bab 13 ingatan gael

13.3K 1K 18
                                    

"bang halooo panggilan kepada manusia bernama Alva!"ucap aela sambil melambaikan tangannya di depan wajah Alva

Aela yang sedari tadi melihat Alva diam BaK patung Monas pun mengerucutkan bibirnya

"Ela kenapa tuh bibir kaya bebek ?"tanya Nadia saat melihat aela mengerucutkan bibirnya

"Ish itu lo Bun Abang, Ela panggilan GK jawab jawab kesel tau gak"ucap aela

Sambil menunjuk Alva yang sedang melamun dengan tangan yang memegang sendok entah buat apa

Nadia yang melihat itu pun hanya terkekeh kecil

"Sudahlah kayaknya Abang kamu sedang ada pikiran udah gih sana berangkat sekolah entar telat"ucap Nadia sambil mengelus rambut aela

Aela hanya bisa mengangguk lalu pergi begitupun Nadia karna dia tidak ingin menganggu Alva

"Apa gue ungkap aja yah siap gue ke Alvi kalo ketemu dia?"batin Alva

Lalu menggeleng kan kepalanya

"GK kalo gue bilang entar gue makin susah tuh hancurin jalang"ucap Alva

Lalu melihat ke sana kemari kemudian berhenti saat melihat tangannya yang menegang sendok

Membuat Alva mengreyit kan keningnya

"Tadi gue bawa sendok buat apaan yah? Kok lupa"ucap Alva

_____________________

'triiiiiiiiing'

"Woi vi lo gk ke kantin?"tanya seorang murid kepada temannya yang sedang membereskan alat tulisnya

"GK deh gue mau ke rooftop"ucap Alvi

Sedangkan temanya yang bernama kean itu hanya mengangguk

"Hati hati jan berantem tuh muka Lo masih bonyok Lo"ucap kean

Sedangkan Alvi hanya mengangguk lalu pergi keluar dari kelasnya dan pergi ke arah rooftop

Sesampainya di rooftop keningnya mengreyit saat melihat ada seorang gadis yang sedang terduduk dengan posisi meringkuk

"Hiks hiks bang va hiks nea kangen Abang hiks sekarang hiks mereka semakin menjadi hiks fitnah nea hiks nea harus gimana bang hiks"Isak hadis itu

Merasa kenal Dengan suara itu Alvi pun berjalan ke arah gadis itu

"Ngapain Lo disini? Udah GK bully Vera lagi?"tanya Alvi dengan nada dingin

Sedangkan gadis itu hanya diam karna tau siapa orang yang bertanya

"Ngapain Lo diam GK punya mulut tuli Lo?"ucap Alvi

"Percuma gue bilang lo gk akan pernah ndegerin gue"ucap Gadis

"Heh gue tuh tau Lo cuma pura pura jadi orang yang tersakiti heh alnea meisa Taylor udah deh Lo itu GK usah nunjukin kalo Lo itu orang yang GK bersalah deh"ucap Alvi

Yap gadis itu adalah nea sang antagonis

Nea yang mendengar ucapan Alvi pun mengeratkan pegangannya kepada roknya

"GK nea Lo harus sabar Lo GK boleh nangis ingat kata Alva kalo Lo nangis entar dia kecewa "batin nea sambil menutup matanya

"Cih emang anak panti yang di adopsi, cuma anak adopsi aja belagu gue kayaknya bakal kasihan deh Ama orang yang besarin pembully kayak Lo dan kayak nya orang yang Lo panggil panggil itu yang udah bikin lo jadi pembully"ejek Alvi tanpa sadar bahwa orang yang dia ejek adalah Alva

Mendengar ejekan yang di layangkan Alvi membuat nea naik pitam lalu berdiri dan menatap tajam Alvi

"Gue ucapin ke Lo ya Vi Lo boleh hina gue ejek gue caci gue tapi jangan pernah Lo ejek Abang gue! Gue bener bener buta pernah cinta Ama Lo! Lo bilang Vera itu Polos kan Lo bilang Vera itu rapuh kan hey! Lo aja GK tau kelakuannya saat SMP dan Lo bilang  dia kayak gitu! Gue yang adalah tunangan Lo sejak umur 13 tahun bener bener kecewa!

Twins Protagonis [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang