bab 10 vag

14.2K 1.2K 24
                                    

"aku pulang"ucap seorang remaja berkacamata dengan mata kiri yang tertutupi poni siapa lagi kalau bukan Alva

Setelah berbincang bincang dengan Amel dan feron Alva yang tau bahwa hari sudah mau gelap pun berpamitan untuk pulang

Ada rasa tidak tega untuk melepaskan Alva namun Amel tetap tidak ingin egois jadi dia pun memberikan nomor nya untuk berjaga jaga kalau Alva mendapatkan masalah

"Abaaaaaaang!"teriak aela

Saat melihat Alva yang baru pulang sambil memegang tas kresek

'grep'

"Ish Abang kok lama sih aela udah pulang 3 jam yang lalu loh"ucap aela

Sedangkan Alva tersenyum

"Iya maaf cantik tadi Abang ketemu Ama orang jadi Abang kelupaan waktu dan ini novel pesenan kamu"ucap alva sambil menyodorkan tas kresek yang dia bawa

Aela pun menerimanya dengan senyuman yang terus terukir di wajahnya

"Tadi cemberut abangnya GK pulang sekarang udah senyum senyum kayak orang gila"celetuk seseorang di belakang aela

Alva melihat Nadia yang sudah bertingkah layaknya melihat anak anaknya duharka

"Ish bunda mah pokoknya aela GK like bunda"ucap aela lalu naik ke arah tangga

Sedangkan Nadia hanya menghela nafas saat melihat kelakuan anak perempuannya itu lalu melihat ke arah alva

"Va kamu mandi dulu gih terus makan "ucap Nadia

"Tadi Alva udah makan Bun di cafe kalau begitu Alva pergi ke kamar dulu yah Bun"ucap alva

Nadia mengangguk lalu pergi ke kamarnya

_____________

"Dasar jalang!"

"Cih pembully!"

"Orang kayak lo itu GK pantas hidup tau ngak!"

"Cih caper!"

"Liat guys ada Anak sok cantik nih!"

"Maluuuuuu!"

"Mending mati aja GK sih dari pada jadi orang caper!"

'brak'

"Hah..hah...hah...hah...hah"

"Mimpi itu lagi "ucap seorang gadis

Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya mencoba untuk mengatur nafasnya

Akhir akhir ini gadis itu selalu bermimpi buruk

Gadis itu melirik jam alarm nya yang mana menunjukkan waktu 03:46 pagi

Dengan mata memerah gadis itu mulai terisak

"Hiks hiks va hiks gue kangen Ama Lo hiks Alva gue rindu ma suara nenangin lo"lirih gadis itu sambil melipat lututnya

Gadis itu melirik ke sebuah foto yang ada ada 2 orang anak berbeda jenis sedang tersenyum sambil bermain ayunan lalu di bawahnya ada nama Alva Zainal dan alnea meisa

Yah gadis itu adalah nea sang gadis yang tidak tau apa-apa yang tertuduh menjadi antagonis

"Va maaf selama 7btahun ini gue GK hubungi Lo gue cuma GK mau Lo kecewa saat tau kalo kondisi gue kayak gini"lirih nea

Lalu melihat ke arah lengan atasnya yang ada ada beberapa luka silet yang masih baru

Nea memandang langit langit kamarnya yang bewarna kuning

Twins Protagonis [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang