Malam hari menjelang dimana bulan purnama bersinar terang di negara yang di pimpin oleh Kaisar Edward. Sean menatap langit malam yang begitu cantik di gantungi ribuan bintang, ia tiba-tiba menjadi teringat wanita pujaan hatinya.
"Bahkan bulan dan bintang pun kalah cantik jika di sandingkan dengan senyuman mu" Gumam Sean
Ini aneh, Sean tahu betul bahwa dirinya adalah seorang putra mahkota. Memiliki kekuasaan tinggi, di hormati semua orang, memiliki wajah yang rupawan. Seharusnya mudah saja ia mendapatkan kan Kekasih dari kalangan bangsawan. Akan tetapi Sean menolak seluruh wanita dari semua kalangan bangsawan. Dirinya hanya menaruh hati pada wanita yang kastanya lebih rendah dari dirinya.
"Sonya, suatu saat nanti aku akan menjadikan mu permaisuri ku"
"Wah wah putra mahkota kita ternyata sedang mengahayalkan wanita nya ternyata" Justin datang tanpa aba-aba dan langsung meledek Sean
Sean melirik sekilas Justin dan kembali memusatkan pandangannya pada langit, dirinya tidak memperdulikan keberadaan Justin.
"Apa kau serius menyukai wanita pelayan itu? "Tanya Justin
Sean menatap Justin dengan tajam dan Justin menyadari bahwa ia salah dalam memilah kata.
"Maksud ku, Sonya" Koreksi Justin
"Menurut mu? " Tanya balik Sean
"Aku bertanya karena aku ingin tahu jawaban mu, bodoh. Mengapa malah balik bertanya padaku? " Kesal Justin
Sean terkekeh, dirinya ingin menggoda Justin saja.
"Tentu saja aku serius menyukai, atau bahkan mencintai nya"
Keduanya terdiam saat Sean menyelesaikan ucapan nya, dua bersaudara itu masing-masing bergelut dengan pikiran mereka.
"Kau kesini hanya untuk bertanya itu saja? " Ucap Sean
Justin menggeleng "tidak, aku kesini untuk memberitahu bahwa ayah ingin kita berkumpul di aula utama"
.
.
.
.
Sean dan Justin memasuki ruang aula utama di mana Kaisar Edward menunggu ke duanya. Roberto yang sedang duduk gagah di singgasana pun menyambut kedua anaknya.
"Selamat datang anak ku, ku harap pertemuan kita disini tidak menganggu waktu tidur kalian" Ucap Roberto mengingat sekarang sudah memasuki waktu tengah malam, hanya beberapa orang saja yang masih terjaga di saat seperti ini.
"Tidak ayah, aku dan Justin belum tidur" Ucap Sean
Kedua saudara Edward itu duduk di kanan dan kiri bersebelahan dengan Roberto.
"Ada apakah gerangan ayah menanggil kami kesini? " Tanya Justin
"Ini tentang adik kalian, Teresa"kata Roberto
Sean mengernyitkankan alisnya " Memangnya kenapa dengan Teresa? Apa dia berbuat sesuatu di istana Xavier? "
Roberto menggeleng, pria paruh baya itu mengembara kembali ingatan nya saat mereka akan pergi ke negara Pixabay untuk acara pertunangan Teresa dengan putra mahkota Xavier.
Flasback
Pagi itu di istana Edward, semua orang sibuk mempersiapkan diri untuk pergi ke istana Xavier untuk acara pertunangan pangeran Victor dan putri Teresa. Teresa terlihat sibuk memerintah para pelayan yang sibuk mengemasi semua barang milik wanita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
last Night
FantasíaLangit jingga menghampar luas di negara pixabay, warna jingga keemasannya menyoroti sepasang kekasih. Di bukit seinna, keduanya merenung, memikirkan nasib, berbagai cerita dan memandu asmara. Langit senja nya yang indah begitu mendukung suasana r...
