bisa mengakses keberada kami dan aku juga akan memperketat penjagaan yang ada di sana" ucap mile pada papi mew
" kau tenang saja mile semua nya akan aku urus aku juga akan memberi pelajaran pada anak itu" ucap papi mew
" baiklah kita pergi sekrang" ucap mile
" hati hati kalian jika sudah sampai kabari jangan lupa kami" ucap mami mew
" ya nanti kami kabari" ucap apo
Setelah kepergian gulf dan keluarga nya mami dan papi mew memutuskan untuk pulang ke rumah mew karna mew tidak tau jika orang tua nya berada di kota ini.
.
Mew mengurus keberangkatan anglia ke negara S demi pengobatan nya sedangkan dokter yang merawat nya juga ikut agar lebih bisa membantu dokter lain dalam menangani anglia nanti.
Ponsel mew berdering dia nelihat jika slaah satu penjaga di rumah nya menelpon diri nya.
" maaf tuan menganggu waktu anda" ucap pekerja mew
" katakan" ucap mew dingin
" tuan dan nyonya besar di rumah" ucap pelerja mew
" baiklah aku segera pulang sekarang" ucap mew
Mendengar kedua orang tua nya telah ada di rumah mew buru buru pulang biar bagai mana pun mew sangat takut dengan papi nya yang sangat keras.
Sampai di rumah mew langsung masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan orang tua nya.
" mami papi" ucap mew melihat orang tua nya yang duduk di runag keluarga
Plak
Bukan pelukan yang mew dapat namun sebuah tamparan keras dari sang papi jingga membuat sudut bibir nya keluar darah.
" aku tidak pernah mengajarkan mu jadi anak yang bajingan mew bahkan kau tidak tau ke mana pergi nya anak dan istri mu" teriak papi mew dengan amarah nya
Rumah yang tadi nya sunyi kini menjadi dingin dan menyesakkan karna aura kemarahan yang di keluarkan oleh sang tuan rumah sangat pekat.
" aku tak mau membela mu karna ini salah mu" ucap mami mew saat mew menatap nya untuk membela nya
" ku tanya sekali lagi di mana istri dan anak mu" tanya papi mew geram
" aku tidak tau pi" jawab mew
" apa yang kau urus hingga kau melupakan anak dan istri mu" tanya papi mew datar
KAMU SEDANG MEMBACA
BUNA GULF (END)
Teen Fictionfirst story... Gulf kanawut traipipattanapong seorang remaja yang baru lulus SMA harus bekerja karna kurang biaya untuk melanjutkan pendidikan nya. Mew suppasit jongcheveevat seorang duda beranak satu, seorang mafia berkedok ceo di sebuah perusahaa...
